BANJARNEGARA, WINews – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriyah, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara kembali menggelar Pasar Murah Ramadan yang dipusatkan di Jalan Dipayudha, kompleks Alun-Alun Banjarnegara.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Maret 2026 tersebut langsung diserbu masyarakat sejak hari pertama pelaksanaannya.
Pasar murah resmi dibuka pada Rabu (11/3/2026) oleh Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Setda Banjarnegara, Riatmojo Ponco Nugroho SE ME, yang hadir mewakili Bupati Banjarnegara.
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sosial melalui program BUMD Peduli kepada masyarakat.
Dalam sambutan Bupati Banjarnegara yang dibacakan Ponco, dijelaskan bahwa penyelenggaraan pasar murah merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pangan selama bulan Ramadan.

“Pasar murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dari harga pasar.
Pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang,” ujar Ponco.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan kegiatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Selain membantu warga, pasar murah juga menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka.
Bupati Tinjau Langsung
Usai pembukaan, jajaran Forkopimda bersama tamu undangan meninjau langsung stan-stan pasar murah.
Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, yang sebelumnya menghadiri agenda lain, juga menyempatkan diri datang ke lokasi untuk melihat langsung aktivitas pasar Ramadan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyapa pedagang dan masyarakat yang berbelanja sekaligus memastikan harga kebutuhan pokok yang dijual benar-benar lebih murah dibanding harga pasar.
“Kami berharap pasar murah Ramadan ini dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pangan di Banjarnegara selama bulan suci,” ujar Bupati.
Diikuti 200 Stan
Pasar murah tahun ini diikuti sekitar 200 stan. Sebanyak 150 stan di antaranya diisi pelaku UMKM yang menjual berbagai produk, mulai dari sandang, olahan pangan hingga aneka produk lokal lainnya.
Sementara 50 stan lainnya berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, organisasi wanita, serta berbagai instansi dan mitra.

Sejumlah lembaga juga turut mendukung kegiatan ini, di antaranya Bank Indonesia, Hiswana Migas, PT Indonesia Power, serta beberapa BUMD di Banjarnegara.
Selain bazar sembako murah, pasar Ramadan juga diramaikan dengan berbagai kegiatan lain seperti bazar sandang baru dan pakaian pantas pakai, layanan penukaran uang baru dari Bank Indonesia, hingga program tebus murah komoditas menggunakan sistem pembayaran QRIS.
Dalam kesempatan tersebut juga disalurkan bantuan sosial kepada masyarakat, di antaranya 400 paket sembako dari program BUMD Peduli, 480 paket dari PT Indonesia Power, serta 50 paket dari Hiswana Migas.

Pedagang dan Pembeli Antusias
Pasar murah Ramadan mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satu pedagang telur, Siti (43), mengaku dagangannya laris manis sejak pagi hari.
“Alhamdulillah sejak pagi banyak yang beli. Telur yang saya jual Rp25 ribu per kilo dan cepat habis karena harganya lebih murah dari pasaran,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rina (35), salah satu pengunjung warga Banjarnegara. Ia merasa sangat terbantu dengan adanya pasar murah karena bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih hemat menjelang Lebaran.
“Pasar murah ini sangat membantu masyarakat. Harga sembako lebih murah dari pasar, jadi bisa sedikit menghemat pengeluaran menjelang Lebaran,” katanya.
Pewarta: Nur S

0 Komentar