Breaking News

Audio Reader
Speed:

Aliansi BEM, PMII, HMI dan IMM Banjarnegara Gelar Diskusi Film “Pig Feast” di Banjarnegara, Dorong Ruang Kritis dan Dialog Akademik


BANJARNEGARA, WINews – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), PMI, HMI dan IMM Banjarnegara menggelar kegiatan pemutaran film bertajuk “Pig Feast” yang dirangkaikan dengan diskusi publik di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (PUSDAMU) Banjarnegara, Minggu malam (17/5/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai tersebut melibatkan berbagai organisasi kepemudaan serta elemen mahasiswa eksternal di wilayah Banjarnegara dan sekitarnya.

Acara ini menjadi bagian dari upaya kalangan mahasiswa dalam menghadirkan ruang dialog intelektual yang terbuka terhadap isu-isu sosial, budaya, hingga lingkungan yang diangkat melalui medium film. Selain menjadi sarana apresiasi karya sinema, forum tersebut juga diarahkan sebagai wadah pertukaran gagasan dan penguatan budaya berpikir kritis di kalangan generasi muda.

Ketua Pelaksana kegiatan, Alif Alfath, menjelaskan bahwa pemutaran film dipilih sebagai pendekatan edukatif yang mampu membangun refleksi sosial secara lebih dekat dengan masyarakat dan mahasiswa.

“Film merupakan media refleksi sosial yang efektif. Kami ingin memfasilitasi ruang berpikir kritis melalui diskusi yang sehat dan akademis, sehingga peserta dapat memahami berbagai fenomena dari banyak perspektif,” ujar Alif dalam sambutannya.

Menurutnya, sesi diskusi setelah pemutaran film menjadi inti kegiatan karena membuka kesempatan bagi peserta untuk mengkaji pesan, simbol, dan isu yang ditampilkan secara lebih mendalam. Diskusi juga diharapkan mampu memperkuat budaya literasi kritis di lingkungan mahasiswa Banjarnegara.

Ruang Akademik dan Apresiasi Seni

Pemilihan Gedung PUSDAMU sebagai lokasi kegiatan sempat menarik perhatian sejumlah pihak, terutama karena judul film yang dianggap kontras dengan karakter lingkungan sekitar yang religius. Meski demikian, panitia menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni bersifat akademik dan tidak memiliki muatan provokatif.

Koordinator Wilayah III Aliansi BEM Banyumas Raya, Raffi Asya’bani, menuturkan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang secara inklusif dengan tetap menghormati norma sosial dan nilai lokal masyarakat Banjarnegara.

“Kegiatan ini merupakan ruang diskusi ilmiah dan apresiasi seni. Kami memastikan forum berjalan tertib, damai, objektif, serta tetap menjaga kondusivitas lingkungan,” jelas Raffi.

Ia menambahkan, pihak panitia juga menjalin koordinasi dengan sejumlah organisasi eksternal untuk menjaga ketertiban acara sekaligus memastikan diskusi berlangsung secara sehat dan produktif.

Tokoh Pemuda Ingatkan Pentingnya Sensitivitas Sosial

Di sisi lain, beberapa tokoh pemuda dan masyarakat setempat mengingatkan pentingnya menjaga etika komunikasi dalam setiap forum akademik, terutama ketika membahas isu-isu sensitif yang bersinggungan dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat Banjarnegara yang dikenal religius.

Mereka berharap kegiatan diskusi publik tetap mengedepankan nilai edukasi, penghormatan terhadap keberagaman pandangan, serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kehadiran media massa, baik cetak maupun online, dalam kegiatan tersebut juga dinilai penting untuk menyampaikan informasi secara utuh dan proporsional kepada publik. Dengan pemberitaan yang berimbang, masyarakat diharapkan dapat memahami substansi diskusi tanpa terjebak pada narasi yang menyesatkan atau memicu disinformasi.

Mahasiswa Didorong Aktif Membangun Budaya Dialog

Kegiatan ini sekaligus mencerminkan meningkatnya kesadaran kalangan mahasiswa terhadap pentingnya ruang dialog terbuka dalam membahas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Di era digital saat ini, forum-forum diskusi akademik dinilai menjadi salah satu cara efektif untuk membangun budaya berpikir kritis, toleransi, dan keterbukaan terhadap perbedaan pendapat.

Melalui kegiatan semacam ini, Aliansi BEM, PMII, HMI dan IMM Banyumas Raya berharap mahasiswa tidak hanya menjadi penonton terhadap dinamika sosial, tetapi juga mampu hadir sebagai agen perubahan yang mengedepankan intelektualitas, etika, dan solusi konstruktif bagi masyarakat.

Sultan Fauzi sebagai PJ kegiatan dan perwakilan dari PMII Banjarnegara, mengapresiasi antusiasmenya yang luar biasa dari sipil, mahasiswa, aktivis aktivis, dan berbagai elemen masyarakat. Dan juga terhadap pengelola PUSDAMU PD Muhammadiyah akan tempatnya.

Kami mengadakan itu, untuk keberpihakan kami terhadap masyarakat yang tertindas dirampas haknya, dicuri tanahnya, dan yang tiap harinya berhadapan dengan militerisme Papua.

Pewarta: Nursoleh 

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close