Breaking News

Audio Reader
Speed:

Disperindagkop UKM Banjarnegara Genjot UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan AI Marketing dan TikTok Shop


Banjarnegara, WINews -- Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Kabupaten Banjarnegara menggelar Pelatihan AI Marketing TikTok Shop di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing pelaku UMKM menghadapi era digital yang semakin kompetitif.

Pelatihan tersebut diikuti 30 pelaku usaha lokal yang telah memiliki brand sendiri dan sebelumnya mengikuti tahapan dasar digital marketing. Melalui program lanjutan ini, peserta dibekali kemampuan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), strategi pemasaran digital, hingga optimalisasi penjualan melalui platform TikTok Shop.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyono Purwo Saputro menegaskan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pasar.

“Apapun itu, kita harus mengikuti perkembangan zaman. Pelatihan kali ini merupakan tahapan lanjutan. Peserta yang ikut saat ini adalah mereka yang sebelumnya sudah melewati tahapan dasar digital marketing,” ujarnya.

Menurut Adi, pelatihan tahun ini dibuat lebih spesifik dengan fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung strategi pemasaran modern. Selain itu, peserta juga diajarkan cara memanfaatkan fitur-fitur di TikTok agar mampu meningkatkan engagement sekaligus penjualan produk.

AI Jadi Senjata Baru UMKM Banjarnegara

Dalam sesi pelatihan, narasumber Mukh Nurin memaparkan bagaimana teknologi AI seperti Gemini maupun ChatGPT dapat membantu pelaku usaha membuat konten promosi yang lebih efektif, cepat, dan menarik perhatian audiens.

Peserta dikenalkan pada berbagai teknik penggunaan AI untuk riset pasar, menentukan ide konten viral, membuat caption promosi, hingga menyusun strategi branding produk di media sosial.

Menurut Mukh Nurin, pemanfaatan AI mampu memangkas waktu produksi konten secara signifikan, sekaligus membantu pelaku usaha yang masih memiliki keterbatasan sumber daya dalam bidang pemasaran digital.

“Dengan AI, pelaku usaha bisa lebih mudah membuat konten menarik, melakukan riset produk, hingga memahami tren pasar yang sedang berkembang,” jelasnya.

Pemanfaatan teknologi AI dinilai menjadi peluang besar bagi UMKM daerah untuk bersaing di pasar nasional bahkan global tanpa harus memiliki modal pemasaran yang besar.

TikTok Shop dan Affiliate Jadi Peluang Cuan Baru

Selain materi AI Marketing, peserta juga mendapatkan pembekalan tentang strategi menghasilkan pendapatan melalui TikTok Shop dan sistem affiliate marketing dari narasumber Mohammad Khosim Rahmatullah.

Dalam pemaparannya, Mohammad Khosim menjelaskan pentingnya memilih produk yang tepat, memahami algoritma TikTok, hingga teknik membuat konten promosi yang mampu meningkatkan konversi penjualan.

Konsep digitalisasi yang dikembangkan dalam pelatihan ini tidak hanya ditujukan bagi pemilik produk, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat yang ingin menjadi affiliate marketer.

Melalui pola kolaborasi tersebut, pelaku usaha yang memiliki produk namun terkendala kemampuan teknologi dapat dibantu oleh para affiliate dalam memasarkan produk secara digital.

“Harapannya adalah kita bisa memanfaatkan teknologi untuk peningkatan produk. Untuk saling mendukung, manakala ada pelaku usaha yang punya produk tetapi mungkin kemampuannya terbatas dalam hal teknologi, maka nanti akan dibantu oleh para affiliate,” ungkap Adi.

Dorong UMKM Banjarnegara Adaptif di Era Digital

Pelatihan AI Marketing TikTok Shop ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam mendorong UMKM naik kelas dan mampu beradaptasi di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Dengan meningkatnya penggunaan media sosial sebagai sarana promosi dan transaksi, pelaku usaha dituntut lebih kreatif memanfaatkan teknologi agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Program ini juga diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha digital baru yang adaptif, inovatif, dan siap bersaing di tengah transformasi ekonomi berbasis teknologi.


Pewarta: Daryoko

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close