Breaking News

Audio Reader
Speed:

Jelang Iduladha 2026, Ribuan Juru Sembelih Halal Disiapkan di Banjarnegara demi Jaminan Daging ASUH


BANJARNEGARA, WINews – Menjelang perayaan Iduladha 2026, ratusan juru sembelih halal yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Juru Sembelih Halal (DPD Juleha) Kabupaten Banjarnegara menggelar Apel Akbar dan Juleha Fest 2026 di halaman Kantor Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Banjarnegara, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat edukasi masyarakat terkait pentingnya penyembelihan hewan sesuai syariat Islam, standar kesehatan pangan, serta prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare. Momentum tersebut dinilai sangat penting karena Banjarnegara merupakan salah satu daerah dengan volume penyembelihan hewan kurban yang cukup tinggi setiap tahunnya.

Berdasarkan data tahun 2025, jumlah hewan kurban yang disembelih di Kabupaten Banjarnegara mencapai hampir 5.000 ekor sapi serta lebih dari 7.000 ekor kambing dan domba. Tingginya angka tersebut membuat kebutuhan terhadap juru sembelih halal yang kompeten, terlatih, dan bersertifikasi menjadi semakin mendesak.
Jaminan Daging Halal dan Aman Konsumsi

Ketua DPD Juleha Banjarnegara, Saefurohman, menjelaskan bahwa keberadaan organisasi Juleha lahir dari kebutuhan masyarakat terhadap jaminan kehalalan produk daging yang beredar di pasaran.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mewajibkan negara memberikan perlindungan terhadap produk yang dikonsumsi masyarakat.

“Juleha hadir untuk memastikan proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dan menghasilkan daging dengan standar ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh kompetensi juru sembelih halal mengacu pada Fatwa MUI Nomor 12 Tahun 2009 dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Tahun 2022.

Sejak resmi dikukuhkan pada akhir 2023 dan mendapatkan pengakuan sebagai organisasi kemasyarakatan melalui Surat Keputusan Bupati Banjarnegara pada Januari 2025, DPD Juleha Banjarnegara terus melakukan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Hingga Mei 2026, organisasi tersebut telah menyelenggarakan 19 kali bimbingan teknis dengan total anggaran mencapai Rp543 juta. Dari program tersebut, sebanyak 1.068 juru sembelih halal berhasil diluluskan dan memperoleh sertifikasi kompetensi.

Wabup Tekankan Prinsip “Asah, Asih, dan Asuh”

Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, Lc., yang hadir mewakili Bupati Banjarnegara memberikan apresiasi atas konsistensi Juleha dalam meningkatkan kualitas penyembelihan halal di daerah.

Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penerapan tiga prinsip utama dalam proses penyembelihan hewan kurban, yakni “Asah, Asih, dan Asuh”.

Prinsip “Asah” berarti memastikan alat penyembelihan, khususnya pisau, benar-benar tajam agar proses penyembelihan berlangsung cepat dan tidak menyiksa hewan.

Sementara prinsip “Asih” menekankan perlakuan yang baik terhadap hewan selama proses penyembelihan dengan tetap memperhatikan aspek kesejahteraan hewan.

Adapun prinsip “Asuh” berkaitan dengan jaminan kebersihan, higienitas, serta kehalalan daging yang akan dikonsumsi masyarakat.

“Dari tangan para juru sembelih inilah akan ditentukan apakah daging menjadi makanan yang halal dan penuh keberkahan, atau justru menjadi bangkai yang haram dikonsumsi,” tegas Wakhid.

DPPKP Dorong Pembentukan Kader Juleha hingga Tingkat Desa

Kepala DPPKP Banjarnegara, Sapta Adi, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kader Juleha hingga tingkat RT dan takmir masjid di seluruh desa di Kabupaten Banjarnegara.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan setiap wilayah memiliki petugas penyembelihan yang memahami standar halal dan kesehatan pangan secara mandiri.

“Kami berharap ke depan pelaksanaan bimbingan teknis dapat didelegasikan hingga tingkat desa agar masyarakat memiliki SDM penyembelihan yang terlatih,” katanya.

Edukasi Humanis hingga Layanan Asah Pisau Gratis

Selain apel akbar, Juleha Fest 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif yang menarik perhatian masyarakat.

Panitia menggelar demonstrasi penyembelihan kambing secara profesional, mulai dari teknik penyembelihan, pengulitan (boning), hingga pemisahan tulang dan daging sesuai standar higienis.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan edukasi tentang metode merobohkan sapi secara humanis tanpa melukai fisik hewan, sebagai bentuk penerapan konsep animal welfare.

Kegiatan lainnya meliputi pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem untuk memastikan kesehatan organ dalam serta kualitas daging sebelum dikonsumsi masyarakat.

Sebagai penutup, panitia menyediakan layanan asah pisau gratis, pemeriksaan kelayakan alat sembelih, hingga bazar pisau lokal yang ramai dikunjungi peserta dan warga.

Dengan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi pangan halal dan sehat, keberadaan juru sembelih halal bersertifikasi diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas daging kurban di Banjarnegara.

Pewarta: Nursoleh

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close