Breaking News

Audio Reader
Speed:

Peringati Harkitnas 2026, Untad Serukan Semangat Kebangkitan di Era Digital


Foto: Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc. membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital RI


Palu, WINews - Universitas Tadulako (Untad) melaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 pada Rabu pagi, 20 Mei 2026, di Lapangan Upacara Untad. Kegiatan tersebut diikuti oleh civitas akademika Untad yang terdiri atas dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa.

Upacara berlangsung khidmat dan dipimpin langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Andi Rusdin membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Dalam sambutannya, Menteri Meutya mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga kedaulatan bangsa di era transformasi digital.

Mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Menteri Meutya menegaskan bahwa semangat Kebangkitan Nasional harus terus menyesuaikan diri dengan tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri bangsa. Jika pada masa lalu perjuangan bangsa berfokus pada perlawanan fisik dan kedaulatan teritorial, maka saat ini tantangan telah bergeser menuju kedaulatan informasi dan transformasi digital.

Dalam sambutan tersebut juga disampaikan bahwa pemerintah terus mendorong berbagai program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, pemerataan akses pendidikan, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan ekonomi desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Selain itu, pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap perlindungan generasi muda di ruang digital melalui penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Kebijakan tersebut mencakup pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun guna menciptakan ruang digital yang sehat dan aman bagi tumbuh kembang anak.

Menteri Meutya turut mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan generasi muda, untuk kembali menyalakan semangat “Boedi Oetomo” melalui penguatan solidaritas sosial, peningkatan literasi digital, dan pembangunan yang berorientasi pada kemajuan bersama.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di lingkungan Untad menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan persatuan, sekaligus memperkuat komitmen civitas akademika dalam mendukung pembangunan bangsa melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pewarta: Junaidi

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close