
KEDIRI, WINews - Pondok Pesantren (Ponpes) Babussalam Siman di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, resmi meluncurkan Program Pembinaan Karakter dan Penguatan Keterampilan Generasi Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (22/5/2026).
Peresmian program berlangsung khidmat pada pukul 09.45 WIB dan dibuka langsung oleh perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) 0809/Kediri melalui Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Inf. Yuliadi Purnomo. Kegiatan ini menjadi tonggak kolaborasi strategis antara Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI), Kodim 0809/Kediri, dan Ponpes Babussalam dalam mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI) Betania Eden Thenu, Dandim 0809/Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, S.Sos., M.A.P., yang diwakili Kasdim Mayor Inf. Yuliadi Purnomo, pengasuh dan pengurus Ponpes Babussalam, Danramil Kepung, para santri, perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta tamu undangan lainnya.
Program MBG Jadi Investasi Strategis Pembangunan SDM
Dalam sambutannya, Dandim 0809/Kediri melalui Kasdim Mayor Inf. Yuliadi Purnomo menegaskan bahwa program makanan bergizi tidak hanya dipandang sebagai upaya pemenuhan kesehatan semata, tetapi merupakan investasi besar dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
“Program makanan bergizi dipandang bukan sekadar intervensi kesehatan, melainkan bagian dari upaya membangun kualitas manusia Indonesia yang lebih tangguh dan kuat menghadapi tantangan zaman, termasuk menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Mayor Inf. Yuliadi Purnomo.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, lembaga sosial, dunia pendidikan, masyarakat, TNI, dan pondok pesantren menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program nasional tersebut.
“Program ini merupakan bentuk nyata sinergisitas pemerintah pusat, lembaga sosial, dunia pendidikan, masyarakat, TNI khususnya Kodim 0809/Kediri, dan pondok pesantren dalam mendukung Program Nasional MBG,” jelasnya.
Kodim 0809/Kediri juga memberikan apresiasi kepada Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI) atas inisiatif penyelenggaraan program pembinaan karakter dan penguatan keterampilan generasi muda tersebut.
Tanamkan Karakter, Nasionalisme, dan Keterampilan Generasi Muda
Kasdim menekankan pentingnya menanamkan semangat cinta tanah air kepada generasi muda agar mampu menjadi penerus bangsa yang unggul, cerdas, dan memiliki keterampilan yang kompetitif.
“Perpaduan antara akal dan tubuh yang kuat akan melahirkan kekuatan besar. Namun semuanya harus dipandu ilmu pengetahuan dan karakter positif agar mampu diwujudkan secara efektif dalam kehidupan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para santri dan peserta program agar memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal untuk meningkatkan kapasitas diri.
“Jangan pernah takut bermimpi besar. Manfaatkan program ini dengan sungguh-sungguh agar menjadi bekal masa depan,” tambahnya.
Menurutnya, pembangunan generasi unggul tidak hanya membutuhkan kekuatan fisik, tetapi juga mental, spiritual, dan pendidikan yang sistematis untuk menjawab tantangan global.
YKCI Dukung Penuh Program MBG Presiden Prabowo
Sementara itu, Ketua Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia (YKCI), Betania Eden Thenu, menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Ia menjelaskan, dukungan tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Badan Gizi Nasional sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendukung peningkatan kualitas generasi muda Indonesia.

“Program makan bergizi merupakan ikhtiar bersama untuk menyiapkan kualitas manusia sejak dini agar anak-anak, Gen Z, dan masyarakat memiliki fondasi kuat untuk belajar, bertumbuh, dan berkontribusi nyata dalam kehidupan,” ujar Betania.
Menurutnya, penguatan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui pemenuhan gizi, tetapi juga harus dibarengi pendidikan karakter, keterampilan digital, serta pengembangan potensi generasi muda.
Ponpes Babussalam Siapkan Program Bahasa Inggris dan Digital Kreator
Betania juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangkan sejumlah pelajar dari luar negeri untuk mempelajari budaya dan adat Jawa di Ponpes Babussalam.
“Sekitar lima siswa dari luar negeri akan belajar budaya dan adat Jawa di pondok ini. Karena itu, mulai sekarang kami juga akan mengembangkan kemampuan bahasa Inggris para santri,” ungkapnya.
Selain penguatan bahasa asing, YKCI juga aktif mengembangkan pelatihan keterampilan digital, termasuk pelatihan digital content creator sebagai bagian dari peningkatan kapasitas generasi muda di era modern.

Ia menjelaskan bahwa titik operasional SPPG Keling 01 dari Yayasan Kekuatan Cinta Indonesia berlokasi di Jalan Pare–Kandangan, RT 7/RW 2, Desa Keling, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Gizi dan Pendidikan Karakter Jadi Fondasi Generasi Tangguh
Di akhir kegiatan, Betania menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar program pemenuhan gizi, melainkan pintu masuk pembentukan karakter generasi bangsa.
“Kesehatan, kebugaran, ketahanan mental, serta kecakapan hidup yang dibangun melalui disiplin dan kebiasaan sehat akan melahirkan generasi yang tangguh dan kuat,” katanya.
Sebagai simbol penguatan program, Betania Eden Thenu juga menyerahkan secara simbolis kaos dan sepatu kepada para guru pendidik. Penyerahan tersebut menjadi simbol dukungan terhadap pentingnya pendidikan karakter dan penguatan gizi dalam membentuk masa depan bangsa.
YKCI sendiri selama ini dikenal aktif dalam program perlindungan hak anak, layanan sosial masyarakat, bimbingan pendidikan luar sekolah, hingga penyelenggaraan dapur umum serta pelatihan bahasa Inggris dan keterampilan digital bagi generasi muda.
Pewarta: Marlina
0 Komentar