Breaking News

Audio Reader
Speed:

PTOI dan IKATWI Banyumas Gelar Penyuluhan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak di Rawalo


BANYUMAS, WINews - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini terus dilakukan berbagai organisasi profesi kesehatan. Salah satunya melalui kegiatan penyuluhan kesehatan bertema “Deteksi Dini Perkembangan Anak Usia 0–5 Tahun dengan Instrumen DDST II” yang digelar oleh Perkumpulan Terapis Okupasional Indonesia (PTOI) berkolaborasi dengan Ikatan Terapis Wicara Indonesia (IKATWI) Cabang Banyumas, Minggu (17/05/2026).

Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di Gedung Mocaf, Desa Banjarparakan RT 03 RW 10, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas. Acara ini diikuti oleh masyarakat umum, khususnya para orang tua yang memiliki anak usia balita.

Penyuluhan ini menjadi langkah nyata dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini perkembangan anak sebagai bagian dari upaya pencegahan keterlambatan tumbuh kembang sejak usia emas atau golden age.

Pentingnya Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan instrumen Denver Developmental Screening Test II (DDST II), yakni metode skrining yang digunakan untuk menilai perkembangan anak usia 0–5 tahun pada beberapa aspek penting.

Instrumen DDST II membantu mendeteksi perkembangan anak dari sisi kemampuan motorik kasar, motorik halus, bahasa, personal sosial, hingga kemampuan adaptif. Dengan pemeriksaan sejak dini, potensi gangguan atau keterlambatan perkembangan anak dapat dikenali lebih cepat sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan.

Panitia pelaksana menyampaikan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pemantauan perkembangan anak secara berkala. Padahal, keterlambatan perkembangan yang terlambat diketahui dapat berdampak pada kemampuan belajar, komunikasi, hingga interaksi sosial anak di masa mendatang.

“Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat, terutama para orang tua, agar lebih peduli terhadap tahapan perkembangan anak sejak usia dini,” ujar salah satu panitia kegiatan.

Kolaborasi Profesi untuk Edukasi Kesehatan Masyarakat

Kolaborasi antara PTOI dan IKATWI Banyumas dinilai menjadi langkah strategis dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang lebih komprehensif kepada masyarakat. Terapis okupasi dan terapis wicara memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya pada aspek kemampuan motorik, komunikasi, perilaku, dan interaksi sosial.

Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi langsung mengenai berbagai permasalahan perkembangan anak yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi karena tema yang diangkat sangat relevan dengan kebutuhan keluarga dan kesehatan anak.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata pengabdian profesi kepada masyarakat melalui pendekatan edukatif yang aplikatif dan mudah dipahami.

Mendukung Generasi Anak yang Sehat dan Berkualitas

PTOI dan IKATWI Banyumas berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan di berbagai wilayah guna meningkatkan kualitas kesehatan anak Indonesia sejak usia dini.

Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai deteksi dini tumbuh kembang anak, diharapkan para orang tua dapat lebih cepat mengenali tanda-tanda keterlambatan perkembangan dan segera mencari bantuan profesional apabila diperlukan.

Edukasi kesehatan seperti ini juga menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya generasi anak yang sehat, cerdas, dan berkualitas, sekaligus memperkuat peran keluarga dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak secara optimal.

Pewarta: Nunung

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close