Breaking News

Audio Reader
Speed:




BLORA, WINews - Semangat nasionalisme dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno, kembali digaungkan melalui kegiatan Refleksi 125 Tahun Bung Karno bertajuk “Api Perlawanan Tak Pernah Padam” yang digelar di Halaman Rumah Rakyat, Gedung DPRD Blora, Sabtu (27/6/2026).

Acara yang terbuka untuk masyarakat umum tersebut berlangsung meriah dan mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan. Ratusan peserta yang terdiri dari seniman, mahasiswa, komunitas budaya, aktivis sosial, hingga generasi muda dari berbagai wilayah di Kabupaten Blora turut hadir dalam kegiatan yang menggabungkan unsur seni, budaya, pendidikan, dan refleksi kebangsaan.

Momentum peringatan 125 tahun kelahiran Bung Karno ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa Proklamator Kemerdekaan Indonesia, tetapi juga menjadi ruang dialog dan ekspresi kreatif untuk menumbuhkan kembali kesadaran sejarah serta semangat perjuangan di tengah tantangan zaman modern.

Beragam kegiatan mewarnai acara tersebut, mulai dari lomba baca puisi dan monolog bertema perlawanan rakyat, pertunjukan musik lintas genre seperti reggae, punk, rock, campursari, hingga keroncong. Selain itu, para peserta juga diajak menyaksikan pemutaran film dokumenter perjalanan perjuangan Bung Karno serta rekaman pidato-pidato bersejarah yang sarat pesan nasionalisme dan persatuan bangsa.

Salah satu penggagas kegiatan, Exy Wijaya, menegaskan bahwa peringatan ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar seremoni tahunan. Menurutnya, semangat perjuangan Bung Karno harus terus dihidupkan dan diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat masa kini melalui karya, pemikiran, serta aksi nyata yang bermanfaat bagi bangsa.

“Peringatan ini menjadi ruang refleksi bersama, khususnya bagi generasi muda, agar tidak melupakan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan Bung Karno. Api perjuangan tidak boleh padam. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata melawan penjajah, maka hari ini perjuangan dilakukan dengan melawan ketidakadilan, kebodohan, kemiskinan, dan berbagai bentuk penindasan melalui pendidikan, budaya, karya kreatif, serta kepedulian sosial,” ujar Exy Wijaya, Selasa (30/6/2026).

Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat yang hadir menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air masih tumbuh kuat di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Blora. Menurutnya, kegiatan berbasis seni dan budaya menjadi salah satu pendekatan efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan kepada generasi muda.

Lebih lanjut, Exy berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana memperkuat persatuan, memperluas ruang kreativitas masyarakat, serta meningkatkan pemahaman sejarah nasional di kalangan generasi penerus bangsa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh komunitas, seniman, musisi, relawan, dan masyarakat yang telah mendukung serta berpartisipasi. Harapan kami, kegiatan ini dapat menjadi ruang silaturahmi, pendidikan kebangsaan, dan pengingat bahwa perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera masih harus terus dilanjutkan oleh seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Sepanjang pelaksanaan kegiatan, suasana berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat kebersamaan. Acara ditutup pada malam hari melalui kolaborasi sejumlah musisi dan seniman yang membawakan lagu-lagu perjuangan dan kebangsaan, sehingga semakin memperkuat pesan persatuan yang menjadi ruh utama kegiatan tersebut.

Kegiatan Refleksi 125 Tahun Bung Karno ini mendapat dukungan dari berbagai komunitas dan organisasi masyarakat di Kabupaten Blora, di antaranya Wong Abangan Blora, Front Blora Selatan, Anak Seribu Pulau, Akar Merdeka, Sedulur Seniman Blora (SSB), Blora Music Community (BMC), serta Paguyuban Petani Tebu Blora.9

Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat terus diwariskan kepada generasi muda melalui jalur seni, budaya, pendidikan, dan gerakan sosial, sehingga semangat nasionalisme tetap hidup dan relevan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan bangsa di masa depan.

Pewarta: Nursoleh

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close