CILACAP, WINews - Harapan baru tumbuh di tengah hamparan sawah Desa Merebek, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap. Program pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom) yang mendapat dukungan anggaran APBN melalui Kementerian Pertanian RI mulai dikerjakan untuk membantu memenuhi kebutuhan air pertanian dan meningkatkan produktivitas lahan.
Bantuan tersebut diterima Kelompok Tani Makmur dengan nilai anggaran sekitar Rp311,4 juta. Infrastruktur irigasi ini dirancang untuk mendukung pengairan lahan pertanian seluas kurang lebih 22,56 hektare.
Pantauan WINews pada Minggu, 9 Agustus 2026 sekitar pukul 10.10 WIB, aktivitas pembangunan terlihat di kawasan persawahan Desa Merebek. Para pekerja dan pelaksana proyek tampak menjalankan pekerjaan pembangunan di tengah cuaca yang cukup terik.
Bagi para petani, keberadaan Irigasi Perpompaan bukan sekadar pembangunan fisik. Program tersebut diharapkan menjadi solusi terhadap persoalan ketersediaan air, terutama ketika petani menghadapi musim kemarau.
Ketua Kelompok Tani Makmur menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian terhadap kebutuhan pertanian di wilayah tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Kementerian Pertanian Kabupaten Cilacap maupun Kementerian Pertanian Pusat. Bantuan ini sangat besar manfaatnya bagi kami. Semoga air dapat mengalir dengan lancar sehingga hasil panen semakin meningkat,” ujarnya.

Jalan Akses Proyek dan Permukiman Ikut Dikeluhkan
Di balik optimisme terhadap pembangunan irigasi, masyarakat masih menghadapi persoalan lain yang tidak kalah penting, yakni kondisi jalan desa menuju lokasi proyek dan permukiman warga.
Menurut warga, terdapat ruas jalan sepanjang kurang lebih 2 kilometer yang kondisinya rusak, berlubang dan material permukaannya telah banyak mengalami kerusakan. Kondisi tersebut dinilai menyulitkan mobilitas warga, termasuk petani yang membawa hasil pertanian.
Kerusakan jalan juga dikhawatirkan semakin menyulitkan akses kendaraan ketika musim hujan tiba. Jalan yang licin dan berlubang berpotensi membahayakan pengendara, khususnya pengguna sepeda motor.
Ketua kelompok tani berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, hingga instansi teknis terkait.
“Kami berharap jalan desa menuju lokasi dan permukiman warga juga diperhatikan. Kondisinya sudah rusak cukup parah, kurang lebih dua kilometer. Kami memohon pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten melalui UPTD PUPR Cilacap dapat membantu pembangunan atau perbaikan jalan ini,” ungkapnya.

Petani Berharap Infrastruktur Dibangun Secara Terintegrasi
Masyarakat menilai pembangunan irigasi akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila didukung infrastruktur penunjang yang memadai.
Ketersediaan air menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas lahan. Namun setelah panen, hasil pertanian juga membutuhkan akses transportasi yang aman agar dapat dibawa dari sawah menuju permukiman maupun pusat pengumpulan dan pemasaran.
Karena itu, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur pertanian tidak berhenti pada saluran atau fasilitas pengairan saja. Irigasi, jalan usaha tani, akses permukiman, dan sarana pendukung distribusi hasil panen diharapkan dapat menjadi bagian dari perhatian pemerintah secara berkelanjutan.
Program Irpom di Desa Merebek diharapkan mampu meningkatkan kepastian pengairan lahan seluas sekitar 22,56 hektare sekaligus mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani.
Di sisi lain, aspirasi warga terkait jalan rusak menjadi pekerjaan rumah yang diharapkan segera mendapatkan respons dari pihak berwenang. Perbaikan akses tersebut dinilai penting agar manfaat pembangunan irigasi dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.
Warga berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga pembangunan pertanian benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pedesaan.
Pewarta : Marjuki Wiyono

0 Komentar