
PURBALINGGA, WINews - Persiapan pelaksanaan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026 terus dimatangkan. Kwartir Ranting (Kwarran) Kaligondang melakukan sejumlah persiapan teknis melalui gladi bersama dengan Kwarran Kejobong dan Kwarran Purbalingga.
Gladi bersama tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh unsur yang terlibat memahami alur kegiatan, pembagian etape, koordinasi antarkelompok, hingga kesiapan barisan pendukung sebelum pelaksanaan ETK yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026.
Gladi Bersama Jadi Tahap Penting Persiapan ETK
Kwarran Kaligondang sebelumnya melaksanakan gladi bersama Kwarran Kejobong di Balai Desa Penolih pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Selanjutnya, gladi bersama kembali dilakukan dengan Kwarran Purbalingga di kawasan depan SMP Santo Borromeus pada Rabu, 2 September 2026.
Gladi tersebut turut diikuti Kamabiran Kaligondang, Kak Setyo Iman Santosa, S.Kom., M.PA. Kehadiran unsur pembina dan pengurus menjadi bagian dari upaya memastikan koordinasi pelaksanaan ETK berjalan sesuai rencana.
Persiapan tidak hanya berkaitan dengan prosesi penyerahan Tunas Kelapa, tetapi juga menyangkut kesiapan peserta, pengamanan rute, keterlibatan masyarakat, serta koordinasi lintas unsur di sepanjang perjalanan.

Dua Etape Menjadi Bagian Perjalanan Tunas Kelapa
Dalam pelaksanaan ETK 2026, Kwarran Kaligondang dijadwalkan menerima Tunas Kelapa dari Kwarran Kejobong di Balai Desa Penolih.
Setelah diterima, Tunas Kelapa akan diteruskan menuju wilayah Kwarran Purbalingga melalui dua etape utama, yakni:
1. Etape Penolih–Kecamatan Kaligondang
2. Etape Kecamatan Kaligondang–Kelurahan Bancar
Pembagian etape tersebut membutuhkan koordinasi yang baik antara peserta, pembina Pramuka, pemerintah wilayah, serta unsur masyarakat yang ikut mendukung kegiatan.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya, panitia diharapkan dapat meminimalkan kendala teknis saat pelaksanaan sekaligus memastikan seluruh rangkaian berlangsung tertib dan aman.
Libatkan Pramuka dan Berbagai Unsur Masyarakat
Kegiatan ETK di wilayah Kaligondang melibatkan berbagai unsur Gerakan Pramuka, termasuk Pramuka Penegak SMK Negeri 1 Kaligondang serta Pramuka Penggalang SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 2 Kaligondang.

Selain peserta Pramuka, barisan pendukung juga melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah desa, tim drumband, serta organisasi kemasyarakatan.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa ETK tidak hanya menjadi kegiatan internal organisasi kepramukaan. Momentum ini juga dapat menjadi ruang kolaborasi antara generasi muda, pemerintah, sekolah, dan masyarakat.
Bagi kalangan pelajar, keterlibatan dalam kegiatan seperti ETK juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
ETK Bukan Sekadar Prosesi Estafet
Kamabiran Kaligondang, Kak Setyo Iman Santosa, menegaskan bahwa ETK diharapkan tidak berhenti pada prosesi menerima dan meneruskan Tunas Kelapa.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan antara Gerakan Pramuka dan masyarakat.
«“Kami ingin ETK menjadi momentum kebersamaan. Bukan sekadar menerima dan meneruskan Tunas Kelapa, tetapi juga menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Setyo.»
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa nilai utama ETK tidak hanya terletak pada perjalanan simbolik Tunas Kelapa, tetapi juga pada semangat pengabdian yang menyertai setiap rangkaian kegiatan.

Bakti Lingkungan dan Sosial Disiapkan
Untuk memperkuat nilai pengabdian tersebut, Kwarran Kaligondang juga menyiapkan kegiatan bakti lingkungan dan sosial sebagai bagian dari rangkaian ETK.
Kak Suparman mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat membuat pelaksanaan ETK 2026 semakin meriah sekaligus meninggalkan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap ETK tahun ini lebih meriah, berkesan, dan yang terpenting memberikan dampak nyata dalam pengabdian kepada masyarakat,” harapnya.
Konsep tersebut sejalan dengan karakter kegiatan kepramukaan yang tidak hanya menekankan aktivitas di lingkungan organisasi, tetapi juga pendidikan karakter dan pengabdian kepada masyarakat.
Menjaga Tradisi dan Semangat Persatuan
Estafet Tunas Kelapa merupakan salah satu tradisi Gerakan Pramuka di Jawa Tengah yang membawa pesan persaudaraan, persatuan, kebersamaan, dan pengabdian.
Tunas Kelapa yang diteruskan dari satu wilayah ke wilayah berikutnya menjadi simbol kesinambungan semangat Gerakan Pramuka. Setiap etape bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan juga menjadi ruang untuk mempertemukan anggota Pramuka dengan masyarakat di sepanjang rute.

Karena itu, keberhasilan ETK tidak hanya dapat dilihat dari kelancaran prosesi penyerahan Tunas Kelapa, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan mampu membangun kebersamaan dan menghadirkan manfaat sosial.
Persiapan Dimatangkan Menjelang 5 September
Dengan pelaksanaan ETK yang semakin dekat, Kwarran Kaligondang terus memastikan kesiapan peserta dan seluruh unsur pendukung.
Gladi bersama menjadi langkah strategis untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat koordinasi sebelum kegiatan utama berlangsung.
Masyarakat di sepanjang rute juga diharapkan dapat memberikan dukungan sehingga ETK Kwarda Jawa Tengah 2026 dapat berlangsung tertib, semarak, dan tetap mengedepankan nilai edukasi serta pengabdian.
Bagi generasi muda, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk belajar tentang disiplin, kepemimpinan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat.
ETK 2026 diharapkan bukan hanya menjadi perjalanan Tunas Kelapa dari satu titik ke titik berikutnya, tetapi juga perjalanan nilai—dari semangat persaudaraan menuju pengabdian nyata bagi masyarakat.
Pewarta: Nursoleh
Editor: WINews
0 Komentar