
Foto : Ustadz Edi Mufidun
BANJARNEGARA, WINews - Suasana penuh semangat dan nuansa religius mewarnai Aula MTs Negeri 04 Banjarnegara saat keluarga besar madrasah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang digelar secara sederhana tersebut berlangsung hangat dan semarak. Para siswa bersama jajaran guru dan seluruh civitas akademika mengikuti rangkaian acara dengan antusias.
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum pendidikan karakter. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak memahami bahwa keteladanan Rasulullah SAW dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, keluarga maupun masyarakat.
Penampilan Siswa Tahfidz Buka Rangkaian Acara
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Nacita Hanum Manggali. Suasana kemudian semakin semarak dengan penampilan siswa-siswi kelas Tahfidz.Penampilan tersebut menjadi pembuka yang menarik sekaligus memperlihatkan semangat religius para peserta didik MTs Negeri 04 Banjarnegara.
Kegiatan selanjutnya diisi dengan sambutan Kepala MTs Negeri 04 Banjarnegara, H. Nur Mahin, M.Ag.
Dalam sambutannya, H. Nur Mahin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan masih terdapat kekurangan.
Lebih dari sekadar sambutan, Kepala Madrasah memberikan motivasi kepada para siswa agar menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki diri.
Menurutnya, nilai utama dari kegiatan tersebut bukan terletak pada kemeriahan acara semata, melainkan bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan dalam perilaku peserta didik.

Foto:Kepala MTs 04 Banjarnegara H. Nur Mahin, M.Ag.
Ustaz Edi Mufidun Sampaikan Empat Sifat Rasulullah
Antusiasme siswa semakin terlihat ketika Ustaz Edi Mufidun, S.Pd.I. menyampaikan tausiah.
Alumni Pondok Pesantren Al Ridlo Lengkong, Rakit, tersebut menyampaikan materi keislaman dengan gaya komunikatif dan humoris. Pendekatan yang dekat dengan kehidupan pelajar membuat suasana pengajian berlangsung lebih cair.
Senyum dan tawa siswa beberapa kali terdengar selama tausiah berlangsung. Namun, di balik suasana yang ringan tersebut, pesan yang disampaikan tetap berfokus pada pentingnya membangun karakter dan akhlak.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Edi mengajak para siswa mengenal serta mengamalkan empat sifat utama Rasulullah SAW, yakni siddiq, amanah, fathanah, dan tabligh.
Keempat sifat tersebut dijelaskan bukan sekadar sebagai materi yang harus dihafalkan, tetapi sebagai nilai yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Siddiq dapat diwujudkan melalui kebiasaan berkata dan bersikap jujur. Amanah tercermin dari sikap bertanggung jawab terhadap tugas dan kepercayaan yang diberikan.
Sementara fathanah mendorong siswa untuk terus belajar, mengembangkan kemampuan berpikir, serta menggunakan kecerdasan secara bijaksana. Adapun tabligh dapat diwujudkan dengan menyampaikan pesan kebaikan dan mengajak orang lain melakukan hal-hal positif.
Maulid Nabi Jadi Momentum Pendidikan Karakter
Pesan tersebut memiliki relevansi kuat dalam dunia pendidikan. Peserta didik tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga karakter yang menjadi fondasi dalam menghadapi perkembangan zaman.Kejujuran, tanggung jawab, kecerdasan yang digunakan secara bijak, serta kemampuan menyampaikan kebaikan merupakan nilai yang dapat membantu siswa dalam membangun hubungan yang sehat dengan teman, guru, keluarga, dan masyarakat.
Karena itu, peringatan Maulid Nabi di lingkungan madrasah memiliki makna lebih luas. Kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang pembelajaran untuk menghubungkan nilai-nilai yang dipelajari dengan kehidupan nyata.
Foto : Kyai Taufik, M.Pd.Keteladanan Rasulullah SAW juga dapat menjadi inspirasi bagi siswa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan, termasuk perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi.
Di tengah kemudahan memperoleh informasi, sikap jujur, bertanggung jawab, cerdas dalam menyaring informasi, serta mampu menyampaikan kebaikan menjadi bagian penting dari pembentukan generasi muda yang berkarakter.
Ditutup dengan Doa
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Kyai Taufik, M.Pd., guru MTs Negeri 04 Banjarnegara sekaligus pengasuh pondok pesantren.Doa menjadi penutup seluruh rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di lingkungan madrasah tersebut.
Bagi keluarga besar MTs Negeri 04 Banjarnegara, peringatan Maulid Nabi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan.
Lebih jauh, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat terus dihidupkan melalui kebiasaan para siswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Mulai dari berkata jujur, menjaga kepercayaan, bertanggung jawab terhadap tugas, rajin belajar, berpikir bijak, hingga membagikan kebaikan kepada orang lain.
Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi bagian dari upaya madrasah dalam membangun generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlak mulia.
Sederhana acaranya, kuat pesannya, dan besar harapannya: lahir generasi MTs Negeri 04 Banjarnegara yang cerdas, berkarakter, dan mampu meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Pewarta: Nursoleh
0 Komentar