SUKABUMI, WINews - Masa pensiun tidak selalu menjadi akhir dari aktivitas produktif. Hal itu dibuktikan Mayor Laut (Purn.) Asep Saepulloh, mantan anggota Polisi Militer Angkatan Laut (POM AL), yang bersama istrinya, Kapten Laut (W) Tuti Mulyati, merintis usaha peternakan kambing Etawa penghasil susu di Desa Ciheulang Tonggoh, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Berbekal pengalaman, pembelajaran dari program keterampilan menjelang pensiun, serta kemauan untuk membangun usaha mandiri, Asep mulai mengembangkan peternakan tersebut dari 12 ekor kambing.
Kini, jumlah ternaknya telah berkembang menjadi sekitar 26 ekor. Selain menjadi kegiatan produktif setelah pensiun, peternakan tersebut juga mulai berkembang sebagai usaha susu kambing segar yang memiliki pelanggan tersendiri.
Berawal dari Program Pembekalan Keterampilan
Ketertarikan Asep terhadap peternakan kambing susu tidak muncul secara tiba-tiba.
Ide tersebut berawal ketika dirinya mengikuti Program Pembekalan Keterampilan (Bektram) yang diselenggarakan Mabes TNI bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM.
Dalam program tersebut, Asep mendapatkan kesempatan melihat secara langsung pengembangan usaha peternakan kambing susu, termasuk melalui kunjungan ke salah satu peternakan di kawasan Caringin, Bogor.
Pengalaman tersebut kemudian membuka perspektif baru baginya bahwa masa pensiun dapat dipersiapkan dengan membangun usaha yang sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang tersedia.
Dari sinilah rencana beternak kambing Etawa mulai direalisasikan.
Bersama sang istri, Asep kemudian membangun peternakan secara bertahap hingga jumlah ternaknya terus bertambah.
Produksi Susu Mulai Memiliki Pelanggan Tetap
Salah satu produk utama dari peternakan tersebut adalah susu kambing Etawa segar.
Susu dipasarkan dengan harga sekitar Rp30.000 hingga Rp35.000 per liter, tergantung kondisi dan pemasaran produk.
Menurut Asep, pemasaran susu salah satunya dilakukan melalui jaringan pertemanan dan lingkungan kerja istrinya di Kantor Komando Armada RI di Jakarta.
Permintaan dari jaringan konsumen tersebut disebut cukup baik. Bahkan, menurut Asep, susu yang dibawa ke Jakarta sering kali sudah memiliki pemesan sebelum sampai ke konsumen.
“Setiap susu yang dibawa ke kantor selalu habis, bahkan banyak yang memesan terlebih dahulu karena takut kehabisan,” ujar Asep.
Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa susu kambing segar memiliki pasar tersendiri, terutama di kalangan konsumen yang memang terbiasa mengonsumsi produk susu kambing.
L
Menjaga Kebersihan Kandang Jadi Prioritas
Dalam usaha peternakan susu, kebersihan kandang menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian.
Asep mengembangkan kandang dengan luas sekitar 150 meter persegi. Kandang dibersihkan setiap hari untuk menjaga kondisi lingkungan ternak tetap nyaman dan higienis.
Kambing juga rutin dimandikan. Perawatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan ternak sekaligus mempertahankan kebersihan lingkungan pemerahan.
Pengelolaan pakan juga menjadi perhatian penting.
Pakan yang digunakan antara lain rumput odot, ampas tahu, serta pakan tambahan yang disesuaikan dengan kebutuhan ternak.
Pengelolaan pakan dibantu Ujang Supardi, peternak berpengalaman asal Purwakarta, yang turut memberikan pengetahuan mengenai pemeliharaan kambing perah.
Kualitas Susu Dimulai dari Kesehatan Ternak
Bagi Asep, kualitas susu tidak hanya ditentukan saat proses pemerahan. Kondisi ternak, kebersihan kandang, kualitas pakan, serta penanganan susu setelah pemerahan merupakan bagian yang saling berkaitan.
Karena itu, pengelolaan peternakan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi kambing dan kebersihan lingkungan.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena produk susu segar membutuhkan penanganan yang baik sejak dari kandang hingga sampai ke tangan konsumen.
Asep juga terus berupaya meningkatkan pemahaman mengenai pemeliharaan kambing perah agar produktivitas ternak dapat berkembang secara berkelanjutan.
Konsumen Berikan Testimoni
Sejumlah konsumen yang telah mengonsumsi susu kambing dari peternakan Asep memberikan respons positif.
Beberapa konsumen mengaku merasa tubuh lebih segar setelah rutin mengonsumsi susu tersebut. Ada pula konsumen yang menyampaikan pengalaman subjektif mengenai perubahan keluhan pada tubuhnya.
Namun, pengalaman tersebut merupakan testimoni pribadi konsumen dan bukan klaim medis. Efek konsumsi susu terhadap kondisi kesehatan seseorang dapat berbeda-beda dan tidak dapat dijadikan pengganti diagnosis maupun pengobatan medis.
Bagi Asep, respons positif pelanggan menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas produk dan meningkatkan pengelolaan peternakan.
Pensiun Bukan Berarti Berhenti Berkarya
Perjalanan Asep menjadi peternak susu kambing memberikan gambaran bahwa masa pensiun dapat menjadi momentum untuk memulai aktivitas ekonomi baru.
Pengalaman selama berdinas di TNI AL menjadi bekal kedisiplinan dalam mengelola kegiatan sehari-hari. Sementara pengalaman dari program Bektram memberikan gambaran mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan setelah purna tugas.
Peternakan tersebut kini tidak hanya menjadi tempat memelihara kambing, tetapi juga menjadi sumber kegiatan ekonomi keluarga.
Asep melihat usaha tersebut sebagai bentuk pengabdian dalam bentuk yang berbeda.
“Uang yang diperoleh itu terasa sangat berkah,” kata Asep.
Kalimat tersebut menggambarkan bagaimana Asep memandang usaha peternakan bukan semata-mata dari sisi keuntungan ekonomi, tetapi juga sebagai kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi keluarga dan konsumen.
Peluang Pengembangan Peternakan Kambing Etawa
Berkembangnya jumlah ternak dari 12 ekor menjadi sekitar 26 ekor menunjukkan adanya proses pertumbuhan usaha yang dilakukan secara bertahap.
Ke depan, pengembangan peternakan kambing Etawa tidak hanya dapat diarahkan pada produksi susu, tetapi juga pembibitan, peningkatan kualitas ternak, pengolahan produk susu, serta penguatan pemasaran.
Bagi peternak skala kecil dan menengah, pengelolaan kebersihan kandang, kualitas pakan, kesehatan ternak, pencatatan produksi, serta konsistensi kualitas produk menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen.
Jika dikelola secara profesional, peternakan kambing perah juga berpotensi menjadi bagian dari pengembangan ekonomi produktif berbasis peternakan di tingkat masyarakat.
Dari Masa Dinas ke Dunia Wirausaha
Kisah Asep Saepulloh menunjukkan bahwa pengalaman dan kedisiplinan yang diperoleh selama berdinas dapat diterapkan dalam bidang usaha yang berbeda.
Bersama istrinya, ia memilih peternakan kambing Etawa sebagai jalan untuk tetap produktif setelah memasuki masa purna tugas.
Dari belasan ekor kambing, kini berkembang menjadi puluhan ekor. Dari sekadar gagasan setelah mengikuti pembekalan keterampilan, usaha tersebut mulai memiliki pelanggan dan pasar tersendiri.
Perjalanan itu sekaligus menjadi contoh bahwa membangun usaha tidak selalu harus dimulai dengan skala besar. Konsistensi, pembelajaran, perawatan ternak, dan kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi bagian penting dalam proses pengembangan usaha.
Informasi Produk dan Pemesanan
Masyarakat yang ingin mendapatkan informasi mengenai ketersediaan susu kambing Etawa dari peternakan Asep Saepulloh dapat menghubungi Tuti Mulyati melalui nomor 0813-1792-2225.
Konsumen disarankan menanyakan terlebih dahulu ketersediaan produk, harga terbaru, serta tata cara penyimpanan dan pengiriman susu segar sebelum melakukan pemesanan.
Pewarta: Nurzaman

0 Komentar