Breaking News

Audio Reader
Speed:

Ratusan Warga Bandar Kumbul Gelar Aksi, Desak Pj Kades Mundur Terkait Polemik Maulid




LABUHANBATU, WINews TV - Ratusan warga Dusun I, Desa Bandar Kumbul, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menggelar aksi penyampaian aspirasi di Kantor Desa Bandar Kumbul.

Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan sejumlah tuntutan terkait polemik yang muncul setelah beredar pesan WhatsApp yang diduga berisi imbauan agar masyarakat tidak menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh muda-mudi Dusun I.

Salah satu tuntutan utama massa adalah meminta Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita, SP.OG., MKM, mengambil langkah terhadap Penjabat (Pj.) Kepala Desa Bandar Kumbul, Aida Fatwa Hasibuan, SKM. Sebagian warga bahkan meminta agar Pj. Kades tersebut dicopot atau mengundurkan diri dari jabatannya.

Aksi berlangsung di tengah perhatian masyarakat terhadap hubungan antara pemerintah desa dan kegiatan sosial-keagamaan yang diselenggarakan warga.

Berawal dari Pesan WhatsApp

Polemik bermula dari beredarnya pesan WhatsApp yang menurut warga diduga berisi imbauan agar anak-anak muda tidak menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun I.

Pesan tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai alasan munculnya imbauan tersebut, terlebih kegiatan Maulid merupakan agenda keagamaan yang diselenggarakan oleh masyarakat setempat.

Selain pesan WhatsApp, warga juga menyoroti adanya rekaman video yang menurut mereka diduga memperlihatkan upaya menghalangi masyarakat untuk menghadiri kegiatan tersebut.

Namun, substansi pesan, pihak yang pertama kali membuat dan menyebarkannya, serta konteks lengkap rekaman video tersebut masih menjadi bagian dari polemik yang perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Ketua aksi sekaligus Ketua Panitia Maulid, Rian Dasopang, menyatakan bahwa persoalan tersebut menjadi alasan warga datang ke Kantor Desa Bandar Kumbul untuk meminta penjelasan secara terbuka.

Menurut Rian, masyarakat tidak hanya mempermasalahkan persoalan undangan kepada Pj. Kades, tetapi mempertanyakan dugaan adanya imbauan kepada warga agar tidak menghadiri kegiatan Maulid.

Warga Desak Pj. Kades Mundur

Dalam penyampaian aspirasinya, Rian mengatakan warga meminta Aida Fatwa Hasibuan mundur dari jabatan Pj. Kepala Desa Bandar Kumbul.

Ia menyebut persoalan utama yang dipersoalkan massa adalah dugaan adanya imbauan yang dinilai dapat memengaruhi kehadiran masyarakat dalam kegiatan keagamaan.

Rian juga menjelaskan bahwa panitia Maulid memang tidak merencanakan mengundang Pj. Kades. Menurutnya, keputusan tersebut berkaitan dengan sikap sebagian masyarakat yang disebut sudah tidak menghendaki Aida memimpin Desa Bandar Kumbul.

Meski demikian, persoalan tersebut kemudian berkembang karena munculnya dugaan imbauan kepada warga agar tidak menghadiri acara Maulid.

Bagi massa aksi, dua persoalan tersebut perlu dipisahkan agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.

Pj. Kades Bantah Melarang Warga

Menanggapi tuntutan warga, Pj. Kepala Desa Bandar Kumbul Aida Fatwa Hasibuan membantah telah memerintahkan masyarakat untuk tidak menghadiri kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Aida juga mempertanyakan alasan dirinya tidak mendapatkan undangan dalam kegiatan tersebut, sementara sejumlah pejabat lain disebut mendapatkan undangan.

Dalam proses mediasi yang berlangsung di tengah aksi, Aida menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak menghadiri kegiatan Maulid merupakan keputusan pemerintah desa bersama perangkatnya.

Namun, ia tetap menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan masyarakat untuk tidak menghadiri acara tersebut.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi bagian yang dipertanyakan kembali oleh Rian. Menurutnya, warga ingin mendapatkan penjelasan yang lebih jelas mengenai siapa yang membuat pesan, siapa yang menyebarkannya, serta dalam kapasitas apa imbauan tersebut disampaikan.

Mediasi Belum Mengakhiri Polemik

Mediasi antara warga dan pemerintah desa dilakukan untuk meredakan situasi sekaligus mencari penjelasan atas persoalan yang berkembang.

Dalam mediasi tersebut, pemerintah desa memberikan penjelasan mengenai keputusan perangkat desa yang tidak menghadiri kegiatan Maulid. Persoalan mengenai pesan WhatsApp dan dugaan imbauan kepada masyarakat juga menjadi pembahasan.

Warga meminta agar asal-usul pesan tersebut dapat dijelaskan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.

Massa juga meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut dan memastikan hubungan antara pemerintah desa dengan masyarakat tetap berjalan secara kondusif.

Warga Minta Pemkab Labuhanbatu Turun Tangan

Salah satu tuntutan utama yang disampaikan massa adalah meminta Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan Pj. Kepala Desa Bandar Kumbul.

Warga bahkan meminta agar Pj. Kades Aida Fatwa Hasibuan dicopot dari jabatannya.

Tuntutan tersebut merupakan aspirasi warga yang disampaikan dalam aksi. Adapun keputusan mengenai status dan jabatan Pj. Kepala Desa merupakan kewenangan pemerintah daerah sesuai ketentuan yang berlaku dan perlu melalui proses pemeriksaan serta evaluasi berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi.

Sementara itu, polemik mengenai dugaan imbauan larangan menghadiri Maulid juga belum dapat dianggap selesai hanya berdasarkan keterangan salah satu pihak. Klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut dalam pesan maupun rekaman menjadi penting untuk memastikan kronologi secara utuh.

Pentingnya Klarifikasi dan Penyelesaian Secara Kondusif

Persoalan yang terjadi di Desa Bandar Kumbul menjadi perhatian karena menyangkut hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan sosial-keagamaan.

Dalam situasi seperti ini, keterbukaan informasi, klarifikasi yang dapat diverifikasi, serta komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi penting untuk mencegah berkembangnya informasi yang tidak lengkap.

Masyarakat juga diharapkan tetap menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh keadaan.

Hingga pemberitaan ini disusun, polemik mengenai pesan WhatsApp, keputusan pemerintah desa terkait kegiatan Maulid, serta tuntutan warga terhadap Pj. Kepala Desa Bandar Kumbul masih memerlukan penjelasan dan verifikasi lebih lanjut dari seluruh pihak terkait.

WINews TV membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Pj. Kepala Desa Bandar Kumbul Aida Fatwa Hasibuan, perangkat Desa Bandar Kumbul, Pemerintah Kecamatan Bilah Barat, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, panitia Maulid, maupun pihak lain yang memiliki informasi relevan.

Pemberitaan ini menempatkan seluruh dugaan sebagai klaim atau tudingan yang masih memerlukan pembuktian, sehingga tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan mengenai benar atau tidaknya tuduhan terhadap pihak tertentu.

Pewarta: DR. Rangkuti

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close