BENGKULU UTARA, WINews -Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkulu Utara melaksanakan supervisi terhadap pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Desa Lubuk Jale, Kecamatan Kerkap, Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis (10/9/2026).llKegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut dipusatkan di kantor dan halaman Kantor Desa Lubuk Jale. Supervisi menjadi bagian dari upaya pembinaan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program PKK di tingkat desa, sekaligus mendorong agar kegiatan pemberdayaan keluarga dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKK serta pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang disampaikan oleh Ustazah Ita.
Suasana kegiatan kemudian semakin semarak dengan penampilan drama dari kelompok teater pemuda dan pemudi Desa Lubuk Jale yang merupakan binaan Pemerintah Desa Lubuk Jale. Drama tersebut mengangkat tema “ Tentang judi online" judi online itu hanya membawa dampak negatif terhadap keluarga.
Korban Pinjol”, yang menggambarkan persoalan sosial dan dampak pinjaman online terhadap kehidupan masyarakat.
Pengangkatan tema tersebut menjadi salah satu bentuk kreativitas pemuda desa dalam menyampaikan pesan edukasi kepada masyarakat melalui seni pertunjukan.
Tim PKK Kabupaten Lakukan Penilaian Empat Pokja
Supervisi 10 Program Pokok PKK di Desa Lubuk Jale dilakukan melalui empat kelompok kerja atau Pokja. Masing-masing Pokja mendapatkan penilaian dan evaluasi dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkulu Utara sesuai bidang program yang menjadi tanggung jawabnya.
Tim PKK Kabupaten Bengkulu Utara yang hadir dalam kegiatan tersebut terdiri atas Lovita Serlianti selaku sekretaris, Widiawati selaku bendahara, Yenti Fisniarsih selaku Ketua Pokja IV, Titin Darwin sebagai perwakilan Pokja I, Diarsiningsih sebagai perwakilan Pokja II, serta Nur Indriani sebagai perwakilan Pokja III.
Kehadiran tim kabupaten tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembinaan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan administrasi, kegiatan kelompok kerja, serta program pemberdayaan yang dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK di tingkat desa.
Melalui supervisi, pelaksanaan program diharapkan tidak hanya memenuhi aspek administrasi, tetapi juga benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas keluarga.
Dihadiri Forkopimcam dan Seluruh Tim PKK Desa se-Kecamatan Kerkap
Kegiatan supervisi tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kerkap.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kerkap Ramdani Halian, SH, Kapolsek yang diwakili Bhabinkamtibmas, Koramil yang diwakili Babinsa, serta Kepala Puskesmas Kecamatan Kerkap, Pak Cokro.
Selain itu, hadir Ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Kerkap Indra Nadi, seluruh kepala desa beserta ibu, serta Tim Penggerak PKK tingkat desa se-Kecamatan Kerkap.
Kehadiran lintas sektor tersebut menunjukkan bahwa program pemberdayaan keluarga tidak berdiri sendiri. Pelaksanaannya membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, kader PKK, tenaga kesehatan, unsur keamanan, serta berbagai elemen masyarakat.
PKK Didorong Semakin Dekat dengan Persoalan Masyarakat
Supervisi terhadap 10 Program Pokok PKK memiliki arti strategis karena PKK berada pada tingkat yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat.
Program-program PKK dapat menjadi sarana untuk mendorong peningkatan kualitas keluarga melalui berbagai kegiatan, mulai dari pemberdayaan perempuan, kesehatan keluarga, pendidikan, penguatan ekonomi keluarga, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Karena itu, evaluasi secara berkala diperlukan untuk memastikan program yang telah direncanakan benar-benar terlaksana dengan baik. Supervisi juga dapat menjadi ruang untuk mengetahui kendala yang dihadapi kader PKK di lapangan sekaligus mencari solusi bersama.
Bagi Desa Lubuk Jale dan desa-desa lainnya di Kecamatan Kerkap, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pengelolaan program PKK, memperkuat koordinasi antarkader, serta mendorong inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi desa.
Keterlibatan generasi muda melalui penampilan teater dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai pendekatan kreatif. Pesan sosial dapat disampaikan melalui kegiatan budaya dan seni sehingga lebih mudah diterima masyarakat.
Dengan adanya supervisi dan pembinaan secara berkelanjutan, Tim Penggerak PKK diharapkan semakin mampu menjalankan fungsi pemberdayaan keluarga serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat desa yang mandiri, sehat, produktif, dan berdaya.
Pewarta: Yusi Hasan
0 Komentar