Breaking News

Audio Reader
Speed:

Bakti TNI AD untuk Rakyat Resmi Dibuka di Banyumas, Gubernur Jateng Soroti Pembangunan Infrastruktur dan Pelayanan Sosial





BANYUMAS, WINews - Program Bakti TNI AD untuk Rakyat resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., bersama Pangdam IV/Diponegoro yang diwakili Irdam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Denny Marantika, M.Han., di Alun-Alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jumat (16/10/2026).p0

Program yang dijadwalkan berlangsung hingga 16 Desember 2026 tersebut menjadi salah satu upaya memperkuat sinergi TNI Angkatan Darat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung111 pembangunan wilayah. Pelaksanaannya menyasar berbagai kebutuhan infrastruktur dan pelayanan sosial di Kabupaten Banyumas serta Kabupaten Kebumen.

Melalui kegiatan ini, pembangunan tidak hanya diarahkan pada peningkatan sarana dan prasarana umum, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses air bersih, sanitasi, hunian layak, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.

Bakti TNI AD Sasar Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Masyarakat

Program Bakti TNI AD untuk Rakyat mencakup sejumlah pekerjaan fisik yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga. Sasaran pembangunan antara lain jembatan, jalan rabat beton, jambanisasi, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), sumur bor, rumah tidak layak huni (RTLH), serta jaringan pipanisasi.

Selain itu, program ini juga meliputi revitalisasi sekolah, panti asuhan, makam, dan tempat ibadah. Pembangunan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan aksesibilitas, memperbaiki kualitas lingkungan, serta mendukung kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Keberadaan jalan dan jembatan yang memadai, misalnya, memiliki peran penting dalam memperlancar mobilitas warga, mendukung distribusi hasil usaha, serta mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, pembangunan sumur bor, pipanisasi, dan sarana sanitasi diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih sehat.

Program perbaikan rumah tidak layak huni juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut karena hunian yang aman dan layak merupakan salah satu unsur mendasar dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Pelayanan Kesehatan dan Administrasi Melengkapi Pembangunan Fisik

Tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, Bakti TNI AD untuk Rakyat turut menghadirkan beragam pelayanan sosial yang menyasar kebutuhan kesehatan dan administrasi masyarakat.

Kegiatan sosial tersebut meliputi operasi bibir sumbing, operasi katarak, sunatan massal, nikah massal, serta fasilitasi pembuatan akta kelahiran.

Berbagai layanan itu diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses pelayanan yang dibutuhkan, khususnya bagi warga yang menghadapi keterbatasan dalam menjangkau fasilitas kesehatan maupun mengurus dokumen administrasi kependudukan.

Fasilitasi pembuatan akta kelahiran, misalnya, memiliki arti penting dalam pemenuhan hak administrasi anak. Sementara itu, layanan kesehatan seperti operasi katarak dan bibir sumbing diharapkan dapat membantu penerima manfaat meningkatkan kualitas hidup sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Pelaksanaan program sosial tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan Bakti TNI AD tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga berupaya menjangkau aspek kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Jateng Serahkan Bantuan Sosial kepada Warga

Usai upacara pembukaan, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat berupa kursi roda, kaki palsu, serta ratusan paket sembako.

Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk membantu warga sesuai dengan kebutuhan mereka. Kursi roda dan kaki palsu diharapkan mendukung mobilitas penerima manfaat, sedangkan paket sembako ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Gubernur kemudian meninjau sejumlah stan dan layanan yang tersedia di lokasi kegiatan. Di antaranya stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), layanan bengkel servis gratis, Cek Kesehatan Gratis (CKG), donor darah, serta penyediaan makanan gratis bagi masyarakat.

Kehadiran layanan tersebut memperluas manfaat kegiatan pembukaan, karena masyarakat tidak hanya menyaksikan seremoni, tetapi juga dapat mengakses berbagai fasilitas sosial dan pelayanan publik yang disediakan.

Peninjauan stan UMKM juga menjadi bagian dari perhatian terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha lokal memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah melalui perdagangan, jasa, serta penciptaan lapangan kerja.

Sejumlah Kepala Daerah Hadiri Pembukaan

Upacara pembukaan dipimpin Dandim 0701/Banyumas, Letkol Inf Edwar Samosir, yang bertindak sebagai komandan upacara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, S.H., M.Tr.(Han), Kasrem 071/Wijayakusuma, Dandim 0709/Kebumen, serta sejumlah kepala daerah, yakni Bupati Banyumas, Bupati Kebumen, Bupati Purbalingga, Bupati Cilacap, dan Bupati Tegal.

Kehadiran unsur TNI dan pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut menunjukkan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu memastikan berbagai sasaran kegiatan berjalan sesuai kebutuhan wilayah dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

Seni dan Budaya Lokal Meriahkan Pembukaan

Pembukaan Bakti TNI AD untuk Rakyat juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni dan budaya daerah. Sejumlah penampilan yang disuguhkan antara lain Kenthongan Banyumasan, Tari Cepetan Kebumen, drum band, serta kesenian Ebeg Banyumasan.

Pertunjukan tersebut menghadirkan suasana meriah sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang hadir.

Kesenian tradisional merupakan bagian dari identitas daerah yang perlu dijaga keberlangsungannya. Pelibatan seni dan budaya dalam kegiatan publik juga dapat menjadi sarana memperkuat kebersamaan antara masyarakat, pemerintah, dan TNI.

Dengan demikian, pembukaan program ini tidak hanya menjadi momentum dimulainya kegiatan pembangunan, tetapi juga menghadirkan ruang interaksi sosial yang melibatkan unsur budaya lokal.

Dua Bulan Pelaksanaan, Manfaat Program Jadi Perhatian

Program Bakti TNI AD untuk Rakyat dijadwalkan berlangsung mulai 16 Oktober hingga 16 Desember 2026, dengan sasaran di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen.

Selama periode tersebut, pelaksanaan berbagai kegiatan fisik dan sosial diharapkan mampu membantu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur dasar, sanitasi, akses air bersih, hunian layak, pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan.

Keberhasilan program nantinya tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya kegiatan, tetapi juga oleh kualitas hasil pembangunan, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta keberlanjutan pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun.

Pemeliharaan jalan dan jembatan, pengelolaan sarana air bersih, serta perawatan fasilitas umum menjadi aspek penting agar hasil kegiatan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga fasilitas yang telah dibangun dan memanfaatkan layanan yang tersedia sesuai kebutuhan.

Melalui program Bakti TNI AD untuk Rakyat, kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendorong pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di wilayah Banyumas dan Kebumen.

Reporter: Nursoleh

WINews - Warta Indonesia News

Tajam, Terpercaya, Berita Sesuai Fakta dan Nyata

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close