Breaking News

Audio Reader
Speed:

Cegah Perundungan Sejak Dini, SDN 3 Danakerta Sosialisasikan Bahaya Bullying kepada Siswa



BANJARNEGARA, WINEws – Kepala Sekolah SD Negeri 3 Danakerta, Shalihah Septiasih, S.Pd.SD., bersama dewan guru menggelar sosialisasi pencegahan perundungan atau bullying kepada siswa di ruang kelas, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada peserta didik tentang pentingnya saling menghormati, menjaga sikap, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun karakter siswa sejak dini. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu memahami bahwa tindakan mengejek, menghina, mengucilkan, mengancam, maupun menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal, bukanlah perilaku yang dapat dibenarkan.

Kegiatan berlangsung di tengah proses renovasi ruang kelas SDN 3 Danakerta. Meski terdapat ruang belajar yang sedang diperbaiki, para guru tetap berupaya memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

Semangat para siswa pun terlihat dari antusiasme mereka mengikuti pembelajaran. Pada Jumat tersebut, salah satu ruang kelas yang telah selesai direnovasi dan sudah dapat digunakan kembali dimanfaatkan untuk kegiatan sosialisasi perundungan.

Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Pencegahan Bullying

Kepala SDN 3 Danakerta, Shalihah Septiasih, S.Pd.SD., menyampaikan bahwa sosialisasi ini dilakukan sebagai langkah pencegahan agar tidak terjadi tindakan perundungan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, sekolah tidak hanya memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter, sikap, dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai, anak-anak perlu diberikan pemahaman sejak dini mengenai cara memperlakukan teman dengan baik, menyelesaikan perselisihan secara positif, serta menghargai perbedaan tanpa melakukan tindakan yang dapat melukai perasaan maupun fisik orang lain.

“Tujuan sosialisasi ini untuk mencegah terjadinya perundungan atau bullying terhadap teman. Kami ingin anak-anak memahami pentingnya saling menghargai dan menjaga hubungan baik dengan sesama siswa,” ujarnya.

Antisipasi Perundungan di Lingkungan Pendidikan

Perhatian terhadap pencegahan perundungan semakin penting di tengah berbagai kasus yang menjadi perhatian masyarakat. Shalihah turut menyinggung adanya peristiwa perundungan di wilayah Pemalang sebagai pengingat bahwa tindakan tersebut perlu diantisipasi melalui pendidikan karakter dan pengawasan bersama.

Namun, upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui penyampaian materi. Diperlukan pembiasaan perilaku positif, komunikasi terbuka, serta keberanian siswa untuk melaporkan kepada guru atau orang tua apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan.

Di lingkungan sekolah dasar, pendekatan edukatif menjadi salah satu langkah penting agar siswa dapat membedakan perilaku bercanda yang wajar dengan tindakan yang merendahkan, menyakiti, atau dilakukan berulang kali terhadap teman.

Dengan pemahaman tersebut, siswa diharapkan tidak menjadikan ejekan dan kekerasan sebagai hal yang biasa dalam pergaulan sehari-hari.

Kerja Sama Guru dan Orang Tua Menjadi Kunci

Shalihah berharap seluruh siswa SDN 3 Danakerta dapat belajar dalam suasana yang aman, tertib, dan penuh rasa persaudaraan. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama antara pihak sekolah dan orang tua dalam mengawasi perkembangan perilaku anak.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak dapat dibebankan kepada guru semata. Orang tua memiliki peran penting dalam memberikan teladan, membangun komunikasi dengan anak, serta menanamkan nilai kesopanan dan kepedulian sejak berada di lingkungan keluarga.

Sebaliknya, pihak sekolah perlu membuka ruang komunikasi agar setiap persoalan yang melibatkan siswa dapat diketahui dan ditangani secara tepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Jika ditemukan indikasi perundungan, penanganan perlu dilakukan secara bijaksana dengan mengutamakan keselamatan dan perlindungan anak, mendengarkan keterangan pihak terkait, serta melibatkan orang tua sesuai kebutuhan.

Membangun Sekolah yang Aman dan Ramah Anak

Sosialisasi perundungan di SDN 3 Danakerta diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat budaya saling menghormati di lingkungan pendidikan. Sekolah yang aman bukan hanya ditandai dengan tersedianya fasilitas belajar yang memadai, tetapi juga terciptanya hubungan sosial yang sehat antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.

Di tengah proses renovasi ruang kelas, komitmen dewan guru untuk tetap melaksanakan pembelajaran dan memberikan edukasi tentang pencegahan perundungan menunjukkan pentingnya menjaga kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Melalui kegiatan tersebut, SDN 3 Danakerta diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki empati, tanggung jawab, serta keberanian untuk menolak segala bentuk kekerasan.

Pencegahan perundungan pada akhirnya membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ketika guru, orang tua, dan siswa berjalan bersama, sekolah dapat menjadi tempat yang lebih aman bagi anak-anak untuk belajar, bertumbuh, dan meraih cita-cita.

WINEws – Warta Indonesia News

Tajam, terpercaya, berita sesuai fakta dan nyata.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close