
PURBALINGGA, WINews – Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, terpilih sebagai lokasi pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kodim 0702/Purbalingga. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mendukung pembangunan infrastruktur pedesaan, meningkatkan aksesibilitas masyarakat, serta memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga.
Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 dilaksanakan melalui upacara di Pendopo Dipokusumo Purbalingga, Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tamu undangan, serta peserta upacara dari unsur TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan pelajar.
Upacara pembukaan menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan TMMD yang dirancang untuk mendukung pembangunan wilayah pedesaan sekaligus mempererat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Pembukaan TMMD Ditandai Penyerahan Peralatan dan Pemukulan Gong
Dalam rangkaian upacara tersebut, Wakil Bupati Purbalingga selaku inspektur upacara menyerahkan secara simbolis alat dan perlengkapan kerja kepada perwakilan anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD.
Kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan dokumen pelaksanaan TMMD dan pemukulan gong sebagai simbol resmi dimulainya program pembangunan terpadu tersebut.

Pelaksanaan TMMD tidak hanya menjadi agenda pembangunan wilayah, tetapi juga mencerminkan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dalam mendorong pemerataan pembangunan hingga tingkat desa.
Melalui kolaborasi tersebut, kebutuhan pembangunan yang berasal dari aspirasi masyarakat diharapkan dapat ditangani secara lebih terarah sesuai dengan sasaran dan prioritas yang telah ditetapkan.
Usulan Masyarakat Menjadi Dasar Penetapan Desa Bantarbarang
Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria, S.Hub.Int., M.H.I., menjelaskan bahwa penetapan Desa Bantarbarang sebagai lokasi TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 telah melalui proses pengusulan secara berjenjang.
Menurutnya, penentuan lokasi bukan keputusan yang diambil secara mendadak, melainkan berawal dari aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui pemerintah desa, kemudian diteruskan ke tingkat kecamatan hingga menjadi bahan penetapan lokasi pelaksanaan TMMD.
“Dipilihnya Desa Bantarbarang sebagai lokus pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 bukan secara tiba-tiba, tetapi melalui proses panjang dan usulan berjenjang, mulai dari masyarakat ke desa, kecamatan, dan seterusnya hingga akhirnya diputuskan untuk dilaksanakan di Desa Bantarbarang,” jelas Dandim.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya perencanaan pembangunan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat. Dengan mekanisme pengusulan berjenjang, program diharapkan dapat menyasar persoalan yang benar-benar membutuhkan penanganan di wilayah pedesaan.
Keterlibatan masyarakat sejak tahap pengusulan juga menjadi bagian penting dalam membangun rasa memiliki terhadap hasil pembangunan. Partisipasi warga diperlukan agar program yang dilaksanakan tidak berhenti pada penyelesaian pekerjaan, tetapi dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
TMMD Diharapkan Memperkuat Infrastruktur dan Aktivitas Ekonomi Warga
Menurut Dandim 0702/Purbalingga, pelaksanaan TMMD merupakan salah satu upaya membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui pembangunan yang dibutuhkan di wilayah pedesaan.
Pembukaan dan peningkatan akses infrastruktur, apabila menjadi bagian dari sasaran pekerjaan di lokasi, diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Infrastruktur yang memadai memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Akses jalan dan sarana pendukung lainnya dapat membantu masyarakat menjangkau fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pusat perdagangan, serta berbagai kegiatan produktif.

Bagi masyarakat desa, aksesibilitas yang lebih baik juga berpotensi mempermudah distribusi hasil pertanian dan memperlancar hubungan antarkawasan. Meski demikian, besarnya manfaat yang akan dirasakan warga bergantung pada jenis pekerjaan yang ditetapkan, kualitas pelaksanaan, serta pemeliharaan infrastruktur setelah program selesai.
Karena itu, pelaksanaan TMMD perlu didukung perencanaan yang matang, pengerjaan sesuai standar, dan koordinasi yang baik antara Satgas TMMD, pemerintah desa, serta masyarakat setempat.
Wakil Bupati Purbalingga Minta Dukungan Masyarakat
Sementara itu, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani berharap seluruh rangkaian kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Ia menekankan bahwa pelaksanaan TMMD mencakup sasaran fisik, nonfisik, serta sasaran tambahan yang diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga berbagai kegiatan, baik fisik maupun nonfisik, serta sasaran tambahan lainnya yang akan dilaksanakan dalam TMMD dapat berjalan lancar. Kami memohon bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, khususnya masyarakat, untuk menyukseskan pelaksanaan TMMD agar kesejahteraan masyarakat dapat semakin meningkat,” harapnya.

Dukungan masyarakat dinilai penting karena keberhasilan program pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pelaksana kegiatan, tetapi juga oleh keterlibatan warga dalam menjaga kelancaran pekerjaan dan memelihara hasil pembangunan.
Partisipasi tersebut dapat diwujudkan melalui gotong royong, komunikasi dengan pelaksana program, serta kepedulian bersama terhadap sarana dan prasarana yang nantinya digunakan untuk kepentingan umum.
Di sisi lain, koordinasi pemerintah daerah dan pemerintah desa diperlukan agar hasil pembangunan dapat terintegrasi dengan program pembangunan wilayah serta sesuai dengan kebutuhan jangka panjang masyarakat.
Sasaran Fisik dan Nonfisik Perlu Memberikan Manfaat Berkelanjutan
TMMD merupakan bentuk kerja sama lintas sektor yang menghubungkan pembangunan infrastruktur dengan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, keberhasilan program idealnya tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat setelah kegiatan berakhir.
Sasaran fisik diarahkan untuk mendukung ketersediaan dan kualitas sarana prasarana sesuai perencanaan. Sementara itu, kegiatan nonfisik dapat menjadi sarana memperkuat wawasan, pengetahuan, kesadaran sosial, serta kapasitas masyarakat melalui kegiatan penyuluhan atau pemberdayaan yang ditetapkan dalam program.
Agar dampaknya lebih optimal, hasil pembangunan perlu disertai pemeliharaan yang berkelanjutan. Pemerintah desa dan masyarakat dapat berperan dalam menjaga fasilitas umum sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Transparansi pelaksanaan, kesesuaian pekerjaan dengan rencana, serta keterlibatan masyarakat juga menjadi unsur penting dalam memastikan program berjalan efektif dan akuntabel.
Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Terpilihnya Desa Bantarbarang sebagai lokasi TMMD Sengkuyung Tahap IV Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan desa sekaligus meningkatkan hubungan antara TNI dan masyarakat.
Sinergi antara Kodim 0702/Purbalingga, Pemerintah Kabupaten Purbalingga, pemerintah desa, dan warga menjadi modal penting dalam mendukung pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan.
Melalui kerja sama yang terarah, program TMMD diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memperbaiki akses pendukung aktivitas warga, serta mendorong tumbuhnya semangat gotong royong.
Pada akhirnya, keberhasilan TMMD tidak hanya tercermin dari pelaksanaan kegiatan dan penyelesaian sasaran yang direncanakan, tetapi juga dari sejauh mana hasilnya memberikan manfaat nyata, memperkuat kemandirian masyarakat, dan mendukung peningkatan kualitas hidup warga Desa Bantarbarang.
Reporter: Sokim
Warta Indonesia News (WINews)
0 Komentar