Breaking News

Audio Reader
Speed:

Dorong Peningkatan SDM, Untad dan Pemkab Buol Gelar Orientasi 44 Mahasiswa Program RPL


Buol, WINews - Universitas Tadulako (Untad) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol menggelar orientasi kelas kerja sama melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Tahun Ajaran 2026/2027 di PSDKU Kabupaten Buol, Senin (12/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Buol.

Orientasi ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami sistem akademik yang berlaku di Untad, termasuk mekanisme administrasi perkuliahan dan pengelolaan data mahasiswa melalui sistem informasi yang terintegrasi.

Kepala Pusat RPL Untad, Dr. Nur Sehang Thamrin, S.Pd., M.Ed., menjelaskan bahwa orientasi mahasiswa jalur RPL memiliki fokus berbeda dibandingkan orientasi mahasiswa baru yang diterima melalui jalur prestasi, seleksi nasional, maupun mandiri.

Menurutnya, orientasi mahasiswa RPL lebih diarahkan pada pengenalan sistem akademik Untad dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya penggunaan Sistem Informasi Akademik (SiGA 8) serta Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Ia menjelaskan, pelaksanaan orientasi dilakukan melalui beberapa tahapan untuk memastikan mahasiswa memahami sistem yang akan digunakan selama menjalani perkuliahan.

Tahap pertama berupa pengenalan dan pendampingan penggunaan SiGA 8, termasuk tata cara pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Proses tersebut dipandu langsung oleh staf Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Untad.

Tahap berikutnya adalah pemaparan mengenai sistem akademik PDDikti serta pendampingan sinkronisasi data mahasiswa baru yang dipandu Kepala Bagian Akademik Biro Akademik dan Kemahasiswaan Untad.

Melalui tahapan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memahami prosedur administrasi akademik sehingga dapat mengikuti proses perkuliahan dengan baik.

Pada Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah mahasiswa RPL kelas kerja sama Pemkab Buol tercatat sebanyak 44 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 38 mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan dan enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Dalam sambutannya, Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, M.M., menekankan pentingnya pengembangan pendidikan tinggi sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas SDM daerah.

Ia menyampaikan bahwa Pemkab Buol terus mendorong penguatan kerja sama dengan Untad agar masyarakat memiliki kesempatan lebih luas untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terkendala jarak dan biaya.

Risharyudi juga mendorong agar rencana pengembangan program studi reguler melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Untad di Kabupaten Buol dapat ditindaklanjuti apabila kebijakan moratorium dari pemerintah pusat memungkinkan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut, pemerintah daerah turut menyediakan fasilitas dan gedung perkuliahan bagi mahasiswa RPL.

Sementara itu, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengapresiasi komitmen Pemkab Buol dalam mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada masyarakat.

Menurut Amar, jalur RPL menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualifikasi masyarakat melalui mekanisme pendidikan resmi yang dilaksanakan sesuai ketentuan.

“Program RPL ini merupakan jalur resmi dari kementerian. Jalur ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Buol dan Untad agar masyarakat tidak perlu menunggu moratorium dibuka untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi,” ungkap Prof Amar.

Ia menjelaskan bahwa melalui jalur RPL, masyarakat yang memiliki pengalaman kerja, portofolio, sertifikasi kompetensi, serta pengalaman belajar dari pendidikan formal, nonformal, dan informal dapat mengajukan pengakuan atas capaian pembelajaran yang telah dimiliki.

Capaian pembelajaran tersebut selanjutnya dinilai melalui proses asesmen. Hasil penilaian dapat dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS) sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan dengan mempertimbangkan kompetensi yang telah dikuasai sebelumnya.

Meski demikian, Prof Amar menegaskan bahwa RPL bukan jalan pintas untuk memperoleh ijazah. Jalur tersebut tetap mengedepankan penilaian kompetensi dan pemenuhan persyaratan akademik yang berlaku.

Karena itu, mahasiswa diharapkan mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri.

“Pendidikan adalah proses membangun kapasitas dan kompetensi profesional. Kami berharap ilmu yang diperoleh para mahasiswa kelak dapat diterapkan secara nyata dan memberi dampak positif bagi pembangunan masyarakat di Kabupaten Buol,” tegasnya.

Pelaksanaan orientasi kelas kerja sama RPL ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat kolaborasi antara Untad dan Pemkab Buol dalam bidang pendidikan.

Melalui program tersebut, akses pendidikan tinggi diharapkan semakin terbuka, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi masyarakat agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan Kabupaten Buol.


Pewarta: Junaidi 

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close