Palu, WINews - Wali Kota Palu yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palu, Dr. Ahmad Rijal Arma, S.E., M.M., menghadiri Tadulako International Conference on Economics and Business (TICEB) 2026 yang berlangsung di Hotel Best Western Palu, Senin (5/10/2026).
Kegiatan bertaraf internasional tersebut turut dihadiri Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tadulako (FEB Untad), Prof. Wahyuningsih, S.E., M.Sc., Ph.D., perwakilan Universitas Abdul Azis Lamadjido (AZLAM), akademisi, peneliti, praktisi, pelaku usaha, perwakilan UMKM, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Rijal Arma menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada FEB Untad atas terselenggaranya forum akademik internasional tersebut.
Menurutnya, pelaksanaan TICEB 2026 menjadi bukti komitmen dunia akademik dalam menjembatani hasil kajian ilmiah dengan penyusunan kebijakan publik yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Forum akademik bertaraf internasional seperti ini menunjukkan komitmen visioner dalam menjembatani kecerdasan akademik dengan perumusan kebijakan publik yang nyata,” ujarnya.
Ia juga menyambut baik kehadiran para keynote speaker dan delegasi internasional dari berbagai negara, seperti Australia, Turki, India, dan Pakistan, serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
“Kami menyambut baik kehadiran para delegasi internasional yang datang dari Australia, Pakistan, India, Turki, serta berbagai wilayah di Indonesia. Selamat datang di Kota Palu, Tanah Tadulako,” katanya.
Ahmad Rijal menjelaskan, dunia saat ini tengah menghadapi berbagai perubahan besar yang ditandai dengan percepatan disrupsi teknologi, dinamika geopolitik global, serta meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan lingkungan.
Di tengah tantangan tersebut, perekonomian Kota Palu terus ditopang oleh pertumbuhan sektor informal yang dinamis, kemampuan adaptasi tenaga kerja—khususnya generasi muda—terhadap model ekonomi baru seperti gig economy, serta peran strategis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Pemerintah Kota Palu sangat menghargai kontribusi para peneliti dan ekonom. Dalam menyusun berbagai program seperti pengentasan kemiskinan, revitalisasi pasar, maupun pemberian insentif investasi, kami mengedepankan data dan hasil kajian dari institusi akademik seperti FEB Universitas Tadulako,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci untuk memastikan setiap kebijakan yang dirancang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui momentum TICEB 2026, Pemerintah Kota Palu juga mengajak para akademisi, delegasi internasional, investor, dan pelaku industri untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang penelitian, pertukaran teknologi, serta pengembangan usaha berkelanjutan.
Selain itu, Pemkot Palu membuka peluang kerja sama dalam pengembangan berbagai sektor unggulan daerah, mulai dari ekowisata, industri kreatif, hingga pengolahan hasil pertanian dan kelautan.
Kemitraan dengan UMKM dan koperasi lokal juga dinilai penting untuk terus diperluas, terutama dalam meningkatkan akses pasar, penguatan kapasitas usaha, serta daya saing produk daerah.
“Semoga TICEB 2026 tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga melahirkan kolaborasi dan rekomendasi konkret yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi Kota Palu dan daerah lainnya,” pungkasnya.
Pewarta: Junaidi

0 Komentar