Breaking News

Audio Reader
Speed:

Kepala SDN 17 Bilah Barat Rismawati Lubis Turun Langsung Rawat Lingkungan Sekolah, Tanamkan Budaya Bersih kepada Siswa





LABUHANBATU, WINEWS TV – Kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah menjadi salah satu bentuk keteladanan yang dapat membangun karakter peserta didik. Hal tersebut ditunjukkan Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 17 Bilah Barat, Rismawati Lubis, S.Pd., M.Pd., yang turun langsung membersihkan halaman sekolah sekaligus menata tanaman hias di lingkungan pendidikan tersebut.

Kegiatan kebersihan itu berlangsung pada Selasa, 11 Oktober 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, di halaman SDN 17 Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara. Saat jurnalis Warta Indonesia News TV melakukan kunjungan kerja ke sekolah tersebut, Rismawati terlihat menyapu halaman dan merapikan bunga di depan ruang kelas.

Aktivitas sederhana tersebut memperlihatkan bahwa upaya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah, termasuk kepala sekolah dan tenaga pendidik.

Kepala Sekolah Berikan Teladan Nyata tentang Kebersihan

Saat dikonfirmasi jurnalis Warta Indonesia News TV mengenai kegiatan tersebut, Rismawati Lubis menjelaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan kebiasaan yang perlu ditanamkan sejak dini. Menurutnya, lingkungan sekolah yang bersih, tertata, dan indah dapat mendukung terciptanya suasana belajar yang lebih nyaman bagi peserta didik.

Ia juga menekankan pentingnya membiasakan anak-anak menjaga kebersihan, baik ketika berada di sekolah maupun saat berada di rumah.

“Kebersihan adalah pangkal dari iman. Lingkungan sekolah yang bersih dan indah diharapkan dapat mendorong anak-anak didik untuk membiasakan diri menjaga kebersihan, bukan hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan rumah,” ungkap Rismawati.

Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup diberikan melalui penjelasan di dalam kelas. Sikap dan tindakan nyata dari seorang pendidik juga menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan positif pada anak.

Ketika kepala sekolah memberikan contoh langsung, peserta didik diharapkan dapat melihat bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilakukan secara konsisten.

Tanaman Hias hingga Apotek Hidup, Upaya Membuat Sekolah Lebih Asri

Selain membersihkan halaman dan menata bunga, Rismawati mengaku memiliki kebiasaan merawat lingkungan sejak kecil. Ia mengatakan bahwa kebiasaan tersebut tumbuh dari pendidikan orang tuanya yang mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan.

Kecintaannya terhadap tanaman kemudian diterapkan di lingkungan sekolah. Bagi Rismawati, tanaman hias bukan sekadar penghias halaman, melainkan juga bagian dari upaya menciptakan suasana sekolah yang lebih asri dan menyenangkan.

Ia juga menanam sejumlah tanaman yang dikenal sebagai tanaman obat keluarga atau apotek hidup, di antaranya jahe, kencur, kunyit, serai, dan lengkuas.

Keberadaan tanaman tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sederhana bagi siswa untuk mengenal jenis tanaman, manfaatnya, serta pentingnya merawat tumbuhan di sekitar mereka.

Dengan pendekatan tersebut, lingkungan sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang memperkenalkan peserta didik pada kepedulian terhadap alam dan pemanfaatan tanaman di kehidupan sehari-hari.

Rismawati juga mengungkapkan kegemarannya membuat kolam kecil berisi ikan di lingkungan sekolah. Ia berharap keberadaan kolam tersebut dapat memberikan suasana yang lebih menarik bagi anak-anak ketika beristirahat.

Menurutnya, lingkungan yang memiliki unsur tanaman dan kolam ikan dapat menjadi pemandangan yang menyenangkan sekaligus menambah daya tarik halaman sekolah.

Guru SDN 17 Bilah Barat Apresiasi Kepedulian Kepala Sekolah

Kegiatan tersebut mendapat tanggapan positif dari salah seorang guru SDN 17 Bilah Barat, Leni Sinaga, S.Pd. Saat dimintai keterangan oleh jurnalis Warta Indonesia News TV, ia menyampaikan apresiasi atas perhatian kepala sekolah terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan pendidikan.

Leni mengatakan bahwa tindakan kepala sekolah yang turun langsung merawat halaman dan tanaman dapat menjadi contoh bagi para guru maupun warga sekolah lainnya.

“Atas nama rekan-rekan guru, kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah atas kepeduliannya terhadap kebersihan dan keindahan sekolah ini. Semoga kami sebagai guru dapat meneladani sikap dan perbuatan beliau dalam menjaga lingkungan agar tetap bersih, rapi, dan indah,” ujar Leni.

Apresiasi tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kerja sama antara kepala sekolah dan guru dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif.

Keteladanan pimpinan sekolah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama yang diterapkan secara berkelanjutan.

Kebersihan Sekolah dan Pendidikan Karakter Siswa

Kebersihan lingkungan sekolah memiliki kaitan erat dengan pembentukan karakter peserta didik. Melalui kebiasaan menyapu, membuang sampah pada tempatnya, merawat tanaman, dan menjaga fasilitas umum, siswa dapat belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian, serta gotong royong.

Lingkungan yang terawat juga dapat membantu menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman. Karena itu, keterlibatan seluruh warga sekolah menjadi unsur penting dalam menjaga kebersihan, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga para siswa.

Upaya tersebut dapat diperkuat melalui pembiasaan rutin, pembagian tanggung jawab kebersihan kelas, perawatan tanaman, serta pengenalan tanaman obat keluarga sebagai bagian dari kegiatan edukatif.

Meski terlihat sederhana, kegiatan merawat halaman sekolah dapat menjadi sarana pembelajaran karakter apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan peserta didik sesuai usia serta kemampuan mereka.

Bagi SDN 17 Bilah Barat, kepedulian terhadap lingkungan diharapkan menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan sekadar kegiatan membersihkan halaman pada waktu tertentu.

Membangun Sekolah Bersih Dimulai dari Keteladanan

Apa yang dilakukan Rismawati Lubis memberikan pesan bahwa menciptakan sekolah yang bersih dan asri dapat dimulai dari tindakan sederhana. Menyapu halaman, menata bunga, merawat apotek hidup, dan memperhatikan lingkungan sekolah merupakan bentuk kepedulian yang dapat menginspirasi warga sekolah.

Dengan dukungan para guru dan partisipasi siswa, kebiasaan tersebut diharapkan tumbuh menjadi budaya positif yang terbawa hingga lingkungan keluarga dan masyarakat.

Sekolah yang bersih bukan hanya mencerminkan kondisi fisik bangunan, tetapi juga dapat menggambarkan tumbuhnya kesadaran bersama untuk menjaga kenyamanan, kesehatan lingkungan, dan tanggung jawab sosial.

Pewarta: DR. Rangkuti

WINEws TV – Warta Indonesia News

Tajam, Terpercaya, Berita Sesuai Fakta dan Nyata.

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close