Tanggamus, Lampung WINews- Pergantian kepemimpinan di lingkungan kepolisian bukan sekadar perubahan jabatan. Bagi masyarakat di daerah, momentum tersebut sering menjadi ruang untuk mengenang hubungan yang telah terbangun antara aparat keamanan, pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat selama seorang pejabat menjalankan tugasnya.
Nuansa tersebut terasa dalam ucapan perpisahan yang disampaikan Mirza YB, SE, Ketua DPC APDESI Kabupaten Tanggamus sekaligus Wakil Panglima Penggintokh Alam Tanggamus dan Waka Panglima Pahgito Alam Tanggamus dari Kerajaan Adat Paksipak, Skala Brak, Kepaksian Pernong Lampung.
Ucapan tersebut ditujukan kepada AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., yang mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Tanggamus dan mendapat amanah untuk melanjutkan pengabdian pada penugasan berikutnya.
Bagi keluarga besar Kerajaan Adat Paksipak, Skala Brak, Kepaksian Pernong Lampung serta jajaran DPC APDESI Kabupaten Tanggamus, masa kepemimpinan AKBP Rahmad Sujatmiko meninggalkan kesan tersendiri, terutama dalam membangun komunikasi dan hubungan antara kepolisian dengan masyarakat.
Kepolisian, Pemerintah Pekon dan Masyarakat
Menurut Mirza YB, keberadaan seorang pimpinan kepolisian di tengah masyarakat bukan hanya berkaitan dengan penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan. Lebih dari itu, komunikasi yang baik dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.
Ia menilai selama menjalankan tugas di Tanggamus, AKBP Rahmad Sujatmiko mampu membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, termasuk para pemangku adat, kepala pekon, organisasi pemerintahan desa, serta warga.
Hubungan tersebut dinilai penting karena persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum. Dibutuhkan pula komunikasi, pencegahan, pendekatan sosial, dan keterlibatan masyarakat.
Dalam konteks kehidupan masyarakat Tanggamus yang memiliki kekayaan adat dan budaya, penghormatan terhadap nilai-nilai lokal menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara aparat dengan masyarakat.
"Kami saksikan sendiri, sejak Bapak AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H. memegang tampuk pimpinan, Kabupaten Tanggamus senantiasa terjaga dalam suasana yang aman, damai, dan tenteram. Tidak ada sekat antara kepolisian dan rakyat, antara kepolisian dan pemerintahan desa," ujar Mirza YB.
Ia menambahkan, AKBP Rahmad dinilai bersedia turun langsung mendengarkan aspirasi masyarakat dan menjalin komunikasi dengan berbagai elemen yang ada di Kabupaten Tanggamus.
Sinergi dengan Lembaga Adat
Bagi masyarakat adat, keamanan dan ketertiban memiliki dimensi yang lebih luas. Selain penegakan aturan, kehidupan masyarakat juga berkaitan erat dengan nilai kebersamaan, penghormatan terhadap adat istiadat, serta upaya menjaga keharmonisan antarwarga.
Mirza menyebut komunikasi antara kepolisian dengan lembaga adat selama ini menjadi bagian dari upaya membangun suasana yang kondusif.
Ia menilai pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa menjaga keamanan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Kepolisian menjalankan fungsi penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan. Pemerintah pekon menjalankan pelayanan serta pembangunan masyarakat. Sementara lembaga adat memiliki peran sosial dan kultural dalam menjaga nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Ketika ketiga unsur tersebut dapat berkomunikasi secara baik, berbagai persoalan sosial berpotensi lebih cepat diketahui dan dicarikan jalan keluarnya melalui mekanisme yang sesuai.
APDESI: Hubungan Baik Menjadi Modal Penting
Sebagai Ketua DPC APDESI Kabupaten Tanggamus, Mirza juga menyoroti pentingnya hubungan antara kepolisian dan pemerintahan desa.
Menurutnya, kepala pekon dan perangkat pemerintahan desa merupakan pihak yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, komunikasi dengan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas di tingkat akar rumput.
Sinergi tersebut dapat mencakup berbagai persoalan, mulai dari keamanan lingkungan, pencegahan gangguan kamtibmas, penyelesaian persoalan sosial, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga ketertiban dan mematuhi hukum.
Dalam kerangka tersebut, hubungan antara Polres dan pemerintahan pekon tidak hanya bersifat kelembagaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat.
Dari Tanggamus Menuju Pengabdian Berikutnya
Kini, perjalanan pengabdian AKBP Rahmad Sujatmiko memasuki fase berikutnya.
Bagi keluarga besar yang selama ini berinteraksi dengannya di Tanggamus, perpindahan tugas tersebut menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi sekaligus doa agar amanah baru dapat dijalankan dengan baik.
"Maka dari lubuk hati terdalam, atas nama seluruh keluarga besar Penggintokh Alam, Pahgito Alam, Kerajaan Adat Paksipak Skala Brak Kepaksian Pernong Lampung, serta seluruh jajaran APDESI Kabupaten Tanggamus, kami mendoakan semoga langkah Bapak AKBP Rahmad Sujatmiko senantiasa dilindungi Tuhan Yang Maha Esa," kata Mirza.
Doa tersebut juga mencakup harapan agar AKBP Rahmad diberikan kesehatan, kekuatan, kebijaksanaan, serta kelancaran dalam menjalankan amanah pada tempat tugas yang baru.
Pesan tentang Kepemimpinan dan Pengabdian
Perpisahan tersebut sekaligus menyampaikan pesan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dikenang berdasarkan jabatan yang pernah diembannya, tetapi juga melalui hubungan dan nilai yang ditinggalkan selama menjalankan amanah.
Bagi Mirza dan keluarga besar lembaga adat serta APDESI Tanggamus, sikap terbuka dalam berkomunikasi, menghormati masyarakat, dan membangun hubungan dengan berbagai elemen menjadi bagian dari kesan yang mereka rasakan selama AKBP Rahmad bertugas.
"Jasa-jasa Bapak tidak akan pudar dimakan waktu. Keteladanan, ketulusan, dan persahabatan Bapak akan selalu terpatri di hati kami, anak-anak Kepaksian Pernong, para pemimpin desa, dan seluruh warga Kabupaten Tanggamus," tuturnya.
Ucapan tersebut bukan hanya menjadi salam perpisahan kepada seorang pejabat kepolisian, tetapi juga menjadi gambaran bagaimana hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat dapat tumbuh melalui komunikasi serta penghormatan terhadap peran masing-masing.
Damai yang Telah Dibangun Perlu Dijaga Bersama
Mirza berharap nilai persaudaraan dan komunikasi yang telah terbangun selama ini dapat terus dipertahankan oleh seluruh elemen masyarakat Tanggamus.
Menurutnya, keamanan dan kedamaian daerah bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Pemerintah daerah, pemerintahan pekon, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga memiliki peran yang sama penting dalam menjaga lingkungan masing-masing.
"Pergilah dengan tenang, Bapak. Damai yang telah kita bangun bersama ini akan kami jaga. Di mana pun Bapak berada, semoga tetap membawa semangat yang sama: melindungi yang lemah, mengayomi seluruh rakyat, dan menghormati kebenaran," ucap Mirza.
Ia juga menyampaikan harapan agar hubungan silaturahmi yang telah terjalin tidak berhenti karena pergantian tugas.
"Semoga kelak kita dipertemukan kembali dalam keadaan yang lebih baik, lebih bahagia, dan penuh keberkahan."
Bagi masyarakat Tanggamus, pergantian seorang pimpinan kepolisian menjadi bagian dari dinamika organisasi. Namun, nilai yang lebih penting adalah bagaimana kesinambungan pelayanan publik, keamanan, komunikasi dengan masyarakat, serta sinergi antarlembaga dapat terus berjalan.
Selamat jalan dan selamat menjalankan amanah di tempat tugas yang baru, AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H.
WINews | Wartaindonesianews.co.id
Pewarta: Rodi Ajat Subekti

0 Komentar