
PURBALINGGA, WINews - Penguatan karakter, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi pemimpin muda di lingkungan sekolah. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) SMAN 1 Bukateja, Kabupaten Purbalingga, yang diikuti 80 siswa pengurus OSIS dan perwakilan organisasi ekstrakurikuler selama dua hari, Jumat–Sabtu (23–24 Oktober 2026).
Salah satu materi yang mendapat perhatian peserta adalah workshop public speaking atau keterampilan berbicara di depan umum. Materi tersebut disampaikan oleh Ratna Palupi, S.Pd., C.Tr., di aula SMAN 1 Bukateja, Sabtu (24/10/2026).
Pelatihan ini menjadi bagian dari pembekalan bagi para siswa agar mampu menyampaikan gagasan secara jelas, membangun kepercayaan diri, serta berkomunikasi secara efektif ketika menjalankan tugas organisasi sekolah.
Public Speaking Jadi Bekal Penting Calon Pemimpin Muda
Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik berbicara di depan umum, cara membangun keberanian tampil, serta strategi menyampaikan pendapat secara terstruktur dan menarik.
Materi dikemas secara interaktif agar siswa tidak hanya memahami konsep komunikasi, tetapi juga terdorong untuk mempraktikkannya. Pendekatan ini penting karena keterampilan berbicara tidak cukup dipelajari melalui teori, melainkan perlu dikembangkan melalui latihan dan pengalaman secara bertahap.

Bagi pengurus OSIS dan organisasi ekstrakurikuler, kemampuan komunikasi memiliki peran strategis dalam berbagai kegiatan. Mulai dari memimpin rapat, menyampaikan aspirasi teman sebaya, mempresentasikan program kerja, hingga berkoordinasi dalam pelaksanaan kegiatan sekolah.
Kemampuan tersebut juga membantu siswa belajar menyampaikan perbedaan pendapat secara santun, mendengarkan orang lain, dan membangun kerja sama dalam kelompok.
Ratna Palupi menegaskan bahwa keterampilan public speaking merupakan salah satu bekal penting bagi seorang pemimpin, termasuk pelajar yang aktif dalam organisasi.
“Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki ide dan gagasan, tetapi juga harus mampu menyampaikannya dengan baik. Melalui public speaking, siswa belajar membangun keberanian, menyampaikan pendapat secara terstruktur, serta memengaruhi orang lain melalui komunikasi yang positif. Jangan menunggu percaya diri untuk berani tampil, tetapi beranilah mencoba agar kepercayaan diri tumbuh melalui latihan,” ungkap Ratna.
Pesan tersebut menekankan bahwa kepercayaan diri bukan semata-mata sesuatu yang dimiliki sejak awal. Keberanian untuk mencoba, kesiapan menerima masukan, dan konsistensi berlatih dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kemampuan komunikasi siswa.

Tiga Materi LDK untuk Membentuk Pemimpin yang Kompeten
Selain workshop public speaking, kegiatan LDK SMAN 1 Bukateja juga menghadirkan materi manajemen organisasi yang disampaikan oleh Kepala SMAN 1 Bukateja, Purwito, S.Pd., M.M.
Sementara itu, materi kepemimpinan dan keorganisasian disampaikan oleh Fadli Maulana, S.Pd.
Ketiga materi tersebut saling melengkapi dalam memberikan bekal kepada peserta. Keterampilan komunikasi membantu siswa menyampaikan gagasan, manajemen organisasi memberikan pemahaman tentang pengelolaan kegiatan, sedangkan materi kepemimpinan dan keorganisasian memperkuat pemahaman mengenai tanggung jawab dalam menjalankan peran sebagai pengurus.
Dalam praktiknya, kepemimpinan pelajar tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memberikan arahan kepada anggota. Seorang pengurus organisasi juga perlu memiliki kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, sikap bertanggung jawab, serta kesediaan mendengarkan aspirasi anggota lainnya.
Melalui pembekalan tersebut, para peserta diharapkan mampu memahami bahwa organisasi sekolah merupakan ruang belajar untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membangun budaya kerja sama yang positif.

Peserta Merasa Mendapat Pengalaman yang Bermanfaat
Antusiasme peserta menjadi salah satu bagian dari pelaksanaan workshop. Nurul, salah satu peserta LDK, mengaku terkesan dengan materi public speaking yang diberikan.
Menurutnya, kegiatan tersebut berlangsung menarik dan memberikan manfaat bagi siswa yang ingin meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum.
“Saya sangat terkesan dengan materi public speaking. Kegiatannya seru dan menarik. Terima kasih kepada narasumber atas ilmu yang diberikan. Sangat bermanfaat bagi kami,” ujar Nurul.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong peserta untuk lebih berani mengemukakan pendapat, tampil dalam kegiatan sekolah, dan mengambil peran aktif dalam organisasi.
Keterampilan komunikasi yang terus diasah juga dapat menjadi bekal bagi siswa ketika menghadapi berbagai kesempatan di masa depan, termasuk presentasi akademik, kegiatan sosial, wawancara, dan dunia kerja.

LDK Menjadi Ruang Belajar Karakter dan Tanggung Jawab
Latihan Dasar Kepemimpinan memiliki peran penting sebagai sarana pembelajaran bagi siswa yang mulai menjalankan tanggung jawab organisasi. Melalui kegiatan semacam ini, pelajar dapat mempelajari kepemimpinan tidak hanya sebagai konsep, tetapi juga sebagai praktik yang membutuhkan kedisiplinan, komunikasi, dan komitmen.
Keberhasilan seorang pengurus organisasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Kemampuan menyusun program, membagi tugas secara adil, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, dan mempertanggungjawabkan keputusan juga menjadi bagian penting dari proses berorganisasi.
Karena itu, pembekalan komunikasi, manajemen organisasi, serta kepemimpinan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah kegiatan LDK berakhir.
Para peserta juga diharapkan mampu menjadi contoh positif bagi teman sebaya, membangun lingkungan organisasi yang inklusif, serta mengembangkan kegiatan yang bermanfaat bagi warga sekolah.
Melalui LDK yang diikuti 80 siswa tersebut, SMAN 1 Bukateja diharapkan dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang percaya diri, komunikatif, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan karakter dan pengembangan keterampilan nonakademik sebagai bagian dari upaya mempersiapkan pelajar menghadapi tantangan masa depan.
Pewarta: Nursoleh
Warta Indonesia News (WINews)
Keberhasilan seorang pengurus organisasi tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Kemampuan menyusun program, membagi tugas secara adil, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, dan mempertanggungjawabkan keputusan juga menjadi bagian penting dari proses berorganisasi.
Karena itu, pembekalan komunikasi, manajemen organisasi, serta kepemimpinan diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah kegiatan LDK berakhir.
Para peserta juga diharapkan mampu menjadi contoh positif bagi teman sebaya, membangun lingkungan organisasi yang inklusif, serta mengembangkan kegiatan yang bermanfaat bagi warga sekolah.
Melalui LDK yang diikuti 80 siswa tersebut, SMAN 1 Bukateja diharapkan dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang percaya diri, komunikatif, disiplin, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan karakter dan pengembangan keterampilan nonakademik sebagai bagian dari upaya mempersiapkan pelajar menghadapi tantangan masa depan.
Pewarta: Nursoleh
Warta Indonesia News (WINews)
0 Komentar