Breaking News

Audio Reader
Speed:

Pemkab Banjarnegara dan Kodim 0704 Perkuat KDKMP, 155 Manajer Didorong Bangun Ekonomi Desa Berkelanjutan


BANJARNEGARA, Warta Indonesia News - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama Kodim 0704/Banjarnegara terus memperkuat sinergi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dan pengarahan bagi para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) se-Kabupaten Banjarnegara, Rabu (7/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Makhlani Kodim 0704/Banjarnegara tersebut menjadi forum koordinasi sekaligus penguatan kapasitas bagi para pengelola koperasi yang akan berhadapan langsung dengan dinamika perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Sebanyak 155 manajer KDKMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara mengikuti kegiatan tersebut. Hadir dalam forum itu Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Hendro Cahyono, S.E., M.Si., Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu, S.Pd., Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Plt. Kepala Disperindagkop UKM, serta Kepala Dispermades PPKB.

Koperasi Desa Didorong Menjadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Dalam arahannya, Sekda Banjarnegara Hendro Cahyono menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0704/Banjarnegara yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, pembangunan ekonomi desa membutuhkan kerja bersama berbagai pihak. Pemerintah daerah, TNI, pemerintah desa, pengurus koperasi, manajer KDKMP, pelaku UMKM, petani, pedagang, serta masyarakat harus memiliki visi yang sama agar keberadaan koperasi benar-benar memberikan manfaat ekonomi.a

Hendro menegaskan bahwa KDKMP tidak semestinya dipandang sekadar sebagai pembentukan kelembagaan baru. Lebih jauh, koperasi diharapkan mampu menjadi instrumen untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah di tingkat desa.

“KDKMP harus kita pandang lebih dari pembentukan kelembagaan baru. Kehadiran koperasi ini membawa harapan agar aktivitas ekonomi di desa semakin terorganisasi, efisien, untuk dan mampu memberikan nilai tambah nyata bagi masyarakat,” kata Hendro.

Pernyataan tersebut menempatkan koperasi bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya kegiatan usaha, tetapi juga sebagai salah satu sarana untuk membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih terorganisasi.

Dengan pengelolaan yang profesional, koperasi desa diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses terhadap pasar, memperkuat rantai pasok, serta membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Jangan Mematikan Usaha Warga yang Sudah Berjalan

Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah keberadaan KDKMP harus mampu berjalan berdampingan dengan usaha masyarakat yang sudah berkembang.

Hendro menegaskan, koperasi tidak boleh justru mengambil ruang usaha pedagang kecil, petani, maupun pelaku UMKM yang selama ini telah menjadi bagian dari perekonomian desa.

Sebaliknya, KDKMP diharapkan menjadi penguat yang membantu memperluas akses pasar dan meningkatkan posisi tawar pelaku usaha lokal.

“Koperasi tidak boleh hadir untuk mematikan usaha masyarakat yang sudah ada. Sebaliknya, koperasi harus menjadi penguat yang memperluas akses pasar sekaligus memperkuat posisi pedagang kecil, petani, dan pelaku UMKM di masing-masing desa,” tegasnya.

Konsep tersebut menjadi penting karena perekonomian desa pada dasarnya ditopang oleh berbagai sektor usaha yang sudah berjalan, mulai dari perdagangan, pertanian, peternakan, jasa hingga usaha mikro dan kecil.

Karena itu, pengembangan KDKMP perlu memperhatikan potensi ekonomi lokal agar koperasi dapat menjadi mitra masyarakat, bukan pesaing bagi usaha warga.

Manajer KDKMP Dituntut Menjaga Integritas dan Kepercayaan

Dalam pengelolaan koperasi, manajer memiliki posisi strategis. Mereka tidak hanya bertugas menjalankan kegiatan operasional, tetapi juga dituntut mampu menerjemahkan kebijakan dan tujuan program ke dalam kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hendro mengatakan para manajer merupakan penghubung antara gagasan besar penguatan ekonomi desa dengan implementasi di lapangan.

Karena itu, aspek profesionalisme, integritas, transparansi, dan akuntabilitas menjadi hal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“Para manajer memegang peran penting sebagai penghubung antara gagasan besar penguatan ekonomi desa dan pelaksanaannya di lapangan. Bangunlah koperasi dengan integritas serta jaga kepercayaan masyarakat,” tambahnya.

Kepercayaan masyarakat menjadi modal penting bagi koperasi. Pengelolaan usaha yang terbuka, tertib administrasi, serta berorientasi pada manfaat anggota dan masyarakat akan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan koperasi.

Kodim 0704 Siap Dukung Penguatan Ekonomi Desa

Sementara itu, Dandim 0704/Banjarnegara Letkol Inf Nodelismen Hulu mengatakan kegiatan Komsos tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program prioritas pemerintah.

Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat diperlukan agar program penguatan ekonomi desa dapat berjalan secara efektif.

Kodim 0704/Banjarnegara menyatakan kesiapan untuk mendampingi para manajer dan pengurus koperasi dalam menjalankan perannya, sehingga diharapkan dapat mendukung tumbuhnya perekonomian desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Pendampingan dan koordinasi lintas sektor dinilai penting mengingat setiap desa memiliki karakteristik, potensi, serta tantangan ekonomi yang berbeda.

Manajer KDKMP: Banyak Informasi Menjadi Lebih Jelas

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah seorang Manajer KDKMP yang ditempatkan di Desa Bawang, Kecamatan Bawang, Destia Normala, menilai forum pengarahan tersebut memberikan manfaat bagi para manajer di lapangan.

Menurut Destia, kesempatan untuk memperoleh penjelasan sekaligus menyampaikan pertanyaan secara langsung membantu memperjelas berbagai hal yang sebelumnya masih belum dipahami secara menyeluruh.

“Komsos ini sangat bermanfaat karena banyak informasi yang tadinya masih ambigu menjadi jelas. Kami bisa bertanya langsung sehingga pemahaman kami semakin kuat,” ujar Destia usai kegiatan.

Ia berharap koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga pengelola KDKMP terus diperkuat.

Menurutnya, komunikasi yang baik akan membantu para manajer menjalankan tugas secara lebih terarah serta mengurangi kesalahpahaman dalam pelaksanaan program di tingkat desa.

“Semoga seluruh manajer di daerah bisa menjalankan tugas dengan lancar dan sukses sesuai harapan Presiden untuk memajukan ekonomi Indonesia,” tuturnya.

KDKMP dan Masa Depan Ekonomi Desa Banjarnegara

Penguatan KDKMP di Banjarnegara pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai pembentukan dan pengelolaan koperasi. Lebih luas, program tersebut berkaitan dengan bagaimana potensi ekonomi desa dapat dikelola secara profesional sehingga memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Keberhasilan koperasi akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan pengelola membaca kebutuhan pasar, mengembangkan usaha sesuai potensi lokal, membangun kemitraan, serta menjaga tata kelola yang sehat.

Bagi masyarakat desa, koperasi yang dikelola dengan baik berpotensi menjadi salah satu pintu untuk memperluas akses terhadap kegiatan ekonomi, pemasaran produk, dan kerja sama usaha.

Karena itu, forum Komsos yang mempertemukan pemerintah daerah, TNI, serta 155 manajer KDKMP tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengarahan. Koordinasi dan pendampingan secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar gagasan penguatan ekonomi desa benar-benar dapat diwujudkan dalam kegiatan usaha yang produktif, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat Banjarnegara.

Pewarta: Nursoleh

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close