WINews – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tengah terus memperkuat kualitas sumber daya manusia dan kepemimpinan organisasi melalui penguatan wawasan kebangsaan. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mengikutsertakan enam pengurus KADIN Sulteng dalam Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Jakarta.
Enam pengurus yang mengikuti program tersebut yakni Kristian Seleng, Mujib Abdul Karim, Mashuri A. Rahim, Andi Ahmad, Fais Arfianto, dan Moh. Fadli Panende. Keikutsertaan mereka merupakan bagian dari upaya membangun pengusaha yang tidak hanya unggul dalam dunia bisnis, tetapi juga memiliki perspektif kebangsaan yang kuat.
Ketua Umum KADIN Sulawesi Tengah, Gufran Ahmad, menegaskan bahwa tantangan dunia usaha saat ini tidak lagi terbatas pada aspek ekonomi dan bisnis semata. Menurutnya, para pengusaha perlu memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika nasional maupun global, mulai dari investasi, industri, hingga perkembangan geopolitik internasional.
“Penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi fondasi penting agar pelaku usaha mampu berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerah, membuka lapangan kerja, memperkuat pelaku usaha lokal, serta mendukung ketahanan ekonomi nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejalan dengan gagasan KADIN Indonesia dan Lemhannas RI, dunia usaha didorong menjadi bagian dari kekuatan nasional yang mampu menjaga stabilitas serta mendukung kemajuan bangsa.
Melalui program tersebut, KADIN Sulteng berharap para peserta memperoleh wawasan strategis, pengalaman kepemimpinan, serta jejaring yang dapat diterapkan dalam pengembangan organisasi maupun aktivitas usaha.
Selain itu, KADIN Sulteng berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, TNI, Polri, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna menciptakan iklim usaha yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Dengan mengusung semangat “pengusaha pejuang”, KADIN Sulteng ingin memastikan dunia usaha tidak hanya menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis dalam memperkuat ketahanan nasional serta mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Pewarta: Junaidi

0 Komentar