Perdana Digelar, MTQ I Desa Kampung Baru Labuhanbatu Libatkan 8 Dusun, Kades Ahmad Hasibuan: Al-Qur’an Pedoman Hidup
LABUHANBATU, WINews TV - Antusiasme masyarakat dari delapan dusun mewarnai pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-I yang dirangkaikan dengan tabligh akbar di Desa Kampung Baru, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di lapangan kawasan Warkop BUMDes Aek Tayas, Desa Kampung Baru, tersebut menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat setempat. Untuk pertama kalinya, desa ini menyelenggarakan MTQ sebagai wadah pembinaan keagamaan, pengembangan bakat generasi muda, serta penguatan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Warga dari delapan dusun tampak beramai-ramai menghadiri kegiatan tersebut. Sejumlah orang tua juga datang bersama anak-anak mereka yang mengikuti berbagai cabang perlombaan. Kehadiran masyarakat menunjukkan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang diharapkan mampu mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan semangat belajar agama di lingkungan desa.
Kades Ahmad Hasibuan: MTQ untuk Menanamkan Nilai Al-Qur’an
Kepala Desa Kampung Baru, Ahmad Hasibuan, saat dikonfirmasi jurnalis Warta Indonesia News TV sekitar pukul 09.00 WIB, menjelaskan bahwa kegiatan MTQ ke-I dan tabligh akbar tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hari.
Menurut Ahmad, penyelenggaraan kegiatan ini bertujuan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap ajaran Islam.
Ia juga menjelaskan bahwa pembiayaan kegiatan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Sementara itu, dewan juri atau penilai perlombaan melibatkan pihak dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bilah Barat.
Pelibatan unsur KUA diharapkan mendukung pelaksanaan perlombaan agar berjalan sesuai kaidah dan kriteria penilaian pada masing-masing cabang.
Penyelenggaraan MTQ di tingkat desa tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dapat berfungsi sebagai sarana pendidikan keagamaan. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dan remaja memiliki kesempatan untuk melatih keberanian, kedisiplinan, kemampuan membaca Al-Qur’an, serta keterampilan menyampaikan pesan-pesan keagamaan.
Tujuh Cabang Perlombaan Warnai MTQ Perdana
Dalam pelaksanaan MTQ ke-I Desa Kampung Baru, panitia menyelenggarakan tujuh cabang perlombaan yang mencakup kemampuan membaca Al-Qur’an, keterampilan keagamaan, seni Islami, hingga pengembangan karakter peserta.
Berikut cabang perlombaan yang disampaikan dalam keterangan kegiatan:
1. Lomba tilawah Al-Qur’an, untuk mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.
2. Lomba azan, sebagai wadah melatih kemampuan mengumandangkan panggilan salat.
3. Lomba Juz Amma, untuk mendorong peserta menghafal dan memahami surah-surah pendek dalam Al-Qur’an.
4. Lomba Marsanji atau Barzanji, sebagai bagian dari tradisi seni dan pembacaan puji-pujian dalam masyarakat Muslim.
5. Lomba pidato keagamaan, untuk melatih keberanian berbicara di depan umum dan menyampaikan pesan positif.
6. Lomba busana muslim, untuk menampilkan kreativitas dalam busana yang sesuai dengan nilai kesopanan.
7. Festival nasyid, sebagai wadah pengembangan bakat seni Islami melalui lantunan lagu-lagu bernuansa religi.
Rangkaian perlombaan tersebut diharapkan mampu memberikan pengalaman positif kepada peserta. Selain mengejar prestasi, anak-anak juga dapat belajar mengenai sportivitas, tanggung jawab, kebersamaan, dan penghargaan terhadap kemampuan orang lain.
Kegiatan seperti ini akan semakin bermanfaat apabila pembinaan tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Pendampingan oleh guru mengaji, tokoh agama, orang tua, dan pemerintah desa dapat membantu peserta mempertahankan semangat belajar serta mengembangkan bakat mereka secara berkelanjutan.
Orang Tua Peserta Apresiasi MTQ Pertama di Kampung Baru
Apresiasi terhadap penyelenggaraan MTQ ke-I juga disampaikan Mustaro, warga Dusun Tebangan B, Desa Kampung Baru, yang hadir mendampingi anaknya dalam kegiatan tersebut.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kepala Desa Ahmad Hasibuan atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang dinilai memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk berpartisipasi dalam perlombaan bernuansa Islami.
Menurut Mustaro, pelaksanaan MTQ perdana ini menjadi pengalaman yang membanggakan bagi masyarakat karena kegiatan serupa baru pertama kali diselenggarakan di Desa Kampung Baru.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang terlibat dan terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya.
“Semoga kegiatan ini menjadi amal kebaikan dunia dan akhirat. Kami sebagai masyarakat sangat terharu karena baru pertama kali Desa Kampung Baru mengadakan MTQ seperti ini. Harapan kami, kegiatan ini bisa dilaksanakan setiap tahun,” ungkap Mustaro.
Dukungan warga menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan keagamaan. Partisipasi orang tua juga menunjukkan bahwa pendidikan karakter anak tidak hanya berlangsung di rumah dan sekolah, tetapi dapat diperkuat melalui lingkungan sosial dan kegiatan kemasyarakatan.
Penggunaan APBDes untuk Kegiatan Keagamaan Perlu Dikelola Transparan
Selain memiliki nilai pendidikan dan sosial, penyelenggaraan MTQ yang menggunakan anggaran desa juga menjadi bagian dari pelaksanaan program kemasyarakatan yang perlu dikelola secara tertib dan akuntabel.
Kepala desa telah menyampaikan bahwa pembiayaan kegiatan bersumber dari APBDes Tahun Anggaran 2026. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan anggaran perlu mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk kesesuaian dengan perencanaan dan penganggaran desa, bukti pengeluaran, serta pertanggungjawaban kegiatan.
Transparansi anggaran merupakan unsur penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Informasi mengenai alokasi biaya, rincian penggunaan dana, dan laporan pertanggungjawaban dapat disampaikan melalui mekanisme resmi pemerintah desa sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan pengelolaan yang tertib, kegiatan keagamaan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat spiritual dan sosial, tetapi juga menjadi contoh penyelenggaraan program desa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Harapan MTQ Kampung Baru Menjadi Agenda Tahunan
Pelaksanaan MTQ ke-I Desa Kampung Baru memperlihatkan potensi kegiatan keagamaan sebagai sarana memperkuat hubungan antardusun sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan.
Dukungan masyarakat, keterlibatan orang tua, pembinaan tokoh agama, serta peran pemerintah desa menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan tersebut.
Ke depan, penyelenggaraan MTQ dapat dikembangkan melalui pembinaan peserta secara rutin, peningkatan kualitas pelaksanaan perlombaan, serta pelibatan lebih luas unsur pendidikan dan keagamaan di Kecamatan Bilah Barat.
Harapan masyarakat agar MTQ dilaksanakan setiap tahun menjadi dorongan bagi semua pihak untuk mengevaluasi pelaksanaan perdana dan merancang kegiatan berikutnya secara lebih baik.
Bagi masyarakat Kampung Baru, MTQ bukan sekadar perlombaan untuk menentukan pemenang. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, membangun karakter generasi muda, serta memperkuat semangat kebersamaan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pewarta: Daud Rinaldy Rangkuti
Warta Indonesia News TV (WINews TV)
Tajam, Terpercaya, Berita Sesuai Fakta dan Nyata.

0 Komentar