
BANJARNEGARA, WINews – Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat sekolah dasar (SD) yang sempat lama tidak diselenggarakan kembali hadir di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Kegiatan ini digagas melalui inisiatif Komisi IV DPRD Kabupaten Banjarnegara bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) sebagai upaya mendorong peningkatan mutu pendidikan, mengasah kemampuan akademik, serta membangkitkan kembali semangat belajar peserta didik sejak dini.
Kegiatan LCC tingkat SD tersebut dilaksanakan oleh Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Ki Hajar Dewantara Kecamatan Karangkobar di SD Negeri 2 Karangkobar, Rabu (14/10/2026). Sebanyak 27 sekolah dasar di wilayah Kecamatan Karangkobar mengikuti kompetisi tersebut, dengan masing-masing sekolah mengirimkan tiga siswa sebagai perwakilan tim.
Kembalinya ajang akademik ini menjadi momentum bagi sekolah untuk memberikan ruang kepada siswa dalam menguji pengetahuan, melatih kecepatan berpikir, membangun keberanian, dan mengembangkan kemampuan bekerja sama dalam suasana kompetisi yang edukatif.
Komisi IV DPRD Banjarnegara Dorong Penguatan Pendidikan Dasar
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi Gerindra, Anto, hadir dalam kegiatan tersebut bersama Ketua K3S Kecamatan Karangkobar Paidi dan Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Dindikpora Karangkobar, Bagyio.
Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Anto menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang berpartisipasi, para guru pendamping, tenaga pendidik, serta panitia penyelenggara.
Menurutnya, Lomba Cerdas Cermat tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan atau kekalahan. Lebih dari itu, kompetisi tersebut menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu memahami materi pembelajaran yang telah diterima di sekolah.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin terlatih dalam mengembangkan kemampuan berpikir logis, penalaran, analisis, daya ingat, serta keberanian menyampaikan jawaban di hadapan peserta lain.
LCC juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar menghadapi tantangan secara sportif, menghargai kemampuan orang lain, dan membangun kerja sama tim sejak usia sekolah dasar.
Penyelenggaraan kompetisi akademik seperti ini dapat menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi di ruang kelas, tetapi juga memberikan pengalaman belajar melalui praktik, interaksi, dan tantangan langsung.
Materi LCC Meliputi Pengetahuan Umum hingga Kearifan Lokal Banjarnegara
Ketua Panitia LCC, Dwi Sulistyowati, yang juga menjabat sebagai Kepala SD Negeri 1 Leksana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan motivasi belajar sekaligus menumbuhkan keinginan siswa untuk lebih giat mendalami pelajaran.
Ia menerangkan, materi yang dilombakan mencakup pengetahuan umum, berhitung, Pendidikan Pancasila, serta pengetahuan mengenai budaya dan kearifan lokal Banjarnegara.
Pemilihan materi tersebut dimaksudkan agar siswa tidak hanya memahami pelajaran yang diperoleh di sekolah, tetapi juga mengenal lingkungan sosial, budaya, dan nilai-nilai lokal yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya.
Menurut Dwi, pengenalan budaya daerah melalui kegiatan pendidikan penting untuk memperluas wawasan siswa sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap identitas dan kekayaan budaya Banjarnegara.
“Lomba Cerdas Cermat ini merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kecerdasan anak, terutama daya ingat serta wawasan pengetahuan, mulai dari sains, pengetahuan umum, Pendidikan Pancasila, hingga berhitung,” ujarnya.
Dengan cakupan materi tersebut, LCC diharapkan menjadi sarana untuk mengukur pemahaman siswa secara lebih luas sekaligus mendorong sekolah memperkuat proses pembelajaran yang menarik dan bermakna.
K3S Karangkobar: LCC Diharapkan Menjadi Agenda Pendidikan Berkelanjutan
Ketua K3S sekaligus Korwilcam Dindikpora Karangkobar, Paidi, S.Pd.SD., yang juga menjabat sebagai Kepala SD Negeri 2 Karangkobar, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Komisi IV DPRD Kabupaten Banjarnegara dalam mendorong terselenggaranya kembali kompetisi akademik tersebut.
Ia berharap kegiatan LCC dapat menjadi pemicu meningkatnya motivasi siswa dalam belajar dan memperkuat kembali kebiasaan belajar yang terarah.
Paidi juga menyoroti tantangan pembelajaran pada era digital, ketika penggunaan telepon seluler, termasuk untuk bermain gim, dapat mengganggu waktu belajar apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan pengaturan yang tepat.

Menurutnya, kegiatan edukatif seperti LCC dapat menjadi salah satu alternatif untuk membangun suasana belajar yang lebih menarik, kompetitif, dan mendorong siswa aktif mengembangkan pengetahuan.
Namun, upaya meningkatkan kualitas pembelajaran tetap memerlukan keterlibatan bersama antara sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan masyarakat. Penggunaan teknologi digital perlu diarahkan agar dapat mendukung pendidikan, bukan justru mengurangi konsentrasi belajar anak.
Guru Pendamping Apresiasi LCC, Soroti Persiapan Penyelenggaraan
Antusiasme terlihat dari para guru pendamping yang menyaksikan siswa mereka mengikuti perlombaan. Para pendamping tampak memberikan dukungan kepada peserta yang tengah berkompetisi di ruang kegiatan.
Meski mengapresiasi manfaat akademik yang diperoleh siswa, salah seorang guru pendamping dari SD Negeri 2 Pasuruan, Indah H., menyampaikan catatan mengenai persiapan penyelenggaraan.
Ia menilai LCC merupakan kegiatan positif untuk membantu meningkatkan kemampuan akademik siswa dan memotivasi mereka agar lebih giat menyerap materi pembelajaran di sekolah.
Namun, menurut Indah, pelaksanaan kegiatan kali ini terkesan mendadak sehingga sekolah merasa belum memiliki waktu persiapan yang memadai.
Ia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat direncanakan lebih awal agar seluruh sekolah mempunyai kesempatan yang cukup untuk menyiapkan peserta, menyusun program pembinaan, serta memperkuat pemahaman siswa terhadap materi yang akan dilombakan.
“Program seperti ini dulu pernah ada, tetapi sudah lama vakum. Alhamdulillah sekarang ada lagi. Saya berharap program ini terus dilaksanakan setiap tahun agar anak-anak semakin giat belajar dan termotivasi,” ungkapnya.
Indah juga berharap LCC dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendorong siswa lebih disiplin dalam belajar dan mengerjakan tugas sekolah, terutama di tengah meningkatnya daya tarik permainan digital.
Masukan tersebut menjadi catatan penting agar kegiatan serupa tidak hanya kembali diselenggarakan, tetapi juga mempunyai perencanaan, jadwal, dan pola pembinaan yang lebih terstruktur.
Keberlanjutan Program Menjadi Kunci Peningkatan Mutu Pendidikan
Kembalinya Lomba Cerdas Cermat tingkat SD di Kecamatan Karangkobar membuka peluang untuk menghidupkan kembali tradisi kompetisi akademik di lingkungan sekolah dasar.
Dengan melibatkan 27 sekolah, kegiatan ini dapat menjadi ruang interaksi antarpeserta didik sekaligus sarana bagi tenaga pendidik untuk melihat kemampuan siswa dalam memahami pengetahuan umum, berhitung, Pendidikan Pancasila, dan budaya lokal.
Agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, penyelenggaraan LCC perlu didukung perencanaan yang matang, sosialisasi lebih awal, kesiapan materi, serta evaluasi setelah kegiatan berakhir.
Pembinaan siswa juga dapat dilakukan secara bertahap melalui kegiatan belajar kelompok, latihan soal, penguatan literasi dan numerasi, serta pengenalan budaya daerah. Dengan demikian, kompetisi tidak hanya menjadi agenda sesaat, tetapi turut mendukung proses pembelajaran sehari-hari.
Selain itu, kolaborasi antara DPRD, Dindikpora, K3S, kepala sekolah, guru, dan orang tua menjadi unsur penting untuk menjaga kesinambungan program pendidikan yang berorientasi pada pengembangan potensi anak.
Harapan terhadap keberlanjutan LCC kini menjadi salah satu pesan utama dari kegiatan di Karangkobar. Setelah sempat lama tidak terdengar, ajang ini kembali membuka kesempatan bagi siswa sekolah dasar untuk menguji kemampuan, membangun rasa percaya diri, dan menumbuhkan semangat berprestasi.
Ke depan, konsistensi penyelenggaraan dan kualitas persiapan akan menjadi faktor penting agar Lomba Cerdas Cermat benar-benar memberi manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan dasar di Kabupaten Banjarnegara.
Pewarta: Nursoleh
Redaksi WINews - Warta Indonesia News
0 Komentar