Breaking News

Audio Reader
Speed:

SMKN 2 Bawang Perkuat Literasi dan Numerasi Siswa lewat Workshop Public Speaking, 90 Peserta Diasah Berani Berbicara


BANJARNEGARA, WINews – SMK Negeri 2 Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan literasi, numerasi, dan keterampilan komunikasi peserta didik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui workshop public speaking yang digelar pada Rabu (21/10/2026), dengan melibatkan 90 peserta dari perwakilan kelas dan organisasi sekolah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membekali siswa dengan kemampuan memahami informasi, mengolah gagasan secara logis, serta menyampaikan pendapat secara jelas, terstruktur, dan percaya diri. Di tengah perkembangan informasi yang semakin cepat, keterampilan tersebut dinilai penting untuk mendukung keberhasilan belajar sekaligus mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Workshop menghadirkan Ratna Palupi, S.Pd., C.Tr., sebagai narasumber utama. Selain membahas teknik berbicara di depan umum, kegiatan ini juga mengintegrasikan penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif.

Kepala SMKN 2 Bawang Tekankan Pentingnya Literasi dan Numerasi

Kepala SMKN 2 Bawang, Drs. Khairul Sholih Retno Broto, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa penguatan literasi dan numerasi perlu dilakukan melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif siswa.

Menurutnya, kemampuan peserta didik tidak cukup hanya diukur dari penguasaan materi pelajaran. Siswa juga perlu memiliki kecakapan dalam memahami informasi, menyusun pemikiran, mengembangkan argumentasi, serta mengomunikasikan ide secara efektif.

Melalui workshop public speaking, sekolah berharap para peserta memperoleh kesempatan untuk mengenali potensi diri, melatih keberanian tampil, dan mengembangkan karakter komunikasi yang sesuai dengan kepribadian masing-masing.

“Penguatan literasi dan numerasi perlu terus dilakukan melalui berbagai kegiatan yang mendorong keterlibatan aktif siswa. Melalui workshop ini, kami berharap peserta didik mampu mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum dan menjadi public speaker dengan karakter serta keunikan dirinya sendiri,” ungkap Khairul Sholih Retno Broto.

Pendekatan tersebut menempatkan keterampilan komunikasi sebagai salah satu unsur pendukung pembelajaran. Siswa diharapkan tidak hanya mampu menerima dan memahami materi, tetapi juga dapat menjelaskan kembali informasi, menyampaikan pendapat berdasarkan alasan yang kuat, serta berdiskusi secara terarah.

Ratna Palupi Dorong Siswa Berani Tampil dan Menemukan Karakter Komunikasi

Dalam sesi pelatihan, Ratna Palupi mengajak peserta membangun kepercayaan diri, mengasah keberanian berbicara, dan menyampaikan gagasan dengan bahasa yang jelas, runtut, serta menarik.

Ia menekankan bahwa kemampuan public speaking bukan semata-mata persoalan berani berdiri di depan banyak orang. Keterampilan tersebut juga membutuhkan persiapan materi, pemahaman terhadap informasi yang disampaikan, penguasaan alur pembicaraan, serta latihan yang dilakukan secara konsisten.

Peserta didorong untuk tidak terpaku pada gaya komunikasi orang lain. Sebaliknya, mereka perlu menemukan karakter dan cara penyampaian yang autentik agar pesan dapat diterima audiens secara efektif.

“Jangan menunggu percaya diri untuk berani tampil. Beranilah mencoba, terus berlatih, dan temukan karakter komunikasi diri sendiri. Public speaking bukan tentang meniru orang lain, melainkan bagaimana menyampaikan pesan dengan percaya diri, terstruktur, dan bermakna,” ujar Ratna Palupi.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kepercayaan diri dapat tumbuh melalui proses. Kesempatan untuk mencoba, menerima masukan, memperbaiki kesalahan, dan berlatih secara berulang menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan berbicara di depan umum.

Bagi siswa sekolah menengah kejuruan, keterampilan komunikasi juga memiliki nilai praktis. Kemampuan mempresentasikan gagasan, menjelaskan suatu pekerjaan, berdiskusi dalam tim, dan menyampaikan pendapat secara profesional dapat menjadi bekal ketika mengikuti praktik kerja lapangan, memasuki dunia kerja, maupun melanjutkan pendidikan.

Literasi dan Numerasi Menjadi Fondasi Berpikir Kritis

Penguatan keterampilan berbicara dalam kegiatan tersebut dilengkapi dengan materi literasi dan numerasi yang disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Faris Jaya Mustika, S.T., M.Kom.

Materi ini menekankan pentingnya kemampuan memahami bacaan, mengolah informasi dan data, serta mengembangkan pola pikir logis dan kritis dalam proses pembelajaran.

Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kecakapan memahami makna informasi, menilai relevansi sumber, dan menarik kesimpulan berdasarkan isi bacaan. Sementara itu, numerasi berhubungan dengan kemampuan menggunakan angka, data, dan konsep matematika untuk memahami serta menyelesaikan persoalan dalam berbagai situasi.

Kedua kemampuan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan public speaking. Sebelum menyampaikan gagasan, seseorang perlu memahami materi, memilih informasi yang relevan, dan menyusun argumen secara masuk akal. Apabila presentasi melibatkan angka atau data, pembicara juga harus mampu menjelaskan maknanya dengan tepat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Dengan demikian, kemampuan komunikasi yang baik tidak hanya bergantung pada kelancaran berbicara, tetapi juga pada kualitas isi pesan dan ketepatan informasi yang disampaikan.

Integrasi literasi, numerasi, dan komunikasi diharapkan membantu peserta didik mengembangkan keterampilan belajar yang lebih menyeluruh. Siswa tidak sekadar menghafal informasi, melainkan belajar memahami, menganalisis, dan mengomunikasikannya secara bertanggung jawab.

Peserta Merasakan Manfaat Workshop Public Speaking

Antusiasme peserta menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ibnu Noval, salah satu peserta workshop, mengaku terkesan dengan materi public speaking yang diberikan oleh narasumber.

Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan wawasan baru dan motivasi untuk meningkatkan keberanian ketika berbicara di depan umum.

“Saya sangat terkesan dengan materi public speaking yang disampaikan. Terima kasih kepada narasumber atas segudang ilmu yang diberikan. Materi ini sangat bermanfaat dan memotivasi saya untuk lebih percaya diri saat berbicara di depan umum,” ungkap Ibnu Noval.

Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya ruang pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran rutin di kelas. Melalui kegiatan pengembangan diri, peserta didik dapat memperoleh perspektif baru mengenai potensi yang dimiliki sekaligus memahami aspek yang masih perlu ditingkatkan.

Keberanian berbicara, kemampuan menyusun pesan, dan kecakapan menyampaikan pendapat merupakan keterampilan yang dapat terus berkembang melalui praktik. Karena itu, keberlanjutan latihan dan penerapan dalam kegiatan sekolah menjadi faktor penting agar materi workshop tidak berhenti sebagai pengetahuan sesaat.

SMKN 2 Bawang Dorong Siswa Siap Menghadapi Tantangan Masa Depan

Melalui workshop public speaking yang diikuti 90 peserta tersebut, SMKN 2 Bawang berharap penguatan literasi dan numerasi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan keterampilan komunikasi peserta didik.

Upaya ini menjadi bagian dari pengembangan kompetensi siswa secara menyeluruh, terutama dalam membangun kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, menyampaikan ide, dan berinteraksi secara efektif.

Di tengah kebutuhan dunia pendidikan dan dunia kerja yang semakin menekankan kolaborasi serta pemecahan masalah, siswa perlu dibekali kemampuan untuk mengolah informasi sekaligus menjelaskan pemikirannya dengan baik. Kecakapan tersebut dapat mendukung proses belajar, aktivitas organisasi, presentasi akademik, hingga komunikasi profesional.

Ke depan, penguatan kompetensi tersebut akan semakin optimal apabila dilanjutkan melalui kegiatan presentasi kelas, diskusi kelompok, latihan pidato, proyek berbasis data, serta kesempatan bagi siswa untuk menyampaikan gagasan dalam forum sekolah.

Dengan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pengetahuan, penalaran, dan komunikasi, SMKN 2 Bawang diharapkan mampu terus mendorong peserta didik menjadi generasi yang tidak hanya terampil secara akademik dan vokasional, tetapi juga percaya diri, kritis, kreatif, serta mampu menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.

Pewarta: Nursoleh
Redaksi: Warta Indonesia News (WINews)

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close