CILACAP, BANTARSARI - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 di Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, berlangsung khidmat dan tertib. Upacara yang digelar di Pendopo Kecamatan Bantarsari tersebut diikuti berbagai unsur pemerintahan, TNI-Polri, dunia pendidikan, serta perwakilan masyarakat dari delapan desa.
Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB. Sejumlah jajaran birokrasi se-Kecamatan Bantarsari bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), personel Koramil 09 Kodim Cilacap 03/07, Polsek Bantarsari, kepala sekolah, para guru, serta perwakilan delapan desa hadir dalam rangka memperingati salah satu momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia.
Hadir pula Ahmad Fauzi, S.H., seluruh kepala sekolah se-Kecamatan Bantarsari, serta para guru sekolah dasar. Kehadiran berbagai unsur tersebut membuat pelaksanaan upacara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat kebangsaan.
Kapten Infanteri Agus Wantoro Bertindak sebagai Inspektur Upacara
Dalam upacara tersebut, Kapten Infanteri Agus Wantoro dari Koramil 09 Kodim Cilacap 03/07 bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Sementara itu, tugas sebagai Komandan Upacara dipercayakan kepada Aiptu Fauzi, perwakilan dari Polsek Bantarsari. Sejumlah personel Polsek Bantarsari juga hadir bersama jajarannya untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Rangkaian upacara berlangsung lancar dari awal hingga selesai. Peserta mengikuti setiap tahapan dengan sikap tertib dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa.

Pesan tentang Sejarah dan Pentingnya Persatuan
Dalam amanatnya, Kapten Agus Wantoro mengingatkan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali mengenang sejarah sekaligus memperkuat komitmen terhadap persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia mengajak seluruh unsur masyarakat untuk tidak melupakan berbagai peristiwa sejarah yang pernah menjadi ujian bagi bangsa Indonesia.
Menurutnya, sejarah memberikan pelajaran penting mengenai mahalnya persatuan serta risiko yang dapat muncul ketika masyarakat kehilangan semangat kebersamaan.
Pesan tersebut juga ditujukan secara khusus kepada para kepala sekolah dan guru yang memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Para pendidik diharapkan terus mengenalkan sejarah perjuangan bangsa kepada peserta didik agar generasi penerus memahami bahwa kemerdekaan, persatuan, dan kehidupan berbangsa yang dinikmati saat ini memiliki proses sejarah yang panjang.
TNI-Polri dan Pendidik Diajak Menjadi Bagian dari Penguat Persatuan
Kapten Agus juga mengingatkan bahwa tantangan terhadap persatuan masyarakat tidak selalu berbentuk ancaman fisik. Di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, berbagai informasi yang tidak benar, provokasi, serta narasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan dapat dengan mudah menyebar di tengah masyarakat.
Karena itu, masyarakat Kecamatan Bantarsari diharapkan tetap menjaga kerukunan, meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang berpotensi memecah belah, serta mengedepankan sikap saling menghormati.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan di tingkat desa, mengingat hubungan sosial masyarakat merupakan salah satu fondasi penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Delapan Desa di Bantarsari Didorong Terus Menjaga Kebersamaan
Kehadiran perwakilan dari delapan desa se-Kecamatan Bantarsari dalam upacara tersebut menjadi bagian penting dari semangat kebersamaan yang ditunjukkan pada peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini.
Persatuan antardesa dinilai penting untuk menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, harmonis, dan mampu menghadapi berbagai tantangan secara bersama-sama.
Semangat tersebut tercermin dalam pesan agar seluruh masyarakat memandang delapan desa di Kecamatan Bantarsari sebagai satu kesatuan keluarga besar. Persoalan yang terjadi di satu wilayah diharapkan menjadi perhatian bersama, sehingga semangat gotong royong dan kepedulian sosial tetap terjaga.
Momentum Memperkuat Nilai Pancasila
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk merefleksikan kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan nilai pemersatu bangsa.
Di tingkat kecamatan, penguatan nilai tersebut tidak hanya dilakukan melalui upacara, tetapi juga melalui kehidupan sehari-hari. Gotong royong, toleransi, kepedulian terhadap sesama, penghormatan terhadap perbedaan, serta menjaga ketertiban lingkungan merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila.
Upacara di Pendopo Kecamatan Bantarsari pun ditutup dalam suasana tertib dan penuh semangat kebangsaan.
Keterlibatan unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, dunia pendidikan, serta perwakilan desa menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga persatuan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Pewarta: Marjuki Wiyono
WINews TV

0 Komentar