CILEGON, WINews - Polres Cilegon, Polda Banten, terus memperkuat pendekatan edukatif kepada generasi muda melalui program Polisi Peduli Pendidikan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan pelajar dalam upacara bendera di SMK YPWKS Cilegon, Kompleks Krakatau Steel, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Senin (26/10/2026).
Dalam kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu, Wakapolres Cilegon Kompol M. Ridzky Salatun, S.I.K., bertindak sebagai pembina upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Cilegon AKBP Andika Adi Pradana, S.I.K., M.M., sejumlah pejabat utama Polres Cilegon, jajaran Polsek Purwakarta, kepala sekolah, dewan guru, serta para siswa SMK YPWKS Cilegon.
Melalui amanatnya, Wakapolres mengajak para pelajar agar lebih bijak dalam bergaul, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, dan menjauhi perilaku yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Pesan tersebut menyoroti sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama, mulai dari tawuran antarpelajar, perundungan atau bullying, pelanggaran lalu lintas, penyalahgunaan narkoba, hingga praktik judi online.
Pendekatan edukasi di lingkungan sekolah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya keselamatan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan perlindungan terhadap masa depan mereka.
Polres Cilegon Ingatkan Bahaya Tawuran yang Berawal dari Media Sosial
Dalam amanatnya, Kompol M. Ridzky Salatun mengingatkan bahwa konflik antarpelajar dapat berawal dari persoalan sederhana, termasuk saling menyindir atau berselisih pendapat di media sosial.
Jika tidak disikapi dengan bijak, perselisihan tersebut berpotensi berkembang menjadi provokasi, ajakan berkumpul untuk berkelahi, hingga tindakan kekerasan yang membahayakan keselamatan.
Karena itu, para siswa diminta tidak mudah terpancing emosi atau mengikuti ajakan tawuran. Pelajar yang menerima tantangan maupun mengetahui adanya rencana bentrokan diimbau segera melapor kepada pihak sekolah atau kepolisian.
“Apabila mendapat tantangan atau ajakan untuk melakukan tawuran, sebaiknya segera melaporkan kepada pihak sekolah maupun kepolisian. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain,” pesannya.
Imbauan tersebut menekankan pentingnya menyelesaikan konflik melalui komunikasi dan mekanisme yang aman, bukan dengan kekerasan.
Dalam lingkungan pendidikan, pencegahan tawuran membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah dapat memperkuat pengawasan dan komunikasi dengan siswa, orang tua berperan dalam pendampingan di rumah, sedangkan kepolisian dapat memberikan edukasi mengenai keselamatan dan konsekuensi hukum dari tindakan kekerasan.
Cegah Bullying, Sekolah Harus Menjadi Ruang Aman bagi Pelajar
Selain tawuran, Wakapolres Cilegon juga menyoroti persoalan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
Perundungan tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Perilaku mengejek secara berulang, mempermalukan teman, mengucilkan seseorang, mengancam, hingga menyebarkan penghinaan melalui media sosial juga dapat menimbulkan dampak serius bagi korban.
Dampaknya dapat berupa rasa takut, hilangnya kepercayaan diri, kesulitan berkonsentrasi, gangguan hubungan sosial, dan tekanan psikologis. Kondisi setiap korban dapat berbeda sehingga penanganan perlu dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan dan keselamatan mereka.

Karena itu, lingkungan sekolah perlu dibangun sebagai ruang yang aman bagi seluruh siswa untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan kemampuan tanpa intimidasi.
Pelajar yang menyaksikan perundungan diimbau tidak ikut menyebarkan konten yang mempermalukan korban. Mereka dapat melaporkan kejadian kepada guru, wali kelas, guru bimbingan konseling, atau pihak sekolah yang berwenang.
Sementara itu, sekolah dan orang tua perlu merespons laporan secara serius, melindungi korban dari tindakan lanjutan, serta menangani persoalan berdasarkan fakta dan prosedur yang berlaku.
Pesan antiperundungan dalam kegiatan Polisi Peduli Pendidikan tersebut menjadi pengingat bahwa prestasi akademik perlu didukung oleh lingkungan sosial yang sehat, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan.
Pelajar Diingatkan Bijak Bermedia Sosial dan Menjauhi Judi Online
Penggunaan media sosial juga menjadi perhatian dalam pembinaan yang disampaikan Wakapolres Cilegon.
Di tengah kemudahan akses informasi melalui telepon pintar, pelajar perlu memahami bahwa aktivitas digital memiliki konsekuensi di dunia nyata. Komentar yang memancing konflik, penyebaran informasi yang belum terverifikasi, penghinaan, dan ajakan melakukan kekerasan dapat memperburuk persoalan apabila tidak disikapi secara bertanggung jawab.
Para siswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung kegiatan belajar, mengembangkan keterampilan, membangun jejaring positif, serta mencari informasi yang bermanfaat.
Wakapolres turut mengingatkan para pelajar agar menjauhi narkoba, obat-obatan terlarang, dan judi online.
Judi online berisiko menimbulkan kerugian finansial, mengganggu konsentrasi belajar, memicu konflik keluarga, serta mendorong perilaku yang semakin sulit dikendalikan. Paparan terhadap praktik tersebut juga dapat membuat pelajar terjebak dalam pola mengejar kerugian dan mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan akibatnya.
Sementara itu, penyalahgunaan narkoba dapat membahayakan kesehatan dan mengganggu perkembangan serta masa depan generasi muda.
Pencegahan memerlukan edukasi yang tepat, dukungan keluarga, lingkungan pertemanan yang positif, serta keberanian untuk meminta bantuan kepada orang dewasa tepercaya apabila menghadapi tekanan atau menemukan situasi berisiko.
Keselamatan Berkendara Menjadi Bagian dari Pendidikan Karakter
Dalam kesempatan yang sama, Wakapolres Cilegon mengingatkan pentingnya keselamatan berlalu lintas bagi siswa yang menggunakan kendaraan bermotor untuk pergi ke sekolah.
Para pelajar diimbau menggunakan helm sesuai standar, memastikan kelengkapan dan kondisi kendaraan, serta tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Keselamatan berkendara bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Pelajar yang mengendarai sepeda motor perlu memahami rambu lalu lintas, menjaga kecepatan, tidak berkendara secara ugal-ugalan, dan menghindari penggunaan telepon seluler ketika kendaraan sedang berjalan.
Kelengkapan surat dan persyaratan berkendara juga harus diperhatikan sesuai peraturan yang berlaku. Bagi siswa yang belum memenuhi persyaratan untuk mengendarai kendaraan bermotor, penggunaan transportasi yang aman dan sesuai ketentuan menjadi pilihan yang perlu diprioritaskan.
Edukasi keselamatan lalu lintas sejak usia sekolah diharapkan dapat membentuk kebiasaan tertib dan bertanggung jawab, baik ketika berada di perjalanan menuju sekolah maupun dalam aktivitas sehari-hari.
Polisi Ajak Pelajar Fokus Berprestasi dan Meraih Cita-Cita
Di tengah berbagai imbauan tersebut, Wakapolres Cilegon juga mendorong para siswa agar memusatkan perhatian pada pendidikan, meningkatkan prestasi, dan menyelesaikan sekolah dengan baik.
Ia mengajak pelajar untuk terus mengembangkan kemampuan, memanfaatkan waktu secara produktif, serta mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai potensi dan cita-cita masing-masing.
Masa sekolah merupakan periode penting untuk membangun pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kebiasaan positif. Karena itu, keputusan yang diambil dalam pergaulan sehari-hari dapat memengaruhi kesempatan belajar dan masa depan siswa.
Dukungan guru dan orang tua juga diperlukan agar pelajar memiliki ruang untuk berdiskusi, menyampaikan kesulitan, dan mendapatkan arahan ketika menghadapi persoalan.
Pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan siswa dengan nilai akademik yang baik, tetapi juga membentuk pribadi yang bertanggung jawab, menghargai orang lain, mampu mengendalikan diri, dan memahami konsekuensi dari setiap tindakan.
Polisi Peduli Pendidikan Perkuat Sinergi Sekolah, Orang Tua, dan Kepolisian
Melalui program Polisi Peduli Pendidikan, Polres Cilegon berharap hubungan antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua semakin kuat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta kondusif.
Kegiatan pembinaan melalui upacara bendera menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pesan mengenai kedisiplinan, pencegahan kekerasan, keselamatan berlalu lintas, serta tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Namun, upaya membangun lingkungan pendidikan yang aman membutuhkan konsistensi. Pesan yang disampaikan dalam upacara perlu diperkuat melalui kegiatan pembelajaran, pendampingan siswa, komunikasi keluarga, dan mekanisme pelaporan yang mudah diakses.
Sekolah juga perlu memastikan bahwa siswa mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta pertolongan ketika menghadapi perundungan, ancaman tawuran, tekanan dari lingkungan pergaulan, atau persoalan lain yang mengganggu keselamatan dan proses belajar.
Sinergi yang berkelanjutan diharapkan mampu membantu pelajar mengembangkan potensi secara optimal sekaligus mengurangi risiko perilaku yang dapat menghambat masa depan mereka.
Kegiatan di SMK YPWKS Cilegon ini menjadi bagian dari pesan bersama bahwa menjaga generasi muda bukan hanya tugas sekolah atau kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat, dan seluruh unsur pendidikan.
Pewarta: Semiran
WINews - Tajam, Terpercaya, Berita Sesuai Fakta dan Nyata.

0 Komentar