-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTA INDONESIA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    RSUD Lahat Disorot Publik, Kasus Faiza Picu Gelombang Kemarahan Netizen

    Warta Indonesia News
    27 Des 2025, 16:17 WIB

     


    Lahat, wartaindonesianews.co.id. — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lahat, institusi pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Lahat, tengah berada dalam sorotan tajam publik. Ribuan netizen meluapkan kemarahan di media sosial menyusul dugaan buruknya pelayanan rumah sakit tersebut, yang diduga berujung pada meninggalnya seorang pasien korban kecelakaan, Faiza Az Zahra.


    Sorotan publik semakin menguat setelah beredar informasi bahwa pihak RSUD Lahat justru merasa “terzolimi” akibat hujatan masyarakat, di tengah kritik keras terhadap kinerja pelayanan medis yang dinilai lalai dan tidak manusiawi.


    Berdasarkan informasi yang dihimpun, Faiza Az Zahra diketahui harus menunggu selama kurang lebih sembilan jam di RSUD Lahat pada Minggu (21/12/2025).


    Pasien membutuhkan rujukan segera ke rumah sakit di Palembang, namun proses tersebut terhambat lantaran tidak tersedianya sopir ambulans yang bertugas untuk mengantarkan pasien.


    Keterlambatan penanganan tersebut dinilai fatal. Pasien akhirnya dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (25/12/2025), peristiwa yang memicu gelombang kemarahan publik dan membuka kembali catatan buruk pelayanan kesehatan di RSUD Lahat.


    Ironisnya, di tengah tragedi yang memperlihatkan lemahnya prosedur dan manajemen sumber daya manusia, pihak RSUD Lahat justru dikabarkan membangun narasi seolah menjadi korban hujatan.


    Bahkan, disebut-sebut terdapat dukungan dari institusi kesehatan di luar Kabupaten Lahat, sebuah langkah yang dinilai tidak sejalan dengan fakta lapangan dan sentimen masyarakat.


    Respons tersebut berbanding terbalik dengan suara warga di media sosial. Ribuan komentar netizen menyebut buruknya pelayanan RSUD Lahat bukanlah persoalan baru. Kasus Faiza Az Zahra dianggap sebagai puncak dari persoalan sistemik yang telah lama dikeluhkan masyarakat.


    Situasi semakin memanas setelah muncul pernyataan salah seorang tenaga kesehatan (nakes) RSUD Lahat yang dinilai arogan. Nakes tersebut, yang juga disebut sebagai istri anggota kepolisian, diduga merendahkan warga yang mempertanyakan kualitas pelayanan rumah sakit dan bahkan menantang netizen untuk datang langsung ke RSUD.


    Sikap ini justru memperkeruh suasana dan memperkuat kemarahan publik.

    Hingga berita ini diturunkan, manajemen RSUD Lahat belum menyampaikan permohonan maaf resmi kepada keluarga korban maupun masyarakat. Pihak rumah sakit tetap bersikukuh telah bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.


    Di sisi lain, keheningan juga datang dari jajaran pimpinan daerah. Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, yang selama ini dikenal vokal dalam isu publik, belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik pelayanan RSUD Lahat. Hal serupa juga terlihat dari Bupati Lahat Burzah Sarnubi, yang hingga kini belum mengambil langkah terbuka untuk meredam gejolak publik.

    Masyarakat kini menanti sikap tegas dan langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Lahat.


    Tidak sekadar permohonan maaf, publik mendesak adanya evaluasi menyeluruh, perbaikan sistem pelayanan, serta pembenahan mentalitas aparatur kesehatan, agar tragedi keterlambatan penanganan pasien tidak kembali terulang di RSUD Lahat.


    Sumber: R01-R12-Red-BFN

    Pewarta : Tim Red 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams