BANJARNEGARA, wartaindonesianews.co.id – Mengawali tahun anggaran 2026, Bupati Banjarnegara menyelenggarakan rapat koordinasi percepatan pelaksanaan APBD bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di pringgitan rumah dinas.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya efisiensi dan kecepatan kerja mengingat adanya tantangan fiskal yang cukup serius dari pemerintah pusat.
Di Banjarnegara sendiri, terdapat potensi pengurangan hingga Rp.168 miliar.
Salah satu poin krusial dalam rapat ini adalah perubahan pola kerja. Bupati menginstruksikan agar seluruh proyek strategis dan kegiatan besar dituntaskan dalam waktu 9 bulan pertama.
"Saya tidak mau lagi melihat BPKAD 'mengemis' penyerapan di akhir tahun. Proyek besar harus mulai lelang di awal tahun, terutama di Dinas PUPR, Pendidikan, dan Kesehatan. Jadi, bulan ke-10 hingga ke-12 kita hanya tinggal mengerjakan rutinitas," tegasnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di desa-desa. Ia meminta OPD tidak hanya fokus pada satu desa tertentu secara berulang, melainkan bergiliran agar keadilan sosial terasa di seluruh pelosok Banjarnegara.
Menutup arahannya, Bupati meminta para camat dan BPBD untuk selalu siaga (standby) menghadapi bencana, terutama di titik-titik rawan longsor saat musim hujan. Ia juga meminta Kominfo untuk lebih agresif mempromosikan potensi daerah dan meminta Satpol PP meningkatkan patroli malam guna menekan angka kriminalitas serta pergaulan bebas di kalangan remaja.
Dengan dimulainya start kerja di awal Januari ini, Bupati berharap seluruh jajaran birokrasi bergerak serentak demi mewujudkan Banjarnegara yang lebih baik di tahun 2026.
Pewarta : Nur S






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams