Breaking News

AI SIAP

Isak Tangis dan Doa Memeluk Langit Kaliwinasuh: Catatan Akhirus Sanah Ponpes Miftahul Mubtadi’in

 



Wartaindonesianews co.id BANJARNEGARA – Udara sejuk di Desa Kaliwinasuh, Sabtu sore (24/1), mendadak terasa lebih khidmat. Di kompleks Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi’in, tepatnya di wilayah RT 03/RW 09, sebuah momen sakral bertajuk Akhirus Sanah digelar. Bukan sekadar seremoni perpisahan santri, acara ini menjadi panggung bagi luapan kasih sayang antara anak dan orang tua.


Dekapan Terakhir di Penghujung Sore

Sekitar pukul 16.00 WIB, suasana yang semula riuh rendah berubah menjadi sunyi yang menyayat hati. Acara sungkeman dimulai. Satu per satu santri bersimpuh di haribaan orang tua mereka. Di bawah tenda sederhana, pemandangan mengharu biru pun pecah.


Derai air mata tak lagi terbendung saat para santri mencium punggung tangan ayah dan ibu mereka. Ada permohonan maaf yang tulus atas kenakalan masa lalu, dan ada doa yang dibisikkan orang tua agar ilmu yang didapat menjadi berkah. Isak tangis para santri dan wali murid menyatu, menciptakan getaran emosional yang membuat siapa pun yang menyaksikannya ikut terenyuh.



"Ini bukan sekadar tradisi, tapi momentum untuk menyadarkan kita bahwa keberkahan ilmu santri ada pada rida orang tuanya," ujar salah satu pengurus pondok di sela-sela isak tangis yang memenuhi halaman pesantren.


Pelita Malam Bersama H. Muhammad Abror

Setelah suasana syahdu di sore hari, rangkaian acara berlanjut pada malam harinya dengan agenda Pengajian Umum. Ratusan jemaah tampak memadati area pesantren untuk menimba ilmu dari H. Muhammad Abror, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda dari Cilongok, Banyumas.


Dalam tausiyahnya yang menyejukkan, H. Muhammad Abror menekankan pentingnya menjaga akhlak dan estafet perjuangan Islam di era modern. Beliau membawa pesan-pesan moral dengan gaya penyampaian yang khas, membuat jemaah bertahan hingga akhir acara meski malam semakin larut.


Kegiatan Akhirus Sanah tahun 2026 ini menjadi bukti bahwa di tengah gempuran zaman, nilai-nilai birrul walidain (berbakti kepada orang tua) tetap menjadi fondasi utama dalam pendidikan di Pondok Pesantren Miftahul Mubtadi’in.

Pewarta Nur S/Wawan G

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close