-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTA INDONESIA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Jembatan Bambu Penghubung Desa Panikel dan Desa Bojong Hancur Lebur

    Warta Indonesia News
    7 Jan 2026, 12:43 WIB

     


    ​CILACAP, wartaindonesianews.co id – Infrastruktur jembatan bambu yang menghubungkan Dusun Panikel RT 02 RW 05, Desa Panikel (Kecamatan Kampung Laut) dengan Desa Bojong (Kecamatan Kawunganten) kini dalam kondisi hancur lebur. Kerusakan ini memicu kekhawatiran besar karena jembatan tersebut merupakan jalur utama bagi anak-anak sekolah, petani, dan warga yang hendak menuju kantor desa.


    ​Faktor Cuaca dan Bahan Jadi Penyebab Ironisnya, jembatan ini baru saja dibangun pada tahun lalu melalui hasil swadaya masyarakat. Namun, karena keterbatasan material yang hanya terbuat dari bambu serta hantaman cuaca ekstrem belakangan ini, konstruksi jembatan tidak mampu bertahan lama. Kini, kondisi jembatan sangat berbahaya dan nyaris tidak dapat dilewati tanpa kewaspadaan tinggi.



    ​Kesetiaan Babinsa Ronal Mengawal Keselamatan Warga, di tengah rusaknya akses tersebut, sosok Babinsa Ronal hadir sebagai pelindung warga. Tanpa memandang status dinas maupun waktu luang, ia selalu nampak di lokasi jembatan setiap pagi dan siang hari.


    ​Tugas mulia ini dilakukan demi memastikan anak-anak sekolah dari Desa Panikel maupun Desa Bojong dapat menyeberang dengan aman. Babinsa Ronal secara langsung turun tangan menuntun langkah demi langkah warga dan pelajar yang ketakutan saat melintasi bambu-bambu yang sudah rapuh tersebut.


    ​"Pak Babinsa selalu ada di sini, baik saat jam dinas maupun tidak. Kalau tidak ada beliau yang menjaga dan menolong setiap pagi dan pulang sekolah, mungkin anak-anak tidak berani menyeberang karena kondisinya memang sudah hancur lebur," ungkap salah seorang warga yang melintas.


    ​Urat Nadi Ekonomi dan Pendidikan yang Terancam Jembatan penghubung antar-kecamatan ini sangat penting bagi mobilitas warga menuju sawah ladang dan akses pelayanan publik. Kerusakan ini membuat aktivitas ekonomi terhambat dan keselamatan warga terancam.


    ​Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan. Warga merasa pembangunan secara swadaya dengan material bambu terbukti tidak mampu bertahan lama melawan cuaca dan beban lalu lintas harian.


    ​Selama bantuan perbaikan permanen belum tiba, kehadiran sosok seperti Babinsa Ronal menjadi satu-satunya sandaran warga untuk tetap bisa beraktivitas di tengah ancaman jembatan yang rusak parah tersebut.

    Lokasi: Perbatasan Panikel-Bojong, Cilacap

    Pewarta: Marzuki W



    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams