BANJARNEGARA, wartaindonesianews.co.id. — Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Banjarnegara sekaligus Bunda Literasi, Ny. Sahida Andinasari Wakhid, menetapkan 20 Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan sekaligus Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara untuk masa bakti 2025–2029. Pelantikan berlangsung di Sasana Bhakti Praja, Kamis (22/12026).
Sebanyak 20 orang yang ditetapkan tersebut juga merupakan ketua tim penggerak PKK kecamatan. Usai melantik, Ny. Sahida Andinasari dalam pengarahannya berharap, pelantikan ini akan memperkuat peran Posyandu dan literasi sebagai dua pilar penting pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan. Menurutnya, Posyandu saat ini memiliki peran yang semakin luas.
“Posyandu tidak hanya menangani kesehatan, tetapi juga menjalankan enam bidang Standar Pelayanan Minimal, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Ini membutuhkan kerja bersama lintas sektor,” kata Ny Sahida, yang juga ketua tim penggerak PKK Kabupaten Banjarnegara.
Ia menambahkan, integrasi Posyandu dengan gerakan literasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan keluarga.
“Literasi adalah fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ketika Posyandu dan literasi berjalan seiring, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Terkait literasi, Ny Sahida mengungkapkan bahwa berdasarkan survei Perpustakaan Nasional RI tahun 2025, Tingkat Kegemaran Membaca Kabupaten Banjarnegara mencapai 61,38 dan berada pada kategori sedang.
“Angka ini menunjukkan potensi besar yang harus terus didorong melalui peran Bunda Literasi hingga tingkat kecamatan,” jelasnya.
Salah satu Ketua Posyandu Kecamatan yang ditetapkan, Dwi Hastin Sapto Aji, menyambut positif penetapan tersebut. Ia menilai peran Bunda Literasi sangat strategis dalam membangun budaya baca sejak keluarga.
“Saya melihat literasi tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah. Keluarga dan lingkungan masyarakat punya peran yang sama pentingnya. Ini adalah amanah untuk menghadirkan kegiatan literasi yang lebih dekat dan membumi,” ujar guru Bahasa Indonesia di sebuah SMP ini.
Menurutnya, Posyandu dapat menjadi ruang efektif untuk menanamkan kebiasaan membaca. “Posyandu sudah memiliki kedekatan dengan ibu dan anak. Ini peluang untuk menyisipkan aktivitas literasi sederhana, seperti membaca bersama atau pojok baca, yang dampaknya bisa jangka panjang,” imbuh istri Camat Punggelan ini.
Kegiatan dihadiri kepala OPD terkait antara lain: Kepala Disarpus Arief Rahman, Kepala Dispermades PPKB Hendro Cahyono, Kabid PAUD Dindikpora, Sunarto, Dinas Kesehatan, para camat, serta pengurus Posyandu Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara.
Pewarta: Wawan.G





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams