BANJARNEGARA, wartaindonesia.co.id– Di bawah naungan langit pagi yang cerah di Desa Tlaga, aroma tanah basah dan daun jagung yang mengering menyambut langkah para pejuang pangan. Selasa (13/1/2026) pukul 09.00 WIB, sebuah narasi besar tentang kemandirian pangan sedang dituliskan di atas lahan Bengkok milik Kadus Gumelar, Bapak Sugeng.
Bukan sekadar rutinitas pertanian biasa, kegiatan panen jagung hibrida ini menjadi simbol nyata dukungan masyarakat pedesaan terhadap program nasional Swasembada Pangan Tahun 2026.
Di atas lahan tegalan seluas 1.500 m², hasil kerja keras petani lokal akhirnya berbuah manis dengan capaian produksi mencapai 1,2 ton jagung hibrida.
Kehadiran Aparat dan Pendamping Lapangan, Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Punggelan, AKP M Harun N, SH, MM, yang hadir membawa semangat pengabdian Polri bagi masyarakat. Beliau tidak sendirian, didampingi oleh personel Polsek Punggelan dan tim dari Balai Penyuluh Pertanian (PPL) Kecamatan Punggelan yang dipimpin oleh Bapak Rahmat.
Sinergi antara aparat penegak hukum, penyuluh pertanian, dan perangkat desa ini menciptakan suasana guyub rukun di tengah hamparan ladang Dusun Gumelar.
Semangat Inovasi dan Apresiasi
Dalam momen panen tersebut, Kapolsek Punggelan menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada warga Dusun Gumelar atas dedikasi mereka dalam memanfaatkan lahan secara produktif.
"Kami berterima kasih kepada seluruh warga yang telah menjadi garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan. Apa yang kita panen hari ini adalah bukti bahwa kolaborasi dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil," ujar AKP M Harun di sela-sela kegiatan.
Tak hanya sekadar memanen, kehadiran tim PPL juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi. Para petani dimotivasi untuk terus berinovasi dan tidak cepat puas. Melalui bimbingan teknis yang berkelanjutan, diharapkan hasil produksi di masa mendatang dapat terus meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Catatan Hasil Kegiatan:
Motivasi Berkelanjutan: Warga didorong untuk aktif mengikuti pelatihan pertanian guna mengadopsi teknologi terbaru dalam bercocok tanam.
Ketahanan Nasional: Kegiatan ini menjadi salah satu pilar penguat ketahanan pangan di tingkat desa yang berkontribusi langsung pada stabilitas pangan kabupaten dan nasional.
Kegiatan berakhir dengan penuh rasa syukur. Panen hari ini bukan hanya tentang memetik tongkol jagung, melainkan tentang menanam optimisme bahwa dari tangan-tangan terampil petani Desa Tlaga, swasembada pangan bukan lagi sekadar impian, melainkan kenyataan yang sedang dijemput.
Pewarta : Nur S/Wawan G






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams