-->
  • Jelajahi

    Copyright © WARTA INDONESIA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Proyek Ruang Kelas SDN 24 Lahat Disorot, Dana Rp938 Juta Diduga Cair 100 Persen Meski Belum Rampung

    Warta Indonesia News
    17 Jan 2026, 08:06 WIB

     


    Lahat, Berita wartaindonesianews – Proyek pembangunan ruang kelas baru di SD Negeri 24 Lahat menuai sorotan publik. Pasalnya, meski pengerjaan fisik di lapangan belum sepenuhnya rampung, pembayaran proyek tersebut diduga telah dicairkan 100 persen.


    Proyek yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat ini tercatat memiliki nilai anggaran sebesar Rp938.570.304 dan dikerjakan oleh CV Aziziya Konstruksi sebagai pemenang tender. Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, pembangunan ruang kelas masih dalam tahap penyelesaian.


    Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Sebab, sesuai mekanisme pengelolaan keuangan negara, pembayaran proyek pemerintah seharusnya dilakukan berdasarkan progres atau prestasi pekerjaan, bukan dibayarkan penuh sebelum pekerjaan dinyatakan selesai 100 persen.


    Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat, Arlan Darqomi, S.Pd, mengaku tidak mengetahui detail proyek tersebut. Ia berdalih baru menjabat sebagai Kabid SD.


    “Aku jadi Kabid baru dan dak tau apo-apo. Idak kenal juga dengan kontraktornyo,” ujarnya singkat.

    Sementara itu, salah seorang tukang pelaksana di lokasi proyek menyebutkan bahwa pekerjaan diperkirakan akan segera rampung.


    “Iyo, minggu depan selesai,” katanya.


    Meski demikian, jika benar Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) telah diterbitkan dan dana dicairkan sepenuhnya sementara pekerjaan belum tuntas, maka hal tersebut berpotensi melanggar regulasi pengelolaan keuangan negara. Praktik semacam ini juga dinilai membuka celah risiko hukum, termasuk dugaan penyimpangan anggaran atau tindak pidana korupsi apabila ditemukan unsur kesengajaan dan kerugian negara.


    Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat belum memberikan keterangan resmi terkait mekanisme pencairan dana proyek tersebut. Publik pun mendesak adanya transparansi serta pengawasan lebih ketat agar anggaran pendidikan digunakan sesuai aturan dan peruntukannya.

    Pewarta :  Tim Red 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams