Pernahkah kamu punya teman yang kalau diajak nongkrong siang hari alasannya ribet banget takut panaslah, takut debulah tapi begitu jam 12 malam tiba-tiba jadi yang paling semangat? Nah, perkenalkan, itu adalah versi tanaman dari Bunga Buah Naga Putih.
Bunga naga putih adalah definisi sejati dari istilah "Introvert yang Estetik". Dia tidak butuh perhatian matahari siang yang terik. Dia punya dunianya sendiri, jadwalnya sendiri, dan standar kecantikan yang bikin kita geleng-geleng kepala.
1. Diet Ketat Cahaya Matahari
Kalau mawar atau melati dengan senang hati pamer kelopak di bawah sinar matahari pagi demi konten Instagram, bunga naga putih justru sebaliknya. Baginya, sinar matahari itu seperti spoiler film. Dia memilih untuk tetap kuncup, bersembunyi di balik batang hijaunya yang berduri, menunggu waktu yang tepat untuk "debut".
2. Jadwal Tayang yang Sangat Terbatas
Bayangkan, kamu menunggunya berbulan-bulan, menyiramnya tiap pagi, memberinya pupuk terbaik, tapi dia hanya mau mekar satu malam saja. Ya, satu malam!
Sekitar jam 8 atau 9 malam, dia mulai membuka diri pelan-pelan. Puncaknya biasanya tengah malam, di saat kita sudah ngantuk berat atau sedang asyik mimpi menang lotre. Dia mekar dengan warna putih bersih yang sangat elegan, seolah-olah sedang memakai gaun pengantin di tengah kegelapan. Tapi jangan salah, begitu matahari terbit, dia langsung layu dan "pingsan". Truly a Cinderella story, but with more thorns.
3. Wangi yang "Sopan" tapi Misterius
Berbeda dengan sedap malam yang wanginya kadang bikin merinding kalau dicium sendirian, wangi bunga naga putih itu lebih... sopan. Dia harum, tapi tidak menusuk hidung. Dia hanya ingin memastikan bahwa serangga penyerbuk (atau pemilik rumah yang sedang begadang) tahu kalau dia sedang tampil cantik malam itu.
4. Dibalik Kecantikan Ada Perjuangan (dan Buah)
Kenapa dia begitu "drama"? Ternyata ada tujuan mulianya. Pengorbanan mekar cuma semalam itu adalah demi berubah menjadi buah naga yang merah merona (meski isinya putih). Jadi, kalau kamu melihat bunga ini mekar, itu adalah tanda bahwa sebentar lagi kamu akan punya stok vitamin C yang menyegarkan di kulkas.
Pesan Moral: Menanam bunga naga putih mengajarkan kita tentang kesabaran dan menghargai momen. Keindahan tidak harus dipamerkan sepanjang waktu. Kadang, menjadi "langka" dan "sulit ditemui" justru membuat kehadiran kita jauh lebih berkesan.
Pewarta: WG


Alangkah indahnya bunga wijaya kusuma dan bunga itu ada nilai mistisnya
BalasHapusAlangkah indahnya bunga wijaya kusuma dan bunga itu ada nilai mistisnya
BalasHapus