Breaking News

AI READY

Dialog Hangat di Bulan Ramadan, Kapolres Kediri Kota dan PMII Duduk Bersama Bahas Reformasi Polri


Kediri Kota, wartaindonesianews.co.id – Suasana berbeda tampak di Mako Polres Kediri Kota, Jumat (27/2/2026) sore. Di tengah nuansa Ramadan, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H menerima audiensi dari jajaran Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri dalam forum dialog terbuka yang berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Pertemuan yang digelar di Rupatama Polres mulai pukul 16.30 WIB itu dihadiri sekitar 55 anggota PMII Kediri yang dipimpin Ketua PC PMII Kediri, Irgi Ahmad. Kapolres turut didampingi Kasdim 0809 Kediri.

Dalam sambutannya, AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyampaikan apresiasi atas kehadiran para mahasiswa. Ia menegaskan bahwa audiensi merupakan bagian penting dari komunikasi yang sehat dalam kehidupan demokrasi.

“Kehadiran rekan-rekan mahasiswa bukan bentuk kebencian terhadap Polri, tetapi wujud kepedulian dan rasa sayang. Kritik yang disampaikan adalah dukungan moral bagi kami untuk terus berbenah,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, PMII Kediri menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya usulan peningkatan kualifikasi pendidikan rekrutmen anggota Polri minimal strata satu (S1), penguatan materi hak asasi manusia (HAM) dan resolusi konflik dalam pendidikan kepolisian, hingga evaluasi pola pengamanan aksi massa agar lebih humanis.


Menanggapi hal itu, Kapolres menjelaskan bahwa sistem rekrutmen Polri terdiri dari jenjang Tamtama, Bintara, dan Perwira, dengan kebijakan berada di tingkat Mabes Polri.

Meski demikian, ia berkomitmen untuk meneruskan seluruh aspirasi mahasiswa secara berjenjang ke Polda Jawa Timur hingga Mabes Polri.

Terkait pengamanan unjuk rasa, Kapolres menegaskan bahwa Polri berpedoman pada Perkap Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penindakan Huru-Hara serta Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian. Ia menekankan bahwa setiap pengamanan dilakukan secara bertahap sesuai eskalasi situasi.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dan pelayanan. Jika terdapat pelanggaran SOP oleh anggota, tentu akan dilakukan audit dan penindakan tegas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat dijamin oleh Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Menurutnya, Polri hadir untuk melindungi masyarakat yang menyampaikan aspirasi selama sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Tak hanya berdialog, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil oleh mahasiswa, penyerahan petisi kepada Kapolres, doa dan tahlil bersama, serta buka puasa bersama di lingkungan Polres Kediri Kota. Momentum kebersamaan itu menjadi simbol bahwa perbedaan pandangan dapat dijembatani dengan komunikasi terbuka.

Di akhir kegiatan, AKBP Anggi Saputra Ibrahim menegaskan komitmennya untuk membuat laporan tertulis sebagai tindak lanjut resmi atas seluruh aspirasi yang disampaikan.
“Aspirasi ini akan kami teruskan secara administratif dan struktural. Kami terbuka terhadap kontrol sosial dan siap memperbaiki diri demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” pungkasnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif, ditutup dengan apel konsolidasi pengamanan dalam keadaan lengkap dan sehat.

Dialog sore itu menjadi bukti bahwa sinergi antara aparat dan mahasiswa tetap terjaga demi reformasi dan pelayanan publik yang lebih baik.

Pewarta: Marlina

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close