• Jelajahi

    Copyright © WARTA INDONESIA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    AI System Offline WINews

    Dibalik Pintu Pendopo Cahyana: Saat Ruang Birokrasi Luluh dalam Semangat Kolaborasi Pemuda

    TUMENGGUNG
    9 Feb 2026, 22:38 WIB

    PURBALINGGA wartaindonesianews.co.id Jam menunjukkan pukul 16.30 WIB ketika deru mesin kendaraan mulai memasuki pelataran Pendopo Cahyana. Di rumah dinas yang biasanya kental dengan nuansa formalitas kedinasan itu, sore ini suasananya terasa berbeda. Tidak ada ketegangan birokrasi; yang ada hanyalah ruang diskusi terbuka yang hangat.

    Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, SE, MM, tampak berdiri menyambut tamu-tamunya dengan senyum lepas. Didampingi ajudan dan jajaran stafnya, ia seolah menanggalkan sejenak jubah protokoler untuk duduk bersama para penggerak arus bawah.

    Pertemuan Lintas Simpul


    Investigasi visual di lapangan menunjukkan kehadiran tokoh-tokoh kunci yang membawa energi perubahan. Ada Ketua Harian IMI Purbalingga, Bro Ages, dan Ketua Kabag Mobil, Bro Andi. Kehadiran tokoh otomotif ini bukan tanpa alasan; mereka adalah simbol gerak cepat anak muda di Purbalingga.

    Namun, yang menjadi pusat perhatian adalah konsolidasi silaturahmi antara pengurus Gibran Center. Terlihat Slamet Al Arifin,Nur Imam Barokah, sosok Penasehat Gibran Center Purbalingga, berbincang intens dengan Doni Akhir Setiawan, Wakil Ketua Gibran Center Banyumas yang sengaja hadir melintasi batas kabupaten demi sebuah sinergi.

    Dukungan yang Bukan Sekadar Seremonial


    Dalam amatan kami di lokasi, tanggapan yang diberikan Wakil Bupati Dimas Prasetyahani jauh dari kesan "normatif". Ia menyimak setiap poin rencana kegiatan Gibran Center dengan saksama.


    "Kami sangat terbuka. Pemerintah butuh mitra strategis seperti Gibran Center untuk menyentuh simpul-simpul masyarakat yang mungkin belum terjangkau secara maksimal," ungkap Dimas di sela-sela diskusi yang cair.

    Dukungan penuh yang dilontarkan sang Wakil Bupati bukan sekadar restu di atas kertas. Hal ini terbaca dari bagaimana ia melibatkan staf dan ajudannya untuk langsung mencatat poin-poin kolaborasi yang bisa disinergikan dengan program daerah.

    Menakar Makna di Balik Pertemuan


    Pertemuan di Pendopo Cahyana sore itu mengirimkan pesan kuat: bahwa komunikasi politik dan sosial di Purbalingga kini lebih humanis. Pendopo bukan lagi gedung yang angker, melainkan ruang "rujakan" ide bagi siapa saja yang ingin membangun daerah.

    Sinergi antara tokoh otomotif seperti Bro Ages dan Bro Andi, dengan kekuatan jaringan Gibran Center di bawah arahan Nur Imam Barokah, menjadi harapan baru bagi geliat ekonomi kreatif dan kepemudaan di Bumi Soedirman.

    Senja pun menutup pertemuan itu dengan sebuah komitmen. Bukan tentang siapa yang memimpin, tapi tentang bagaimana bergerak bersama untuk Purbalingga yang lebih dinamis.

    Pewarta:Wawan Guritno

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar