
PURBALINGGA, wartaindonesianews.co.id - Di tengah kepungan banjir yang melanda, ada sebuah pemandangan yang menggetarkan hati. Di barisan terdepan evakuasi dan penyaluran bantuan, tampak sosok pria bersahaja dengan gurat wajah yang tak lagi muda, namun langkahnya tetap tegap. Beliau adalah Mbah Surip.
Masyarakat Purbalingga mengenalnya sebagai sosok spiritual sesepuh sekaligus juru kunci Goa Lawa. Namun sore itu, di bawah panji Satria Kencana Nusantara (SKN), Mbah Surip menunjukkan sisi lain dirinya sebagai pejuang kemanusiaan sejati. Di usianya yang senja, ia memimpin langsung relawan sebagai Ketua SKN Purbalingga untuk meringankan beban warga yang terdampak bencana.
Pesan Mendalam Sang Ketua Umum
Sambil memanggul bantuan peralatan sekolah untuk anak-anak pengungsi, Raden Abdul Latif berujar filosofis tentang hakikat air:
Kehadiran jajaran pimpinan SKN bersama Mbah Surip di titik-titik pengungsian memberikan warna berbeda. Mereka tidak hanya sekadar "dropping" bantuan air bersih atau logistik, tetapi juga memberikan dukungan moral.
Secara investigatif, kehadiran Mbah Surip sebagai tokoh kharismatik terbukti mampu menenangkan warga yang panik. Sosok "Juru Kunci" ini seolah menjadi pengunci rasa takut warga, meyakinkan mereka bahwa musibah ini akan segera berlalu.

"Air adalah sumber kehidupan. Namun, semesta sedang mengingatkan kita tentang keseimbangan. Jika takarannya berlebihan, ia bisa membawa musibah seperti banjir ini. Sebaliknya, jika ia berkurang, kehidupan pun terancam. Tugas kita adalah hadir di tengah ketidakseimbangan itu untuk membawa kesejukan bagi saudara kita," tuturnya dengan nada tenang namun penuh penekanan.
Bukan Sekadar Bantuan Fisik
Secara investigatif, kehadiran Mbah Surip sebagai tokoh kharismatik terbukti mampu menenangkan warga yang panik. Sosok "Juru Kunci" ini seolah menjadi pengunci rasa takut warga, meyakinkan mereka bahwa musibah ini akan segera berlalu.

Selain air bersih yang menjadi kebutuhan krusial, perhatian SKN terhadap dunia pendidikan sangat terasa. Paket peralatan sekolah dibagikan satu per satu kepada anak-anak korban banjir agar senyum mereka tetap merekah meski buku-buku mereka mungkin telah basah terendam air.
Keteladanan yang Melampaui Zaman
Hingga berita ini diturunkan, tim SKN masih terus bergerak menyisir lokasi-lokasi sulit, membawa air untuk kehidupan, dan membawa harapan untuk masa depan anak-anak korban banjir.
PewartaL Wawan G - Nur S



Tidak ada komentar:
Posting Komentar