Breaking News

AI READY

Haflah At-Tasyakur Akhirusanah ke-28 Madrasah Diniyah Rejasari Digelar Khidmat di Banjarnegara

Haflah At-Tasyakur Akhirusanah ke-28 Madrasah Diniyah Rejasari

WartaIndonesiaNews.co.id
Banjarnegara – Madrasah Diniyah Cabang 1 Rejasari yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Dukuh Salam, Desa Rejasari, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, menggelar acara Haflah At-Tasyakur Akhirusanah ke-28 dengan penuh khidmat dan semarak, pada Senin, 2 Februari. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang sarat makna, sekaligus penanda berakhirnya tahun ajaran pendidikan diniyah.


Acara Haflah At-Tasyakur Akhirusanah bukan sekadar seremoni penutupan tahun ajaran, tetapi juga menjadi momentum refleksi dan evaluasi perjalanan pendidikan para santri. Selain itu, kegiatan ini dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kelancaran proses belajar-mengajar serta capaian para santri dalam menuntut ilmu agama.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan santri, wali santri, tokoh masyarakat setempat, alim ulama, serta tamu undangan dari berbagai daerah. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa kental sejak awal acara hingga penutupan, mencerminkan kuatnya ikatan antara lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat.


Haflah At-Tasyakur Akhirusanah ke-28 Madrasah Diniyah Rejasari 2


Pimpinan Pondok Pesantren Madrasah Diniyah Cabang 1 Rejasari, KH. Misbahul Badri, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung keberlangsungan pendidikan diniyah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan santri tidak lepas dari peran guru, wali santri, dan lingkungan masyarakat yang kondusif.


“Pendidikan diniyah bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlakul karimah. Kami berharap para santri mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh, menjaga adab, dan menjadi teladan yang baik di tengah masyarakat,” ujar KH. Misbahul Badri.


Beliau juga berpesan agar para santri tidak berhenti belajar meski telah menyelesaikan satu jenjang pendidikan. Menurutnya, menuntut ilmu merupakan kewajiban sepanjang hayat, terlebih di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.


Puncak acara Haflah At-Tasyakur Akhirusanah ke-28 diisi dengan pengajian inti yang disampaikan oleh KH. Rojih Ubab Maimoen, pengasuh Pondok Pesantren Sarang, Rembang. Dalam tausiyahnya, KH. Rojih menekankan pentingnya menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah SWT.


Haflah At-Tasyakur Akhirusanah ke-28 Madrasah Diniyah Rejasari 3

Ia juga mengingatkan para santri tentang pentingnya menjaga adab kepada guru sebagai kunci keberkahan ilmu. Menurutnya, ilmu yang dipelajari dengan adab dan keikhlasan akan membawa manfaat yang luas, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dan umat secara keseluruhan.


“Di era sekarang, tantangan semakin berat. Maka, keimanan dan ketakwaan harus terus diperkuat agar generasi muda tidak mudah tergerus arus negatif,” tutur KH. Rojih Ubab Maimoen di hadapan jamaah.


Jamaah yang hadir tampak antusias dan khusyuk menyimak tausiyah yang disampaikan. Pesan-pesan keagamaan yang sarat makna tersebut diharapkan mampu menjadi bekal spiritual bagi para santri dalam menjalani kehidupan di masa depan.


Secara keseluruhan, rangkaian acara Haflah At-Tasyakur Akhirusanah ke-28 Madrasah Diniyah Cabang 1 Rejasari berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh keberkahan. Panitia dan seluruh pihak yang terlibat berupaya maksimal agar kegiatan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat belajar para santri semakin meningkat, serta mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.

(Muhajar Esvada)


Oleh: Tim Redaksi

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close