• Jelajahi

    Copyright © WARTA INDONESIA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    AI System Offline WINews

    Limbah Peternakan Menjadi Pupuk Organik: Inovasi Mahasiswa KKN-T UNDIP di Desa Sawit

    Warta Indonesia News
    5 Feb 2026, 14:00 WIB


    Klaten, wartaindonesianews.co.id. -Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 29 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan KKN di Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada tanggal 10 Januari hingga 7 Februari. Salah satu program utama yang dilaksanakan adalah pengolahan kotoran hewan kambing menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan. 


    Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan kotoran kambing yang melimpah sebagai sumber pupuk organik, sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah peternakan secara tepat dan berkelanjutan. 


    Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat mengurangi pencemaran dan bau, meningkatkan kesuburan tanah, menekan penggunaan pupuk kimia, serta mendorong pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.


    Menurut keterangan Muhammad Syauqi Finardhy Saputra, Ketua Tim KKNT, Desa Sawit memiliki memiliki potensi peternak kambing yang cukup besar sehingga menghasilkan kotoran kambing setiap hari. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat menyebabkan kotoran kambing tersebut belum dimanfaatkan secara optimal dan cenderung menimbulkan bau serta mencemari lingkungan. 


    Melalui kegiatan KKN, mahasiswa mengolah kotoran kambing menjadi dua jenis pupuk organik, yaitu pupuk cair dan pupuk padat, yang relatif mudah dibuat, bermanfaat bagi pertanian, serta mendukung kebersihan lingkungan desa.


    Pembuatan pupuk organik cair dan padat dilakukan dengan mengolah kotoran kambing melalui tahapan pengeringan, pembersihan, dan pencacahan hingga halus. Pupuk cair dihasilkan melalui proses fermentasi kotoran kambing menggunakan jumlah air yang lebih banyak dibandingkan pembuatan pupuk padat, larutan EM4 dan tetes tebu (molase) dalam wadah tertutup selama 14 hari. 


    Untuk mengurangi bau selama proses fermentasi, sekam padi dimanfaatkan sebagai penyerap bau. Sementara itu, pupuk padat dibuat dengan mencampurkan kotoran kambing yang telah dihaluskan dengan air, larutan fermentasi EM4, tetes tebu, serta air, kemudian difermentasi selama dua minggu di tempat tertutup hingga siap digunakan. Kegiatan pengolahan pupuk ini dilaksanakan pada tanggal 12-26 Januari 2026.


    Sebagai tindak lanjut dari kegiatan pembuatan pupuk, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai pembuatan dan pemasaran pupuk organik kepada masyarakat pada Minggu, 1 Februari 2026. 


    Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh masyarakat, khususnya peternak dan petani. Selain membahas proses pembuatan pupuk, sosialisasi juga mencakup penyampaian saran terkait tata letak produksi berkelanjutan, penguatan identitas produk, pendaftaran legalitas usaha, serta pengelolaan kelembagaan.


    Kotoran kambing yang sebelumnya hanya menjadi limbah peternakan dan berpotensi mencemari lingkungan kini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik cair dan padat yang ramah lingkungan. 


    Proses pengolahan tersebut terbukti mampu mengurangi bau tidak sedap, memperbaiki kualitas lingkungan, serta meningkatkan kesuburan tanah dan tanaman. Selain itu, pemanfaatan pupuk organik ini turut mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia.


    “Melalui program ini, kami, mahasiswa KKN-T Tim 29 Universitas Diponegoro berharap pengetahuan dan keterampilan pengolahan kotoran kambing dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Sawit. 


    Inovasi sederhana berbasis potensi lokal ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan limbah peternakan yang ramah lingkungan, menjaga kebersihan desa, meningkatkan produktivitas pertanian, serta membuka peluang peningkatan nilai ekonomi masyarakat secara berkesinambungan,” ujar Muhammad Syauqi Finardhy Saputra. 

    Pewarta: Sri Nuraini 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams