Breaking News

AI READY

PWI LS DPD Banjarnegara Ikut Rakornas 1 Demak: Catatan dari Rakornas I PWI-LS di Kota Wali


DEMAK, wartaindonesianews.co.id - Di bawah naungan langit Wonosalam yang teduh, semangat perjuangan merayap di sela-sela dinding Pondok Pesantren Al-Mubarok Al-Arbain. Selama Dua hari, mulai Sabtu(30/01) hingga Minggu (01/02/2026), sejarah baru terukir saat Organisasi Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) I.

Lebih dari sekadar pertemuan formal, agenda ini menjadi ajang "melepas rindu" sekaligus penguatan barisan bagi para pejuang sejarah dan pembela bangsa dari seluruh penjuru nusantara.

Menyatu dalam Visi “Bela Negara”


Dengan mengusung tema “Mencetak Kader dalam Bela Negara, Solid dan Berintegritas untuk Menjaga Persatuan Bangsa”, acara ini dihadiri oleh jajaran tokoh kharismatik dan pemikir bangsa, di antaranya:

KH. Abbas Billy Yachsyi (Ketua Umum PWI-LS)
KH. Imaduddin Usman al-Bantani
KH. Muharor (Tuan rumah, Pimpinan PP Al-Mubarok Al-Arbain)

Bapak Ken Pramidia (Sekjen PWI-LS) dan Bapak Ali (Panglima Laskar Sabilillah)

Jajaran Pengurus Wilayah (PW) dan DPD se-Indonesia,u termasuk tokoh-tokoh kunci seperti Gus Sukoiri, Syaikur Rizal, dan Gus Atok.



Perwakilan dari Kemenkumham serta Bakesbangpol Jawa Tengah yang turut memberikan dukungan administratif dan kenegaraan.

Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Misi Peradaban


Ketua Umum PWI-LS, KH. Abbas Billy Yachsyi, dalam pesannya menekankan bahwa kehadiran fisik setiap kader adalah simbol komitmen yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. PWI-LS hadir dengan misi yang menyentuh akar rumput:

Meluruskan Benang Kusut Sejarah: Memberikan edukasi jujur dan ilmiah mengenai warisan Walisongo serta sejarah Nahdlatul Ulama agar masyarakat tidak kehilangan jati diri.



Benteng Akidah dan NKRI: Menegaskan bahwa bela negara adalah bagian dari iman, menjaga umat sekaligus merawat keutuhan tanah air.

Kemandirian yang Dicintai Umat: Membangun struktur organisasi yang tidak hanya kuat secara administratif, tapi juga mandiri dan hadir sebagai solusi di tengah masyarakat.

Pemilihan pondok pesantren sebagai lokasi Rakornas menjadi pengingat bahwa setiap langkah organisasi ini akan selalu berpijak pada nilai-nilai spiritualitas dan kedalaman ilmu.



Gotong Royong yang Membanggakan

Keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerja keras tangan-tangan di balik layar. Suasana haru dan bangga menyelimuti penutupan acara saat panitia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya.

"Kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan Laskar Sabilillah, jajaran Kepolisian, dan Kodim yang telah berjaga bahu-membahu. Berkat sinergi ini, Rakornas berjalan aman, sejuk, dan sukses hingga akhir," ungkap perwakilan panitia dengan penuh syukur.

Rakornas I ini resmi berakhir, namun langkah PWI-LS baru saja dimulai. Dari Demak, semangat ini dibawa pulang ke daerah masing-masing siap menjadi pelita bagi sejarah dan penjaga bagi bangsa.

Pewarta
Wawan G/NurS

0 Komentar

Type and hit Enter to search

Close