Banjarnegara wartaindonesianews.co.id Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Banjarnegara menyepakati sejumlah program dan agenda strategis hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilaksanakan Rabu (4/22026) di RM Ayam Sako Banjarnegara. Rakerda diikuti sekitar 100 penyuluh agama lintas agama—Islam, Kristen, dan Buddha—se-Kabupaten Banjarnegara sebagai langkah awal konsolidasi program kepenyuluhan tahun 2026.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IPARI, kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, DR. H. Sukarno. Dalam sambutannya, Kepala Kemenag mendorong agar program penyuluhan tidak berhenti pada rutinitas, tetapi memberi dampak nyata bagi umat dan masyarakat, serta selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama.
“Penyuluh agama adalah corong Kementerian Agama. Program IPARI harus berdampak, inklusif, dan mendukung Asta Protas. Tingkatkan kompetensi, jaga profesionalitas, dan hadir menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas DR. H. Sukarno.
Usai pembukaan, Rakerda dilanjutkan dengan musyawarah dan diskusi yang dipimpin Ketua IPARI Banjarnegara, Drs. Nasirin. Dalam forum tersebut, berbagai usulan dari penyuluh lintas agama dihimpun dan disepakati sebagai hasil Rakerda.
“Hasil Rakerda ini menegaskan IPARI Banjarnegara siap bergerak dan berdampak. Kesepakatan lahir dari musyawarah bersama penyuluh lintas agama, sehingga program yang disusun relevan dan bermanfaat,” ujar Nasirin.
Adapun hasil kesepakatan Rakerda meliputi pembentukan Tim Penyuluh Tugas Penanggulangan Bencana sebanyak 15 orang yang akan diverifikasi, penguatan iuran organisasi meliputi iuran anggota IPARI tahunan serta iuran Pokjaluh bulanan untuk kas, dana sosial, dan konsumsi. Disepakati pula siaran radio dan rekaman penyuluhan pada Februari, serta kegiatan bersih-bersih rumah ibadah atas nama IPARI.
Agenda lain yang disepakati antara lain pertemuan rutin pascalebaran (April), Harlah IPARI dengan pembentukan tim paduan suara Mars IPARI, bimbingan rohani pasien di RS Imanuel, serta bakti sosial berbasis ekoteologi.
Pada Mei direncanakan bakti sosial qurban dengan target empat ekor sapi, dilanjutkan santunan anak yatim pada Muharram, pemberdayaan ekonomi jamaah (Juli), partisipasi HUT RI, peningkatan kompetensi penyuluh tentang protokoler (September), dan program ekoteologi (Oktober).
IPARI juga berkomitmen mengikuti kegiatan HAB Kemenag serta mendukung agenda daerah, termasuk partisipasi kegiatan Hari Jadi Banjarnegara.
Melalui kesepakatan hasil Rakerda ini, IPARI Kabupaten Banjarnegara meneguhkan langkah bersama untuk menghadirkan penyuluhan agama yang kolaboratif, profesional, dan berdampak nyata bagi umat dan masyarakat.
Pewarta Wawan Guritno





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams