• Jelajahi

    Copyright © Warta Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    AI System Offline WINews

    Terapi Sel Autologus yang Halal dan Thoyib - FK Unissula dan RSI Sultan Agung

    Pisbon - ARCava
    20 Feb 2026, 23:48 WIB

    Menjemput Kejayaan Bangsa melalui Terapi Sel Autologus yang Halal dan Thoyib

    Terapi Sel Autologus yang Halal dan Thoyib

    SEMARANG, WartaIndonesiaNews.co.id - Di koridor-koridor teduh Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung, sebuah revolusi sunyi namun bertenaga sedang digelorakan. Bukan sekadar tentang megahnya infrastruktur, melainkan tentang kepulangan para "putra fajar" para ahli lulusan universitas ternama luar negeri yang memilih kembali ke pangkuan FK Unissula dan RSI Sultan Agung. Mereka pulang membawa kunci masa depan medis: teknologi iPSCs (induced Pluripotent Stem Cells).

    ​Selama ini, dunia medis mengenal sel punca (stem cell) embrio sebagai standar emas karena kemampuannya yang ajaib untuk berubah menjadi organ apa pun. Namun, ia selalu terbentur tembok etika dan keraguan. Di sinilah letak keberanian RSI Sultan Agung. Di bawah dorongan semangat sang Direktur Utama yang visioner, rumah sakit ini menyiapkan lompatan teknologi yang mampu mengubah sel biasa menjadi sel dengan kekuatan setara sel punca embrio.

    ​Memutar Balik "Mesin Waktu" Biologis

    ​Mengapa harus kulit atau jaringan mukosa mulut? Jawabannya terletak pada sifat unipoten yang mereka miliki. Selama ini, sel-sel ini dianggap hanya memiliki satu takdir sederhana: menjadi pelapis tubuh. Namun, para ahli kita berhasil membongkar "arsip" genetik di dalam sel dewasa tersebut.

    ​Melalui proses reprogramming, sel yang tadinya sudah kaku dan terbatas dipicu kembali untuk "lupa" akan identitas lamanya. Mereka ditarik mundur waktu biologisnya hingga menjadi pluripoten sebuah kondisi di mana sel tersebut kembali muda dan memiliki potensi tak terbatas. Keajaiban ini memungkinkan sepotong kecil jaringan mulut bertransformasi menjadi sel saraf baru bagi penderita stroke, atau sel jantung bagi mereka yang hampir kehilangan harapan.

    Terapi Autologus: Menyembuhkan Diri dengan Diri Sendiri

    Inilah puncak dari Personalized and Precision Medicine yang diusung RSI Sultan Agung: Terapi Autologus. Dalam dunia medis, ini merujuk pada penggunaan sel yang berasal dari tubuh pasien itu sendiri.

    Ini adalah jalan yang sangat Thoyib (baik dan suci). Karena sel tersebut adalah "darah daging" sang pasien sendiri, sistem imun tubuh tidak akan menganggapnya sebagai benda asing. Tidak ada risiko penolakan organ, tidak ada kebutuhan obat penekan imun seumur hidup, dan yang terpenting, ia berdiri tegak di atas prinsip Halal karena meninggalkan perdebatan etis penggunaan embrio.

    Dari Paliatif Menuju Kesembuhan Hakiki

    Kita memahami bahwa selama ini banyak saudara kita yang terjebak dalam terapi paliatif—pengobatan yang hanya sekadar meringankan gejala tanpa mampu mencabut akar penyakitnya. Kini, ikhtiar baru melalui terapi sel autologus hadir sebagai jawaban atas doa-doa yang selama ini belum terbalas. Apa yang dahulu dianggap mustahil untuk sembuh, kini diikhtiarkan melalui regenerasi sel yang presisi.

    Ini bukan sekadar pencapaian laboratorium, melainkan sebuah seruan bagi masyarakat Islam dan bangsa Indonesia. Sudah saatnya kita mendukung penuh rumah sakit dalam negeri untuk bangkit memimpin peradaban medis. Keberanian RSI Sultan Agung adalah simbol kejayaan bangsa; sebuah bukti bahwa sains yang mutakhir jika bersanding dengan nilai tauhid akan melahirkan kemaslahatan yang luar biasa bagi kesehatan umat.

    Ikhtiar manusia memang ada batasnya, namun di RSI Sultan Agung, batas itu terus didorong melalui ilmu pengetahuan demi menjemput kesembuhan yang lebih baik. Mari kita jadikan teknologi ini sebagai tonggak kedaulatan kesehatan bangsa, di mana setiap anak bangsa bisa berobat di tanah air sendiri dengan teknologi kelas dunia yang terjaga kesuciannya.

    TeamRED WINews

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar