• Jelajahi

    Copyright © WARTA INDONESIA NEWS
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    AI System Offline WINews

    Tingkatkan Akurasi Data Akademik, Untad Selenggarakan Pelaporan PDDIKTI dan PISN

    Warta Indonesia News
    4 Feb 2026, 19:34 WIB

    Palu, Wartaindonesianews.co.id - Pada Senin (2/2/2026), Universitas Tadulako (Untad) melalui Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) menggelar Acara Pelaporan PDDIKTI dan Penomoran Ijazah Nasional yang berlangsung di Hotel Santika, Kota Palu. Kegiatan ini melibatkan Koordinator Program Studi, Kepala Bagian, Kepala Subbagian, unsur Fakultas dan Pascasarjana, UPA TIK, operator program studi dan fakultas, serta pengelola ijazah dan transkrip di lingkungan Universitas Tadulako.

    Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Sutriyani, S.P., M.P., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis Universitas Tadulako dalam meningkatkan kualitas tata kelola data akademik, sekaligus mempercepat proses penomoran ijazah dan sertifikat nasional.

    “Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya Universitas Tadulako, khususnya Biro Akademik dan Kemahasiswaan, untuk meningkatkan akurasi dan keterpaduan data PDDIKTI, serta memperkuat tata kelola akademik guna mendukung kelancaran dan ketepatan proses penomoran ijazah dan sertifikat nasional,” ujarnya.

    Dalam rangka mendukung kelancaran asistensi dan sinkronisasi perbaikan data PDDIKTI serta penguatan tata kelola akademik, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Belmawa dan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

    Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. A. Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., menegaskan bahwa persoalan utama yang selama ini dihadapi perguruan tinggi berkaitan dengan keterlambatan dan ketidaktertiban pelaporan data akademik ke PDDIKTI. Hal tersebut berdampak langsung pada proses penerbitan nomor ijazah mahasiswa.

    “Kegiatan ini dilaksanakan karena persoalan penerbitan nomor ijazah selalu menjadi masalah utama. Banyak mahasiswa yang tidak eligible, ada SKS yang belum terinput seluruhnya, bahkan masa studi yang sudah terlewati. Semua ini berkaitan erat dengan pelaporan data kita di PDDIKTI,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Wakil Rektor menjelaskan bahwa masih terdapat data mata kuliah dan nilai mahasiswa dari semester sebelumnya yang belum terinput ke dalam sistem. Kondisi ini menimbulkan beban tambahan bagi operator fakultas dan program studi, khususnya saat mahasiswa mengajukan wisuda.


    Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menegaskan komitmen institusi untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendataan akademik. Tahun 2026 ditargetkan menjadi momentum terciptanya data yang bersih, sinkron, dan bebas kesalahan sebagai fondasi utama percepatan penomoran ijazah dan sertifikat nasional.

    “Bapak-Ibu sekalian, target kita di tahun 2026 ini adalah zero false. Tidak boleh ada lagi kesalahan dalam penyimpanan data akademik kita,” tegas Rektor.

    Melalui kegiatan ini, Universitas Tadulako berharap seluruh unit kerja dapat meningkatkan kedisiplinan dan ketepatan dalam pengelolaan data akademik, sehingga pelaporan PDDIKTI serta penomoran ijazah dan sertifikat nasional dapat berjalan lebih tertib, akurat, dan berkelanjutan.

    Usai sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Rektor Universitas Tadulako, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi terkait Penomoran Ijazah Nasional (PISN) yang disampaikan oleh Dany Prima Kresnala, S.Kom., M.T.I. dan Rifqi A’zhom Muta’alimin, S.Pd. secara daring melalui Zoom. Selanjutnya, pemaparan materi mengenai SISTER disampaikan oleh Rizky Tito Prasetyo, kemudian dilanjutkan dengan materi PDDIKTI oleh Abdul Naser Rafi’i Attamimi dan Asmi Fakhir.


    Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif yang menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat pemahaman peserta terhadap kebijakan dan sistem akademik yang berlaku.



    Pewarta: Junaidi 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Budayakan komentar yang baik dan sopan. Dilarang spams