• Jelajahi

    Copyright © Warta Indonesia News
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    AI System Offline WINews

    Untad dan Kemenko PM Bahas Sinergi Pemberdayaan, Perkuat Peran Kampus sebagai Knowledge Partner

    Warta Indonesia News
    18 Feb 2026, 10:29 WIB

    Palu, Wartaindonesianews.co.id - Universitas Tadulako (Untad) terus berkomitmen melakukan pembenahan internal, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah yang berdampak nyata bagi masyarakat.

    Komitmen tersebut ditegaskan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Untad, Dr. sc. Agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc., dalam diskusi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini turut dihadiri jajaran dekan di lingkungan Untad.

    Dalam sambutan pengantarnya, Dr. Aiyen Tjoa menekankan bahwa publikasi ilmiah tidak boleh sekadar menjadi pemenuhan administrasi akademik, tetapi harus memiliki daya guna dan memberikan solusi atas persoalan masyarakat.



    “Sama seperti universitas lain, Universitas Tadulako terus memperbaiki diri, terutama dalam hal publikasi yang berdampak. Peran dosen dan mahasiswa sangat penting, bukan hanya untuk mengenali masalah, tetapi juga menghadirkan solusi,” ujarnya.

    Semangat perbaikan tersebut sejalan dengan agenda kunjungan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Prof. Dr. Ir. Nunung Nuryartono, M.Si., ke Universitas Tadulako. Dalam kesempatan itu, Prof. Nunung memaparkan visi besar pemerintah terkait transformasi sosial.

    Dalam materinya yang bertajuk “Pemberdayaan sebagai Implementasi Inpres 8/2025”, Prof. Nunung menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan pergeseran paradigma (shifting paradigm), dari pendekatan yang sebelumnya berfokus pada perlindungan sosial (social protection heavy) menjadi pendekatan yang lebih menitikberatkan pada pemberdayaan (empowerment heavy).

    “Tugas utama kami adalah melakukan sinkronisasi, koordinasi, dan pengendalian kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat untuk mencapai target penghapusan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.
    Pertemuan tersebut juga membahas peluang strategis Universitas Tadulako sebagai knowledge partner pemerintah. Sebagai perguruan tinggi terbesar di Sulawesi Tengah, Untad diharapkan dapat berperan aktif dalam perumusan desain kebijakan, evaluasi program, hingga pengembangan model percontohan (pilot model) pemberdayaan di daerah.

    Pewarta: Junaidi

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar