
Banjarnegara - WartaIndonesiNews.co.id, Nyadran merupakan salah satu tradisi yang masih melekat dalam kehidupan masyarakat Desa Sawangan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara. Nyadran dikenal juga dengan nama Ruwahan, karena dilakukan pada bulan Ruwah. Tradisi Nyadran berdasarkan sejarahnya merupakan suatu akulturasi budaya jawa dengan islam.
Nyadran dilakukan oleh masyarakat pada bulan Sya’ban (Kalender Hijriyah) atau Ruwah (Kalender Jawa) untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi makam atau kuburan leluhur. Pada tahun ini dilaksanakan pada Hari Ahad Legi, 21 Ruwah 1959 bertepatan dengan 08 Februari 2026 dan 20 Sya'ban 1447 H.
Nyadran dimaksudkan sebagai sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia, mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian, juga dijadikan sebagai sarana guna melestrikan budaya gotong royong dalam masyarakat sekaligus upaya untuk dapat menjaga keharmonisan bertetangga melalui kegiatan kenduri (makan bersama).

Tradisi Nyadran terdiri dari berbagai kegiatan, yakni
Melakukan besik, yaitu pembersihan makam leluhur dari kotoran, daun, dan rerumputan. Dalam Kegiatan ini masyarakat dan antar keluarga saling bekerjasama gotong-royong untuk membersihkan makam leluhur.
Doa, Kyai Nurus Syaefuddin di dampingi kyai Ahmad Sodikin selaku Tokoh agama memimpin kegiatan doa bersama yang ditujukan kepada roh leluhur yang sudah meninggal dengan pembacaan Tahlil. Kenduri dan Tasyukuran, setelah dilakukan doa bersama kemudian dilanjutkan dengan makan bersama.

Ada beberapa makanan yang disajikan, tumpeng, ingkung, takir, buah-buahan dan minuman serta tidak ketinggalan rokok.
Tata cara pelaksanaan tradisi nyadran tidak hanya sekedar ziarah ke makam leluhur tetapi juga terdapat nilai-nilai sosial budaya seperti gotong royong, pengorbanan, ekonomi, menjalin silaturahmi, dan saling berbagi antar masyarakat Dusun Krajan Desa Sawangan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Sawangan ( Hengki Subandi) beserta istri dan perangkat Desa Sawangan, ketua BPD ( Dwi Sasongko) dan anggota, Ginanjar selaku Kadus Krajan, ketua RW , ketua RT sedusun Krajan, Tokoh Agama seperti Kyai Nurus Syaefuddin, Kyai Ahmad Sodikin, Tokoh Masyarakat, ketua PKK ( ibu Tuti) beserta anggota, Pemuda, anak-anak dan seluruh lapisan masyarakat Dusun Krajan Desa Sawangan Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara.
Pewarta: Sri Nuraini


Tidak ada komentar:
Posting Komentar