Peluncuran program tersebut dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dan diikuti secara daring oleh berbagai jajaran TNI di daerah. Dalam kesempatan itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto turut memberikan sambutan sekaligus meresmikan 200 Jembatan Perintis Garuda yang dibangun di berbagai wilayah Indonesia.
Program pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud nyata hadirnya negara melalui TNI Angkatan Darat dalam membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang masih membutuhkan akses jalan penghubung antarwilayah.
Dalam sela acara launching, Presiden Prabowo juga menyempatkan diri menyapa masyarakat di beberapa lokasi pembangunan jembatan. Hal ini menjadi simbol kedekatan pemerintah dengan rakyat, sekaligus memastikan manfaat program dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Secara khusus, Kodam IV/Diponegoro telah berkontribusi besar dalam program ini dengan membangun sebanyak 39 jembatan perintis secara bertahap di berbagai kabupaten di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada tahap pertama, Kodam IV/Diponegoro berhasil membangun empat unit jembatan yang tersebar di Kabupaten Banyumas, Wonosobo, dan Wonogiri. Selanjutnya pada tahap kedua, pembangunan dilanjutkan dengan 13 unit jembatan di sejumlah daerah, antara lain Cilacap, Banjarnegara, Wonosobo, Purworejo, Kebumen, Pekalongan, Tegal, Semarang, Grobogan, Rembang, Sleman, dan Magelang.
Sementara pada tahap ketiga, dilakukan pembangunan 20 unit jembatan Armco, yang terdiri dari 13 unit di Kabupaten Pemalang, lima unit di Kabupaten Purbalingga, serta masing-masing satu unit di Kabupaten Kudus dan Banjarnegara.
Selain program dari pemerintah pusat, Kodam IV/Diponegoro juga menginisiasi pembangunan dua unit Jembatan Bailey secara swadaya di Kabupaten Purbalingga. Pembangunan tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu lalu.
Melalui pembangunan jembatan ini, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin meningkat, sehingga memudahkan mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.
Pewarta: Rodi AS



0 Komentar