
BANYUMAS, WINews - Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat Kabupaten Banyumas. Pemerintah daerah resmi menerapkan kebijakan Universal Health Coverage (UHC) Non Cut Off mulai tahun 2026, yang memungkinkan warga mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP tanpa harus menunggu masa aktivasi.
Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses layanan kesehatan yang cepat, mudah, dan merata bagi seluruh masyarakat.Akses Cepat Tanpa Ribet
Melalui skema UHC Non Cut Off, peserta yang baru didaftarkan dapat langsung aktif maksimal dalam waktu 1×24 jam. Bahkan dalam kondisi darurat, masyarakat bisa segera memperoleh penanganan medis tanpa terkendala proses administrasi panjang.Cukup dengan KTP, warga sudah bisa menikmati layanan kesehatan gratis kelas III di fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama.
Didukung Capaian Tinggi dan Anggaran Besar
Keberhasilan kebijakan ini tidak lepas dari tingginya capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional di Banyumas yang telah mencapai 98,70 persen, dengan lebih dari 80 persen peserta berstatus aktif. Angka ini telah memenuhi standar nasional sebagai daerah berstatus UHC.Untuk menjaga keberlanjutan program, pemerintah daerah menggelontorkan anggaran sebesar Rp105 miliar. Dana tersebut difokuskan untuk membiayai masyarakat kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) agar tetap mendapatkan jaminan kesehatan.
Non Cut Off vs Cut Off
Dalam sistem UHC, terdapat dua mekanisme utama, yakni Non Cut Off dan Cut Off. Perbedaannya terletak pada waktu aktivasi kepesertaan.Non Cut Off: Aktif cepat (maksimal 1×24 jam), cocok untuk kondisi darurat
Cut Off: Harus menunggu 14–30 hari sebelum bisa digunakan
Skema non cut off dinilai lebih pro-rakyat, namun membutuhkan komitmen anggaran yang lebih besar dari pemerintah daerah.
Pentingnya UHC bagi Masyarakat
Secara umum, Universal Health Coverage (UHC) merupakan sistem jaminan kesehatan yang memastikan setiap warga mendapatkan layanan kesehatan komprehensif mulai dari promotif hingga rehabilitatif tanpa terbebani biaya.Program ini juga sejalan dengan target global yang dicanangkan oleh World Health Organization untuk memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan.

Dampak Nyata bagi Warga
Penerapan UHC Non Cut Off memberikan sejumlah manfaat nyata, di antaranya:Akses layanan kesehatan lebih cepat
Perlindungan finansial bagi masyarakat kurang mampu
Pemerataan layanan kesehatan di seluruh wilayah
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif.
Jadi Contoh Nasional
Langkah Banyumas ini diharapkan dapat menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia dalam mengoptimalkan layanan kesehatan berbasis UHC.Dengan komitmen anggaran dan pengelolaan yang tepat, impian menghadirkan layanan kesehatan yang merata, cepat, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan.
Pewarta: Ridono
0 Komentar